
"Telescopium? Kok namanya mirip sama alat optik ya?"
"Lha memang seperti itu namanya, mau diapakan lagi? Tapi, semua orang dari rasi bintang itu punya teknik yang khas."
"Teknik apa itu?"
Adrine menjadi penasaran.
"Divine Eye. Teknik penglihatan yang bisa mendeteksi gerakan. Pada tingkat tertentu, teknik ini bisa meningkatkan jarak penglihatan hingga 1000 kali lipat. Dan pada puncak teknik ini, penggunanya bisa melengkungkan ruang alam dengan penglihatan."
Teknik yang sangat khas dari rasi bintang Telescopium adalah teknik yang bukan biasa-biasa saja. Teknik ini bisa dikategorikan sebagai teknik tingkat Kaisar. Dan apabila telah meningkat hingga puncaknya, teknik ini hampir setara dengan teknik tingkat Semesta.
"Apa teknik ini berupa kitab? Gulungan? Apa memang teknik turunan asli?"
"Aku sendiri kurang tahu. Aku bukan berasal dari rasi bintang mereka dulunya."
"Oh iya, kalau kau dulu pernah terlahir dari rasi bintang yang mana?"
"Aku ini sepertimu, tidak terlahir dalam keluarga manapun. Mengembara seorang diri."
"Bagaimana dengan keluargamu?"
"Orang tuaku hanya manusia yang tidak terlalu kuat. Mereka hanya sampai tingkatan Keabadian saja. Lalu mereka meninggal dunia dan tidak bereinkarnasi."
"Oh?"
Ekspresi Adrine seperti menyesal dan kecewa untuk menanyakan hal tersebut karena lupa bahwa ada hal yang tidak seharusnya boleh ditanyakan, atau lebih tepatnya privasi.
"Hei Adrine, apa kita benar-benar akan disini sampai besok?"
"Ya. Aku akan mencari hewan spirit untuk berlatih tarung. Jiwanya jadi milikmu saja, tapi kalau ada yang terlalu kuat, akan jadi milikku."
"Malam-malam begini kau mau mencari hewan buas? Hati-hati nak, ini itu malam, dan banyak hewan yang kekuatannya meningkat karena kegelapan malam."
Shin kecil mencemaskan Adrine. Ia takut akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan terjadi kepada Adrine.
"Baguslah, itu malah akan semakin membuatku menjadi lebih kuat. Jangan mencegahku!!"
Sementara itu, didalam perguruan murid dalam Adrine, Nicho sedang berbincang dengan Veno. Mereka sedang membicarakan pesan yang baru saja mereka terima dari Monarch mereka. Nicho dan Veno menerima surat tersebut dari Zeno.
'Ternyata hal ini telah disampaikan oleh pendekar Zeno. Dia lebih mementingkan tentang informasinya dibanding dengan misinya.'
"Apa kau tidak ingat? Orang yang kau temui tadi sore yang sedang bersamaku sebelum kakakmu berangkat."
"Hmm... Yang mana ya?"
"Pemalu, tapi ingatannya pendek. Kau ini pendekar atau apa sih? Bagaimana kau mengingat nama pasukanmu sendiri?"
"Ah... Aku ingat orang tadi. Yang katanya mau pergi kehutan itu kan?"
Sebenarnya, Veno hanya ingat sedikit tentang Adrine. Memang benar kalau Veno mempunyai ingatan yang buruk.
"Ya. Tapi untuk sekarang, kau harus berlatih mengingat seseorang."
"Hehe..."
Mereka malah tertawa karena ingatan Veno yang buruk. Bahkan Veno hampir lupa kenapa ia dan Nicho tertawa.
"Oh iya, menurut pesan ini kau justru malah diberi amanah yang lebih untuk menjaganya daripada menjagaku."
"Ya, aku tahu."
Pada waktu yang sama, Adrine menemui 7 ekor Werewolf. Hewan spirit tingkat Primordial Kuno peringkat 4. Adrine hanya mengandalkan transformasi dengan White Wolf dan skillnya yaitu Lightning Raging Transformation.
"Hah? Tapi apa benar kalau Adrine ingin ditemui oleh Monarch secara langsung?"
"Ya, itu benar kalau menurut surat ini."
"Hah, kalau itu benar, kita harus melindunginya segenap nyawa."
"Ya. Itu harus."
Adrine yang sedang melawan 7 Werewolf merasa kalau tak terlalu sulit untuknya melawan semua itu. Tetapi, baginya menjadi lebih lamban karena pikirannya agak terganggu.
"Hacchuu!! Kenapa tiba-tiba aku bersin?"
"Haha, mungkin ada yang membicarakanmu atau ada yang suka sama denganmu?"
Mereka terus berbincang bersama hingga Adrine memutuskan untuk berkultivasi.