
TRIIING!!
Serangan dari Adrine telah ditangkis oleh sebuah pedang. Tetapi yang menangkis bukanlah Ray, melainkan seseorang dari rasi bintang Lynx.
"Beraninya kau mengganggu pertandinganku dengan Ray! Kau ini tak takut mati?"
Wajah Adrine tak menunjukkan ekspresi yang takut sama sekali, justru wajahnya menatap seperti menantang untuk melawan Alfian. Alfian juga tak menunjukkan ketakutan sama sekali saat melihat Adrine.
Pedang yang posisinya sudah berada di pinggangnya, dipegang seperti siap untuk menyerang. Lalu Alfian mengedipkan matanya dan menatap wajah Adrine kembali. Alfian yang berjongkok, perlahan berdiri dan pedangnya semakin erat dipegangnya.
"Kurasa kau menerima tantanganku!"
Kaki kiri Alfian menjadi dibelakang kaki kanannya. Tangannya sudah mulai mencabut pedangnya.
CKLAK!! SRIIING!!
Suara dari pedangnya yang tercerabut dari sarung pedang yang ada di pinggangnya.
TRAANG!!
Pedang Alfian diayunkan kearah Adrine, dan Adrine menangkisnya menggunakan belatinya. Adrine melangkah mundur untuk mengurangi jarak serang dari Alfian. Pedang Alfian yang panjang membuat jarak serangan Alfian menjadi bertambah.
"Kau lebih kuat dibandingkan Ray."
"Satu level."
Dengan singkat, Alfian hanya menjawab 2 kata saja. Alfian menundukkan kepalanya dan melihat pedangnya yang berada didepan kakinya.
Lalu Alfian kembali menatap Adrine dan menyerangnya. Adrine menangkis serangan dari Alfian satu persatu. Adrine menjadi terpojok karena serangan dari Alfian yang cepat. Hal tersebut juga untuk melihat seberapa kuat kemampuan Alfian. Adrine juga tak mau memperlihatkan kemampuannya.
TRAANG!! TRAANG!!
Adrine terus menangkis dan tidak menyerang balik. Adrine menjadi sedikit kewalahan karena kalah kultivasi dari Alfian. Walaupun kemampuan Adrine dan Alfian hampir setara, tetapi energi Adrine dan Alfian tetaplah berbeda dalam hal kepadatan dan kapasitas.
"Aku tahu kau mampu, tapi kau hanya membatasi pergerakanmu saja agar aku tak tahu kemampuanmu."
'Apa? Dia tahu kalau aku membatasi kekuatanku?' Pikir Adrine.
Adrine terkejut kalau Alfian tahu tentang Adrine yang menyembunyikan kemampuannya.
"Keluarkanlah kekuatanmu yang sebenarnya, aku hanya ingin tahu."
Adrine hanya tersenyum saja walaupun rahasianya sudah diketahui. Lalu Adrine menggunakan topeng yang menutupi wajah sebelah kirinya dan jidatnya untuk menutupi mata jiwanya.
'Kenapa dia menutupi wajah sebelah kirinya? Pasti ada sesuatu.' Pikir Zizi.
Zizi langsung mencurigai Adrine setelah menggunakan topeng yang menutupi wajahnya.
"Majulah!!"
Adrine menjadi tak takut setelah mengaktifkan mata jiwa kirinya. Dalam penglihatannya, Adrine melihat bahwa energi didalam tubuh Alfian masih sangat banyak.
'Anak ini lumayan juga.' Pikir Alfian.
Adrine yang melihat adanya kesempatan, langsung menyerang balik Alfian. Adrine berhasil membuat Alfian menjadi terpojok.
Dalam menggunakan kemampuan berpedang, mereka harus bisa membaca pergerakan lawan agar bisa menyerang balik terhadap lawan. Adrine yang menyadari hal tersebut langsung mengeluarkan teknik Dead Silent agar pergerakannya tak bisa terbaca.
"Nah, kalau begini akan seru."
Adrine hanya tersenyum saat Alfian berkata seperti itu. Alfian mulai menyerang yang acak.
"Kau itu kuat, kenapa kau tidak mengeluarkan seluruh kekuatanmu?"
Alfian masih penasaran, kenapa Adrine tidak mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya.
"Kekutan utama ku ada dipedangku."
Adrine ingin Alfian terfokus pada pedang yang ada ditangannya.
"Lalu?"
"Pedangku hanya digunakan untuk melawan orang yang pantas."
Adrine bermaksud untuk menghina Alfian.
"Kau pikir aku tak pantas?"
Alfian sedikit merasa terhina dengan perkataan Adrine. Ia mengira kalau Adrine itu sedang mengatakan dirinya itu tidak pantas sama sekali.
"Ya."
"Hehe, kalau begitu aku juga akan serius dan benar-benar akan mengalahkanmu."
"Sombong sekali kau. Tunjukkan saja kemampuanmu yang kau sembunyikan!"
Lalu Adrine bertransformasi menjadi Raven dan muncul sayap Raven dibelakang punggung Adrine.
"Apa itu? Apa kau iblis?"
"Kau bilang aku harus menunjukkan kemampuanku... Inilah kemampuanku yang sebenarnya."
Alfian tersenyum tips mendengar hal tersebut. Ia langsung mengeluarkan sebuah energi yang akan membentuk sebuah teknik.
"Hmm... Baguslah, ayo kita bertarung. Kau pantas, maka rasakan kemampuan pedangku, CAHAYA SERIBU PEDANG!!"
Alfian mengeluarkan teknik pedangnya yang membuat kloning pedangnya yang terbuat dari cahaya dan jumlahnya sangatlah banyak mengelilingi tubuhnya.
"Teknik apa ini?"