
Para perampok menjadi sangat antusias dan waspada, begitupun dengan Adrine. Namun, mereka hanya terkejut saja disaat melihat Adrine.
Dan salah satu dari mereka terlihat seperti tidak takut sama sekali dengan kedatangan Adrine.
"Tenang saja, bocah ini setidaknya berada ditahap Kehidupan. Aku saja yang akan menghajarnya."
Dan orang yang sangat percaya diri itu langsung berjalan maju mendekati Adrine.
"Tenang saja. Untuk masalah kultivasi, kau dan dia itu sama, walaupun dia berada dikelas yang lebih tinggi, tapi kau bisa melawannya."
Adrine mengangguk paham. Dan sekarang, Adrine juga menggunakan topeng yang diberikan oleh Shin kecil untuk menutupi wajahnya.
Adrine berdiri tegap namun tak bergerak dan seperti sedang bersiap menerima serangan. Dan lawannya sedang berjalan cepat menuju Adrine untuk menyerangnya.
ZRAAAST!!
Dengan sangat cepat orang itu menyambar Adrine, dan ingin menyerang Adrine dengan tinjunya. Namun Adrine masih melihatnya dengan tatapan yang tenang.
ZRIIIING!!
"Hah? Dimana bocah itu?"
Tiba-tiba Adrine tidak berada ditempat dan menghilang entah kemana. Mereka semua nampak kebingungan disaat melihat musuhnya tiba-tiba menghilang begitu saja.
ZRIIIING!!
"Dasar lemah!!"
Tiba-tiba saja ada suara dari belakang orang tersebut, dann suara tadi berasal dari Adrine yang sudah ada dibelakangnya.
BUAGH!!
Adrine memukulnya dengan sangat keras. Tubuh orang itu terlontar jauh dan menghantam dinding rumah seseorang.
Orang itu pun bangkit dan kembali menyerang Adrine. Namun ia gagal dan lagi-lagi terkena serangan balik dari Adrine.
'Sialan!! Tak kusangka, bocah ini ternyata punya pencapaian yang sama denganku. Aku harus mundur untuk sekarang.' Pikir orang itu.
Lalu orang itu melompat keatas atap dan bersama dengan teman-temannya yang lain. Adrine lebih memilih untuk tidak mengejarnya.
"Lihat saja nanti, aku akan membalasmu lain kali."
Adrine hanya diam dan tidak merespon apapun. Namun, orang itu kesal melihat Adrine yang hanya diam saja dan memandangi mereka. Orang itu hanya menggertakkan giginya.
"Grrrr... Ayo kita mundur!!"
Mereka pun pergi meninggalkan Adrine disana. Tapi Adrine hanya diam dan terus memandangi mereka tanpa berkata apapun.
"Kau itu sangat licik. Bagaimana kau bisa terpikir hal seperti itu?"
Tiba-tiba Shin kecil muncul didepan Adrine dan seperti sedang memujinya.
Terlihat Adrine tidak melakukan apapun, namun apa yang dikatakan oleh Shin kecil barusan menunjukkan bahwa Adrine melakukan sesuatu yang membuatnya menjadi seperti itu.
"Aku sudah merencanakan ini dari tadi, jadi aku memang membiarkan mereka pergi dulu. Rencana ini akan membawaku langsung pada markas mereka, hehe."
Adrine juga mengatakan kalau ia melakukan sesuatu terhadap orang yang dilawannya tadi. Dan menurutnya, apa yang ia rencanakan ini akan membawanya ketempat para perampok tadi.
Sementara itu, ditempat para perampok yang cukup jauh dari desa Pasir Merah, mereka seperti terlihat kesal.
"Sialan!! Tidak kusangka kalau bocah itu punya kekuatan yang sama sepertiku..."
Apalagi orang yang baru dilawan Adrine tadi, ia terlihat lebih kesal dibandingkan dengan teman-temannya.
Yang lainnya mengangguk setuju, namun ada beberapa orang yang nampak seperti sedang gelisah, begitu juga dengan yang baru saja dikalahkan oleh Adrine.
"Tidak masalah kalau kita bisa mengalahkannya atau tidak... Tapi, apa kita bisa menjelaskan pada boss, bagaimana luka ini tercipta?"
Ternyata, didalam kelompok mereka masih terdapat boss yang memimpin mereka. Dan orang yang dikalahkan oleh Adrine tadi, nampak lebih gelisah disaat ingin menghadap dengan boss-nya.
"Sudahlah!! Kita tinggal jujur saja apa yang telah terjadi. Jika memang boss tidak menyukainya, kita bisa menunjukkan barang bawaan kita sebagai gantinya."
Banyak yang mengangguk setuju, namun ada beberapa yang masih ragu untuk memberanikan dirinya menemui boss-nya.
Lalu mereka pun memberanikan diri untuk masuk dan menemui boss mereka. Terlihat boss mereka sedang duduk diatas kursi yang terbentuk dari emas yang berkilauan.
Namun, wajah dari boss mereka sangatlah menakutkan. Wajahnya nampak seperti orang yang pernah terjun kedalam sebuah peperangan dan wajahnya terdapat luka gores yang permanen, dan membuatnya nampak sangat mengerikan.
Wajah mereka yang sebagai anak buahnya sangatlah takut dengannya. Mereka bahkan terpaksa memberanikan diri mereka untuk menatap wajahnya.
"Kenapa kalian membawa pasukan orang lain masuk kedalam markasku ini? JAWAB!!"
Suaranya sangatlah keras, bahkan orang yang kultivasinya sangat kecil mungkin akan terluka gendang telinganya. Namun, pertanyaan yang yang diutarakan sangatlah tidak dimengerti.
"A... Apa maksud boss? Ka... Kami... Kami tidak membawa si... Siapapun kemari..."
Salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk menjawab boss-nya. Namun ia menjawab dengan suara yang sangat gugup. Dan ketika ia menjawab, seluruh tubuhnya bergetar.
"Apa kalian ini sudah bodoh? LIHATLAH BAYANGAN KALIAN!!"
Lalu mereka menunduk kebawah dan melihat bayangan mereka masing-masing. Mereka tidak melihat apapun dan merasa ada yang salah dengan perkataan boss mereka.
"Ti... Tidak ada apa-apa boss... Sepertinya, boss salah melihat..."
Tatapan muka boss mereka nampak sangat tidak senang. Perkataan mereka seperti sedang meremehkan apa yang yang telah ia katakan.
"APA KALIAN INI BUTA? BAYANGAN KALIAN INI BUKANLAH BAYANGAN KALIAN YANG SESUNGGUHNYA!!"
Dengan cepat mereka semua menyadari bahwa ada sesuatu dengan bayangan mereka, namun mereka masih belum tahu apa yang membuat bayangan mereka menjadi seperti berubah.
'Jangan-jangan ini ulah dari bocah tadi... Sialan, bocah ini sangat cerdik.' Pikir orang yang tadi dikalahkan oleh Adrine tadi.
Mereka semua pun terpikir hal yang sama. Boss mereka menghembus nafas dan bernafas dengan perlahan.
"Aku tahu, salah satu diantara kalian ada yang bertarung tadi. Tapi yang kalian lawan sangatlah pintar. Dia mengirimkan pasukannya untuk melacak keberadaan kita. Berhati-hatilah!!"
"Baik!!"
Mereka semua menjadi sangat mengerti disaat diberitahu oleh boss-nya. Dan memang benar, diluar sana Adrine memang sedang dalam perjalanan menuju ketempat markas mereka.
"Aku ini, tak sebodoh yang kalian kira. Dengan melepaskan kalian semua, aku juga tak akan membiarkan kalian pergi semudah ini."
SWIIIRR!!
Langkah kaki Adrine seperti layaknya menembus angin yang sedang berhembus dipadang pasir yang kecil-kecil.
"Semakin lama, kau juga semakin licik juga. Aku tak tahu, bagaimana jika kau lebih dewasa nantinya..."
Adrine hanya tersenyum bangga atas pujian dari Shin kecil.
"Semuanya bisa berkembang, kita tak akan tahu apa yang akan berubah pada kita nantinya. Kita lihat saja nanti."
Bersambung!!