
Adrine dan Heyto masih melanjutkan percakapannya tentang Menara Aliran Bayangan Bertingkat. Adrine masih saja belum mengerti sepenuhnya tentang menara tersebut.
"Pasti didalam sana tempatnya berdesak-desakan, iya kan?"
Ketika ditanya oleh Adrine tentang itu, Heyto hanya menggelengkan kepalanya perlahan.
"Didalam sana tempatnya disesuaikan oleh Plakat Penentu yang akan menentukan tempat dimana seseorang akan duduk. Dan katanya, tidak pernah ada yang mendapatkan tempat bernomorkan 0, tempatnya ada ditengah setiap nomor dari 1 sampai 20."
Adrine masih berusaha untuk mencerna penjelasan dari Heyto. Wajahnya masih terlihat seperti memikirkan sesuatu.
"Tunggu sebentar! Apakah semakin kecil angkanya maka tempatnya akan semakin berada semakin ditengah dan mendekat dengan angka 0?"
Adrine langsung menduga hal tersebut ketika selesai mendengarkan penjelasan dari Heyto. Menurutnya itu adalah hal yang cukup masuk akal. Dan dari wajah Heyto yang sedang tersenyum tipis, ia mengira kalau tebakannya itu benar.
"Ya, kau itu pintar menebak. Dan itu hanya menurut sepengatahuanku saja. Tempatnya itu seperti membentuk spiral dan kekuatannya berada ditengah."
Setelah itu, Adrine terpikirkan sesuatu hal lagi tentang Menara Aliran Bayangan Bertingkat. Ia sangatlah penasaran dengan hal tersebut.
"Bagaimana cara kerja Plakat Penentu?"
Wajah Heyto langsung berubah seketika itu. Ia seperti tak yakin dengan jawabannya lagi kali ini.
"Aku tak yakin ini benar, Plakat Penentu akan mendeteksi energi spiritualmu dan akan menentukan berapa nomor yang akan kau dapatkan. Tapi yang pasti, nomornya akan tertera pada plakatnya dan mengeluarkan angka secara acak."
Adrine mulai mengerti sedikit tentang menara tersebut. Heyto juga sudah tahu kalau Adrine memahami penjelasannya hanya dari melihat ekspresi wajahnya.
"Oh iya, bagaimana caranya aku tahu kalau semisalnya aku naik lantai?"
Adrine masih menanyakan hal kecil yang menurutnya juga penting didalamnya.
"Lantai berapa yang akan kau tempati akan tertera pada plakatnya. Jika kau ingin memiliki Plakat Penentu, kau harus membelinya seharga 1000 koin plasma, seharusnya kau mampu untuk membelinya."
Adrine masih tak memperdulikan tentang berapa harga yang ditentukan. Ia hanya masih penasaran bagaimana cara kerja Menara Aliran Bayangan Bertingkat itu.
"Aku tak masalah kalau itu, dan aku juga tahu kenapa teman-temanku tidak kemari, walaupun Etern punya cukup koin untuk bisa masuk kedalam. Aku hanya masih ingin tahu bagaimana cara kerja Menara Aliran Bayangan Bertingkat?"
Heyto malah menggelengkan kepalanya ketika ditanyai Adrine lagi. Ia seperti sudah lelah dengan pertanyaan yang diajukan oleh Adrine.
"Kau ini memang benar-benar orang yang penasaran ya... Memang banyak yang ingin tahu tentang cara kerjanya. Banyak juga menara yang seperti ini. Seperti Menara Cahaya Matahari Bertingkat yang ada di Perguruan Matahari Langit."
Adrine masih terus memperhatikan bagaimana Heyto menjelaskan tentang cara kerja Menara Aliran Bayangan Bertingkat. Ia sangatlah serius sekali ketika mendengarkan penjelasan dari Heyto.
"Disetiap perguruan seperti ini, biasanya hanyalah khusus untuk tingkat Keabadian. Dan untuk cara kerjanya, aliran energi yang berada didalam menara akan masuk kedalam lautan spiritual dan akan menembus Titik Meridian. Rasanya akan seperti Titik Meridianmu sedang diserang oleh energi tersebut."
Seketika itu, Adrine langsung terpikirkan tentang tujuan apa yang membuat ia ingin melakukan pertemuan dengan Heyto. Ia terpikir oleh Lapisan Segel Darah Suci yang menyelimuti Titik Meridiannya.
"Apakah itu juga bekerja untuk menghancurkan Lapisan Segel Darah Suci? Apakah bisa?"
Adrine sangatlah terkejut dan diikuti semangat yang berapi-api saat itu juga.
"Oh, itu? Aku tak tahu. Pertama kali aku menggunakan Menara Spiritual seperti ini adalah disaat aku berada ditahap Kematian. Dan aku tidak memecahkan Lapisan Segel Darah Suci dengan menara itu, aku menghancurkannya dengan sambaran petir yang langsung mengenai tubuhku."
'Ada apa dengan Adrine? Kenapa dia tiba-tiba sangat bersemangat seperti itu?' Pikir Heyto.
Menara Spiritual adalah menara yang didalamnya terdapat sebuah misteri dan hanya dipecahkan dalam kultivasi tertentu, tidak bisa lebih rendah, dan juga tidak bisa untuk yang lebih tinggi pula. Dan Menara Aliran Bayangan Bertingkat adalah Menara Spiritual tingkat Keabadian dan dikhususkan untuk kultivator tingkat Keabadian.
'Apa salahnya mencoba? Jika gagal, aku juga akan mendapatkan peningkatan. Jika berhasil, maka aku akan mendapatkan keuntungan yang berlipat.' Pikir Adrine.
Tiba-tiba Adrine tersenyum sendiri. Disaat itu, Shin kecil tidak sedang bersama dengan Adrine, ia sedang keluar dari perguruan untuk mencari hewan spirit agar mendapatkan sedikit kekuatannya kembali.
"Oh iya, aku lupa memberitahu kenapa aku ingin mengajakmu untuk bertemu. Sebenarnya, aku sudah membentuk Lapisan Segel Darah Suci dan aku harus menghancurkannya sekarang juga. Maka dari itulah aku harus menemuimu untuk menanyakan saran."
Adrine pun berterus terang kepada Heyto. Dan Heyto sendiri juga sedikit kaget karena hal tersebut, tapi langsung memakluminya karena memang menurut pendeteksi kultivasi milik Taro, Adrine sudah mencapai tahap Kematian level-4 kelas puncak, dan wajar kalau Adrine ingin menanyakan tentang Lapisan Segel Darah Suci.
"Ah, kau itu cepat sekali. Berapa bulan kau membentuknya?"
Heyto sangat memuji Adrine. Ia merasa kalau Adrine memanglah jenius yang hebat.
"5 bulan. Aku membentuknya selama itu. Dan sekarang aku harus memikirkan bagaimana cara aku menghancurkan segelnya."
Heyto sudah mulai mencerna alasan kenapa Adrine mengajaknya bertemu, dan kini ia sedang memikirkan solusinya.
"Kau sendiri pasti sudah tahu apa itu Lapisan Segel Darah Suci, dan apa yang akan terjadi jika kau menghancurkannya. Oh iya, karena namanya lapisan, segel itu mempunyai lapisan tersendiri. Ada 2 lapisan, yaitu lapisan luar dan lapisan dalam. Kau akan sepenuhnya dinyatakan naik ketahap Keberlanjutan apabila sudah menghancurkan segel lapisan dalam dan membuka kesadaran bawahmu."
Walaupun kelihatannya membingungkan, namun Adrine sangat memahaminya hingga detail terkecil pun. Ia tak akan mau melewatkan apapun jika itu membahas tentang kekuatan dan kultivasi.
"Tapi kalau menurutku, energi yang akan menerobos masuk kedalam Titik Meridianmu juga akan menerobos dan menghancurkan lapisannya juga. Rasanya akan cukup sakit jika kau ingin menghancurkan Titik Meridianmu. Dan energi yang masuk kedalam Titik Meridian juga rasanya sangat sakit seperti ditusuk-tusuk."
Adrine langsung merasa terkejut, namun hatinya merasa kalau dirinya sedang akan dihadapkan dengan tantangan yang menarik jika ia masuk kedalam menara tersebut.
"Terima kasih atas informasinya. Aku akan masuk kedalam dan ingin sesegera mungkin naik tingkat. Jika berhasil, ini akan sangat berguna dan bermanfaat bagi diriku, bukankah begitu?"
Adrine langsung berdiri dan ingin pergi seketika itu juga. Heyto hanya mengangguk sambil tersenyum tipis disaat melihat wajah Adrine yang sangat semangat itu.
"Baiklah. Sementara kau masuk, aku akan pergi dulu. Semoga kau mencapai lantai tertinggi, berusahalah!"
Heyto menyemangati Adrine. Lalu ia pun berdiri dan beranjak untuk pergi meninggalkan Adrine.
"Terima kasih, sampai jumpa!"
Adrine melambaikan tangan sambil mengatakan hal tersebut. Heyto pun membalasnya dengan melambaikan tangannya juga.
'Master Heyto, aku hanya akan menunjukkan keceriaanku didepanmu saja. Dirimu sudah kuanggap sebagai orang tuaku, semoga kau baik-baik saja!' Pikir Adrine.
Adrine sangat berharap agar Heyto baik-baik saja, karena Adrine sudah menganggapnya sebagai orang tuanya, orang yang paling dekat dengannya, begitu juga dengan teman-temannya termasuk Etern.
Adrine pun masuk dan membeli Plakat Penentu. Ia pun langsung langsung berfokus pada angka yang akan muncul pada plakatnya.
Nomornya masih bergerak secara cepat dan acak. Adrine semakin tak sabaran ketika melihat nomornya bergerak semakin lambat.
Setelah beberapa saat, nomornya pun melambat selambat mungkin dan akhirnya berhenti. Adrine pun bisa melihat berapakah nomor yang ia dapatkan.
"Ini? Apakah aku benar-benar mendapatkan nomor ini?"
Adrine terlihat seperti sedang tak percaya kalau ia sedang mendapatkan sesuatu. Ia seperti sedang mendapatkan angka yang kecil sehingga ia mendapatkan kejutan yang sangat mengejutkan.
"Aku... Mendapatkan nomor 00?"
Bersambung!!