Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Misteri kedua


"Ke... Kenapa Adrine? Apa kau mengenalnya? Apa itu saudaramu?"


TAP!! TAP!! TAP!! TAP!! TAP!!


Lalu Etern muncul dari pintu rumahnya dan langsung menemui Adrine. Etern yang saat itu, langsung meminta maaf karena tadi ia tak bisa melakukan apapun untuk membantu Adrine.


"Ah... Tak apa-apa, lupakan saja!!"


Nicho masih mengingat kalau Adrine seperti ada masalah yang terkait dengan anak dari Monarch rasi bintang Orion.


"Oh iya Adrine, apa yang terjadi padamu tadi? Apa namanya tadi, kau mengenalnya?"


"Bukan. Hanya saja, aneh... Aku serasa... Benar-benar ada sesuatu dengannya, tapi apa?"


"Apa maksudmu?"


Jelas Nicho tak paham apa maksud dari perkataan Adrine. Apalagi Etern yang baru saja datang dan tak tahu topik apa yang sedang Adrine dan Nicho sedang bahas.


"Sebentar, kalian ngomongin apaan?"


"Aku tadi berkata tentang nama anak dari Monarch rasi bintang Orion, tetapi ada reaksi aneh yang datang dari Adrine."


"Apa? Memangnya siapa anak Monarch rasi bintang Orion?"


Nicho menghela nafas, sedangkan Adrine masih memikirkan hal tersebut terus-menerus.


"Adrine tadi bertanya padaku, adakah selain aku, yang tadi kau lihat, dan wanita bernama Zizi, datang ke planet ini dan masuk kedalam perguruan ini atau yang lain?"


"Lalu, apa hubungannya dengan Adrine yang sekarang ini?"


"Nah, itu dia... Aku menyebutkan namanya yang sangat mirip dengan Adrine."


"Siapa?"


"Adrina Irnanda."


"Mi... Mirip sekali. Nama Adrine adalah Adrine Arnando, dan ini... Adrina Irnanda? Sumpah, ini keajaiban."


Itu sangat jelas apabila didengar oleh telinga orang-orang dan termasuk hal yang mungkin meniru apalagi itu adalah umum.


'Tetapi... Kenapa? Ada misteri apa sehingga hanya dengan namanya saja aku sudah merasa kalau dia itu ada hubungannya denganku...' Pikir Adrine.


Adrine merasa lebih pusing dengan keanehan tersebut seakan-akan Adrine ingin segera mengalihkan pemikirannya sendiri, tetapi itu...


'Seperti terngiang-ngiang di kepalaku.' Pikir Adrine.


DEG!! DEG!! DEG!!


Denyut jantung Adrine semakin berdetak kencang. Entah kenapa nama itu bisa membuat Adrine tak fokus.


"Apa?"


Tiba-tiba Adrine menanyakan keberadaan Adrina. Spontan yang lain pasti terkejut karena Adrine sepertinya tertarik dan berkaitan erat dengan Adrina.


"Dia berada diperguruan yang sama dengan kita, namun dengan nomor tempat yang berbeda."


"Hah?"


Adrine malah bingung dengan apa yang dikatakan oleh Nicho.


"Adrine, biar kujelaskan. Perguruan murid inti terbagi menjadi 2, perguruan murid inti utara dan selatan. Perguruan yang kita tempati ini adalah perguruan dalam nomor 4 utara. Dan perguruan utara dibagi menjadi 5 perguruan dalam, begitupun dengan selatan. Dan setiap nomor perguruan murid dalam, akan terbagi menjadi 2 perguruan murid luar. Jadi kau hitung sendiri, berapa jumlah perguruan murid luar apabila ada 2 perguruan murid luar per perguruan murid dalam!"


Etern menjelaskan tentang pembagian perguruan dengan sangat rinci.


"Yeah, aku paham. Berarti totalnya ada 20 perguruan murid luar, iya kan?"


"Ya. Dan yang kau tanyakan tadi, Adrina berada di perguruan murid dalam nomor 2. Dan kau beruntung, kita sesama perguruan utara."


Disaat Nicho mengatakan hal tersebut, Adrine seperti tahu kalau Nicho juga memperhatikannya sejak tadi. Melihat Adrine penasaran, Nicho juga ikut penasaran, ada apa Adrine dengan Adrina?


"Oh iya, apa Adrina punya saudara yang lain? Atau semacamnya?"


"Iya. Adrina punya seorang kakak."


"Siapa namanya? Kau jangan berteka-teki!!"


Adrine menjadi semakin penasaran dengan Adrina, apalagi dia punya kakak. Itu akan mempermudahnya dengan mengungkap misteri apa hubungan yang ada dengan hati Adrine dengan Adrina.


"Kalau tidak salah, dia adalah pendekar yang sangat kuat. Dia jarang terlihat dan sedikit kurang terkenal daripada Adrina. Namanya juga mirip denganmu, namanya adalah Adrana Arnand."


'Apa? Ka... Ka... Bukan... Pasti cuman kebetulan... Iya, kebetulan.'


"Ada apa lagi Adrine?"


Adrine hanya menggelengkan kepalanya. Etern malah semakin sulit untuk memahaminya.


"Kau bisa bertemu dengannya sebulan lebih satu hari lagi, karena kita harus berlatih sekarang. Besok ujian ketiga akan dimulai. Kalian!! Bersiaplah!!"


"Oke."


Lalu Adrine, Nicho, dan Etern berpisah karena Adrine akan pergi sejenak untuk memulihkan energinya dengan kondisi alam yang sedang bekerja sama dan menguntungkan. Adrine memutuskan untuk keluar dari perguruan untuk mencari udara segar.


"Aaahh... Kalau aku merasakan angin seperti ini, aku jadi teringat akan rumahku dulu sebelum jadi kultivator seperti sekarang ini."


"Haha, bukankah kau itu sebatang kara?"


"Ya."