
"Memangnya kenapa kalau kami belum melewati ujiannya?"
Tagon sedikit tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Zeno. Adrine justru senang melihat wajah mereka yang malu karena perkataan Zeno.
"Tak apa, hanya tanya saja."
"Grrhh..."
Zeno hanya tersenyum santai, tetapi Jagon dan Tagon sangat kesal dengan sikap Zeno.
"Oh iya tuan muda, maaf. Sebentar lagi, saya harus pergi menyusul kakak saya yang sedang dalam misi."
Nicho menoleh.
"Kau betul juga, aku hampir lupa kalau kau ada urusan. Kapan kau akan berangkat?"
"Setengah jam lagi, bagaimana tuan muda? Apa aku bisa bersiap-siap sekarang?"
Adrine sebenarnya juga penasaran tentang misi kakak dari pendekar Zeno. Tetapi, rasa penasaran Adrine tentang identitas kakak dari pendekar Zeno lebih besar dibandingkan dengan rasa penasaran Adrine tentang misi pendekar Zeno dengan kakaknya.
"Oh ya, maaf kalau saya lancang. Saya hanya ingin tahu siapa nama dari kakak pendekar Zeno."
"Maaf, tetapi ini adalah rahasia. Identitas tentang kakak ku sekarang sedang dirahasiakan."
"Apakah itu termasuk identitasnya juga?"
"Ya."
Nicho yang melihat itupun angkat bicara.
"Tak apa, hanya satu kosa kata saja, apa itu masalah, pendekar Zeno?"
"Iya, misi ini tergolong tingkat sangat rahasia dalam rasi bintang, dan menurut Monarch sendiri, misi ini bisa menjadi misi suci."
"Ayolah!"
"Hmm... Oke, karena tuan muda memaksa. Nama dari kakak saya adalah Reno, pencapaian tingkat Kesempurnaan, tahap kehancuran level-3. Selisih 4 tahun denganku."
"Wow, hebat sekali."
"Dan lagi, tentang misinya..."
"Ah?"
Adrine terkejut ketika Zeno akan menyebutkan misi yang diterimanya dengan kakaknya. Adrine sadar tentang statusnya sendiri. Adrine tak mau mendengar informasi yang bukan haknya untuk didengar.
"Tak usah, aku hanya ingin tahu tentang namanya saja."
"Tak apa, aku tahu kalau kau itu bukanlah orang yang membocorkan informasi. Dengarkan!!"
"Baiklah kalau begitu."
Adrine terpaksa harus menerima informasi penting dari Zeno. Adrine juga dipercayai oleh Zeno dan Nicho untuk menyimpan informasi penting tersebut untuk dirinya sendiri.
"Dengarkan!! Kakakku, Reno sedang dalam misi mengawasi orang-orang dari rasi bintang Aquila dengan beberapa rasi bintang lainnya dalam sebuah percobaan dan penelitian tentang kultivator elemental nuklir elektromagnetik disebuah tempat rahasia."
Zeno mengucapkan informasi tersebut dengan sangat pelan dan cepat agar orang-orang dari rasi bintang Aquila yang jadi mata-mata atau sebagainya dan seperti Ray dan kedua bodyguardnya tidak mengetahui tentang misi pendekar Zeno dengan kakaknya.
"Apa? Nuklir?"
"Itu bukan nuklir biasa. Nuklir elektromagnetik adalah nuklir yang memiliki medan magnet yang kuat yang memperkuat dan memperluas radiasinya. Dan satu lagi, pengguna elemental nuklir itu sangatlah langka, apalagi dengan percobaan nuklir elektromagnetik."
"Cukup! Sudah cukup! Informasi ini sudah cukup bagiku, aku tak mau menyimpan informasi rahasia lebih banyak lagi, apalagi kalau aku ini adalah orang luar dari rasi bintang Orion. Terima kasih atas informasinya."
"Baguslah, kau adalah bocah yang sadar diri, aku suka kau."
Adrine tersenyum senang karena dipuji oleh pendekar Zeno. Nicho juga senang dengan Adrine yang tak terlalu ingin tahu tentang rahasia orang lain.
"Oh iya tuan. Setelah ini, adik saya, Veno akan datang sebagai pengganti saya. Sekarang Veno telah mencapai pencapaian tahap Nirvana Alam Pertama Level-3 dan sudah selesai dengan ujiannya, hanya tinggal bermeditasi lebih lagi agar bisa menembus tingkat berikutnya."
"Ya, terima kasih."
Adrine sebenarnya agak penasaran dengan keluarga Zeno. Ada beberapa hal yang cukup membuat penasaran tentang Zeno itu sendiri.
"Maaf pendekar Zeno, berapa saudara anda?"
"Hanya kakakku, Reno dan adikku, Veno. Semuanya adalah kultivator pedang, tapi Veno juga seorang mage tipe summoners sepertimu dan kakakku adalah seorang assassin."
"Oh!?"
Sebenarnya, Zeno juga punya pertanyaan tentang Adrine yang terpendam dari tadi. Ia memanfaatkan waktu ini sebagai pertanyaan terakhir untuk hari ini mereka bertemu.
"Namamu Adrine, betul?"
"Ya."
Adrine mengangguk.
"Aku mau tanya kepadamu, dimana kau menemukan pasukan ini? Bukankah ini adalah Fire demon of death? Aku bahkan tak tahu bisa mengalahkannya atau tidak."
"Haha, aku mendapatkan jiwanya disaat perburuan pada ujian sebelumnya. Entah bug atau bagaimana, aku bisa menjadikannya sebagai pasukanku."
Adrine hanya beralasan agar tak ada yang curiga dengan Purgatory Demon dan kekuatan tersembunyi milik Adrine.
"Haha, iya kau benar. Mungkin bug."
Disaat mereka sedang tertawa karena bug sebagai alasan Adrine untuk menyembunyikan rahasia mata ketiganya, Zeno teringat akan sesuatu yang sepertinya telah direncanakan oleh Nicho dengannya.
Zeno mengusir Ray dan Alfian beserta para bodyguardnya masing-masing. Merekapun pergi karena diusir oleh Zeno.
"Lihat saja, tunggu kau Zeno!!"
Jagon malah tak tahu diri dengan kondisinya. Tetapi Zeno hanya tersenyum sinis melihatnya yang hampir sekarat.
"Oh ya tuan Adrine..."
"Tak usah memakai tuan, aku tak terbiasa dengan panggilan itu, apalagi seharusnya aku yang memanggilmu dengan sebutan tuan."
"Haha, lupakan. Kembali ke topik, saya dengan tuan muda Nicho sedang ingin memberi anda sebuah artifak sebagai hadiah telah membela dan membantu tuan muda Nicho."
"Ah, itu hanya kejadian kecil, lupakan!"
"Tetapi, ini telah kami lakukan karena keberanian anda yang telah menyelamatkan Tuan muda Nicho. Terimalah pedang ini dari kami. Pedang ini bernama Pedang Jiwa Neraka. Mohon diterima!"
"Adrine, itu adalah artifak tingkat sejati. Kau bisa menjadikan Pedang Api Hitam Ashura lebih tangguh daripada yang sekarang ini dan memperkuat kekuatan api dan kegelapan dalam Pedang Api Hitam Ashura."
"Apa? Aku tak bisa menerima artifak dengan tingkat sejati, ini adalah suatu benda yang sangat berharga."
"Tak apa, terimalah. Kami juga memberikan satu batu artifak yang mungkin akan berguna bagi anda. Ini adalah Batu Petir Ukiran Iblis, artifak batu tingkat sejati peringkat 8."
DEG!!
"Oh iya aku baru ingat, kalau artifak berjenis batu itu punya peringkat dari peringkat 1 yang terlemah sampai 8 yang terkuat. Dan ini adalah peringkat 8? Luar biasa, hadiah dari kelompok rasi bintang memanglah berbeda."
"I... Ini... Ini tak perlu tuan pendekar Zeno, Nicho."
"Ambil saja, kalau tidak kau akan membuat kami kecewa."
Adrine menghela nafas panjang.
"Baiklah, akan aku terima. Sebagai gantinya, akan aku berikan rahasiaku yang paling penting dan tertutup yang tak boleh diperlihatkan kepada siapapun. Lihatlah kedua mataku dan dahi ku baik-baik dan jangan beritahu siapapun, ingat hanya kalian yang tahu!!"
Adrine menunjukkan rahasia 3 mata jiwanya sebagai ganti rahasia yang telah diberitahu tentang misi mereka dan hadiah artifak yang luar biasa. Lalu Adrine membuka topeng zirahnya yang menutupi mata kirinya dan dahinya.
"I... Itu... Matanya..."
"Mohon tenang tuan muda, ini adalah informasi rahasia dengan tingkat diatas keramat, mungkin tingkat illahi. Apapun yang terjadi, anda harus bisa mengendalikan emosi, ekspresi, dan nada suara anda."
Bahkan Zeno sangat tahu, bahwa mata jiwa yang lebih dari satu adalah informasi rahasia yang setingkat keramat.
"Ya, seperti yang kalian ketahui, aku punya 3 mata jiwa."
"I... Ini... Tuan, apa boleh hal ini diberitahukan kepada Monarch dari rasi bintang Orion?"
"Jangan! Jika mau, paksa Monarch mu itu membawaku untuk berhadapan dan menemuinya secara 4 mata. Kalau dia mau, katakan mata jiwaku lebih dari satu dan dengan satu syarat, yaitu tadi, paksa dia untuk membawaku menemuinya."
"Baiklah, ini adalah informasi rahasia tingkat illahi. Akan ku sampaikan kepada Monarch ku."
"Dan lagi, lihatlah skill dari artifak mata jiwa kiri ku! Ini adalah artifak yang tingkatannya dan keberadaannya tak pernah ada sekalipun."
'Apa?'
Artifak yang diterima oleh Adrine dari Zeno dan Nicho, telah dihisap oleh sebuah kitab hitam yang agak kusam. Lembaran kitab tersebut terbuka dan Pedang Api Hitam Ashura terbang mendekati kitab tersebut. Lalu, Pedang Api Hitam Ashura bercahaya gelap tetapi agak menyilaukan mata.
"A... Apa yang sedang terjadi?"
"Kau tahu pendekar Zeno, kitab yang tadi itu menghisap semua artifak yang kau berikan dan memperkuat pedang ini dengan kekuatan dari semua artifak tadi."
"Tak mungkin!! Ini adalah informasi rahasia tingkat illahi lagi, cepat simpan semuanya agar tak ada yang tahu."
"Iya, jagalah dan katakanlah kepada Monarch dari rasi bintang Orion. Ini adalah informasi rahasia tingkat illahi."
Zeno mengangguk.
Tingkat Informasi Rahasia dan Misi :
Rahasia Umum
Rahasia Penting
Tinggi
Lanjutan
Suci
Keramat
Illahi
Dan juga setiap tingkatan mempunyai kelas tersendiri.
Kelas awal
Kelas menengah
Kelas atas atau akhir
Kelas puncak
Jelas diatas juga kelas yang membagi level kultivasi, seperti Adrine sekarang, tingkat Surgawi tahap Tulang level-1 kelas awal.
Dan untuk misi yang sedang dilakukan oleh Zeno dan Reno adalah misi rahasia tingkat Lanjutan kelas puncak.