Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Kekalahan


Dengan sayap yang dimiliki Adrine karena transformasinya, Adrine memilih untuk terbang agar serangan dari Alfian menjadi terbatas dalam jarak.


Alfian hanya tersenyum saat melihat Adrine terbang. Seolah-olah Alfian telah mempunyai rencana untuk mengalahkan Adrine.


"Percuma kalau kau terbang, seranganku adalah kendaliku."


Alfian mengangkat pedangnya untuk diarahkan pada Adrine. Semua pedang cahayanya langsung terbang mengarah Adrine. Adrine hanya terbang dan menghindari semua pedang terbang tersebut, sesekali sambil menangkis pedangnya.


"Kenapa kau hanya terbang kesana-kemari seperti burung? Hadapi aku kalau kau berani!"


Setelah mendengar kata Alfian, Adrine membatalkan transformasinya dan turun kebawah. Alfian tersenyum melihat Adrine telah turun.


"Nah, kalau begini kan lebih bagus!"


Adrine masih diam tak berkutik. Alfian mengarahkan pedangnya lagi kearah Adrine dan menyerang Adrine menggunakan kloning pedangnya. Adrine berhasil menangkis serangan Alfian, tetapi Adrine terluka karena ada serangan yang mengenai Adrine secara langsung.


"Kalau kau tak mau bicara dan tak mengeluarkan kemampuanmu yang sebenarnya, akan aku tunjukkan padamu teknik pedang yang sebenarnya."


"Silahkan!!"


Alfian menjadi geram dengan sikap Adrine yang sok pendiam dan merasa paling kuat. Lalu, Alfian hanya tersenyum dan memegang pedangnya erat-erat.


"Baiklah, akan aku turuti permintaanmu... Rasakan, Pedang Rantai."


'Pedang Rantai? Ini bukanlah skill biasa. Mungkin ini adalah skill dari inti jiwanya.'


Muncul rantai pada pedang Alfian yang berasal pada inti jiwanya yang muncul. Adrine masih diam dan melihat bagaimana Alfian akan menggunakan kemampuannya. Pedang yang berada ditangan Alfian, mengikat semua pedang cahaya yang dikendalikannya


"Aku tak akan bermain-main lagi, bersiaplah!!"


Alfian langsung bergerak mengarah Adrine. Pedang cahayanya diarahkan untuk mengawali serangan Alfian. Adrine menangkis setiap serangan dari Alfian dan selalu membuat langkah untuk mundur dan menghindari serangan langsung.


Adrine tak menyadari ada serangan yang mengarah perutnya, tetapi Adrine sempat untuk menangkis. Pedangnya menjadi berada dibelakang Adrine dan berputar mengitari Adrine. Alfian muncul secara tiba-tiba, dan langsung menebas tangan kiri Adrine.


"AAARGH!!"


Pedang Alfian secara sengaja ditancapkan berada ditelapak tangan kanan Adrine. Adrine berhasil dibuat terjatuh oleh Alfian. Adrine diikat oleh rantai pedang cahaya. Alfian mengambil pedangnya kembali, lalu mengangkat tubuh Adrine keatas dan menyiksanya dengan pedang yang lainnya.


Adrine sangat tidak berdaya. Tapi entah bagaimana hal ini terjadi, mata ketiga Adrine secara sendirinya aktif dengan sendirinya. Tetapi Adrine masih dalam kesadarannya 100%. Adrine dibanting oleh rantai pedang yang mengikatnya dan dilemparkannya. Adrine hampir tak sanggup untuk berdiri, tetapi ia tetap berdiri.


"Lemah!!"


DEG!!


Jantung Adrine berdetak kencang saat Alfian mengucapkan kata tersebut. Mata ketiga Adrine menjadi terbuka lebar dan menekan energi yang sangat besar. Bayangan disekeliling Adrine menjadi suram.


'Ada apa dengan bocah ini? Eneginya lebih kuat dibanding dengan sebelumnya.'


Alfian mulai merasa agak curiga saat merasakan adanya sesuatu yang berbeda dari Adrine sebelumnya. Alfian langsung mengarahkan pedangnya kearah Adrine. Adrine menangkis serangan pedang tersebut dengan mudahnya. Lalu Alfian mengerahkan semua pedangnya untuk menyerang Adrine.


Tak disangka, mata ketiga Adrine memancarkan suatu energi yang tak biasa. Energi tersebut membentuk sebuah kitab yang ada cincin putih dan batu hitam ditengahnya. Kitab tersebut seperti sedang menghisap serangan pedang dari Alfian. Dan benar, semua pedangnya terhisap kedalam batu hitam yang berada ditengah kitab tersebut.


Kitab tersebut bersinar dan memancarkan energi yang sangat kuat. Lalu kitab tersebut terbuka dan membuka lembaran-lembaran yang ada didalamnya. Terdapat tulisan yang menuliskan tentang teknik berpedang. Lalu kitab tersebut menutup kembali dan menyatu dengan energi mata ketiga Adrine.


"A... Apa yang sebenarnya terjadi?"


Alfian menjadi sedikit takut. Adrine yang tadi menunduk kebawah, kini menjadi menatap Alfian. Tatapan Adrine sangatlah mengerikan, seakan-akan ada cahaya merah gelap yang bersinar dimatanya. Lalu mulut Adrine terbuka.


"Aku akan membalasmu. Ingatlah itu. B.E.S.O.K."


Mendengar kata-kata Adrine, Alfian menjadi gemetaran. Alfian diam dan menghilangkan rasa gemetar dalam tubuhnya. Melihat Adrine dengan tatapan yang seperti mempunyai kuasa dan reputasi. Adrine hanya berbalik dan pulang untuk memulihkan dirinya. Disetiap langkah Adrine terjejak darah, dan seolah-oleh ada kata yang tersirat dalam darah itu.


"KEMATIAN!!"