Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Membuat Terkejut


'Semua pil itu... Tak mungkin! Dia bahkan tak pernah memperlihatkan semua pil yang sangat langka seperti.' Ujar Heyto dalam hati yang terkejut melihat Adrine memperlihatkan semua pil yang dimilikinya.


"Apa... Apa itu? Bagaimana mungkin..." Ujar Lee yang sedikit tergagap karena juga terkejut melihat Adrine memiliki pil tingkat tinggi dengan jumlah yang tak biasa.


"Darimana anak ini punya pil sebanyak ini?" Ujar Faris yang juga terkejut.


Semua orang yang ada ditempat tersebut menjadi terkejut melihat seorang kultivator muda mempunyai pil dengan jumlah yang banyak.


"Apa sekarang kau sudah percaya bahwa pil itu berasal dariku? Aku disini bukan orang dengan peran biasa." Ujar Adrine dengan sombongnya.


Setelah itu, Adrine memasukan kembali semua pil yang ia keluarkan tadi. Adrine tak mau ada yang mengambilnya. Heyto bahkan hampir tak percaya, Adrine punya lebih banyak pil dibandingkan dengan apa yang pernah mereka janjikan bersama.


"Maaf tuan Heyto, aku belum pernah memberitahukan kepadamu aku punya lebih banyak pil dibandingkan dengan apa yang kukatakan." Ujar Adrine.


"Tak apa-apa, itu juga adalah privasimu. Aku juga tahu, kau juga membutuhkan semua pil iitu untuk membantu kecepatan kultivasimu." Ujar Heyto.


"Ya, dan semua itu bukan hanya untukku sendiri, melainkan aku akan merubah kontrak kita nantinya. Karena nanti jumlahnya akan kutambah disaat aku menjadi murid inti." Ujar Adrine.


"Nak, kau itu punya banyak barang bagus, dengan semua pil itu, bukankah kau bisa membeli artifak dengan tingkat puncak terlebih dahulu? Itu akan menguntungkanmu nanti disaat kau melakukan pertarungan." Ujar Faris.


"Ya. Akan lebih baik jika kau menjual dengan jumlah yang lebih dari sebelumnya. Kau akan untung nantinya disaat kau butuh sesuatu." Ujar Heyto.


"Aku akan langsung membeli artifak tingkat semesta. Dan apapun itu, aku tidak akan merubah keputusanku. Dan kau senior Lee, seharusnya kau menerima harga pil tersebut." Ujar Adrine.


"Tapi, itu... Itu terlalu mahal bagiku walaupun aku itu adalah seorang murid VIP. Tak mungkin bagiku untuk membelinya." Ujar Lee.


"Kau bisa cari pil yang lain untuk memperkuat tubuhmu, tapi jangan sampai kau mempermalukan dirimu sendiri seperti ini." Ujar Adrine.


"Sebagai sesama murid, aku akan memberimu 2 secara gratis." Ujar Adrine dengan ucapan yang sangat membuat orang lain terkejut.


"Kita ini bukan teman, apalagi setelah ini kau dan aku mungkin akan saling berhadapan. Jangan harap aku akan memberimu belas kasih hanya karena ini saja." Ujar Lee.


"Aku memberimu pil ini bukan sebagai seorang teman, aku hanya memberimu pil ini hanya karena kita adalah sesama murid Perguruan Bayangan Langit." Ujar Adrine.


"Akan kuterima, tapi bukan berarti kita berteman. Ini hanya sebagai hadiah sesama seorang murid. Kau mengerti?" Ujar Lee dengan nada yang tak mengenakkan.


"Ya, aku mengerti. Lebih baik kau harus pergi sekarang, karena kau bisa telat nantinya!" Ujar Adrine dengan nada yang seperti mengusir.


"Ya ya ya, nanti kau juga akan terlambat kalau kau juga disini terus." Ujar Lee.


"Sudahlah, jangan pikirkan aku. Lebih baik kau pergi sekarang!" Ujar Adrine.


"Ya iya, aku akan pergi. Dasar cerewet." Ujar Lee dengan perasaan yang begitu kesal.


Setelah itu, Lee pergi meninggalkan tempat tersebut. Adrine pun kembali ketempat duduknya untuk membahas mengenai pil sebelumnya.


"Sampai dimana kita tadi?" Ujar Adrine.


"Nak, kau itu luar biasa." Ujar Faris dengan mata yang seperti bersinar bagaikan kaca. Begitupun dengan Heyto.


"Ugh, ada... Ada apa dengan kalian semua?" Ujar Adrine yang sedikit bingung dengan ucapan Faris dan ekspresi dari mata Heyto dan Faris.