Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Percakapan (2)


"Siapa itu?" Tanya Adrine yang sedikit tak senang mendengar ada orang yang punya artifak dengan tingkatan yang lebih kuat darinya.


"[Namanya adalah Tritan. Walaupun bukan berada diperguruan murid dalam, dia mendapatkan artifak tingkat semesta.]"


"Bukan diperguruan murid dalam? Lalu dimana dia?" Tanya Adrine yang merasa agak bingung.


"[Tritan adalah murid inti VIP diperguruan Bayangan Langit.]"


"Berarti dia adalah seniorku." Ujar Adrine dengan nada yang sedikit agak takut.


"Lebih baik aku sambung dengan latihan saja. Untuk sekarang, aku harus keluar dan menemui Etern terlebih dahulu agar dia tak khawatir." Ujar Adrine.


Lali, Adrine keluar dari dimensi tersebut. Adrine langsung bergegas menuju kerumah Etern. Dengan sangat cepat Adrine sudah sampai dirumahnya. Dan ternyata Etern berada diluar rumahnya untuk menunggu Adrine dan sedikit berlatih pada waktu sebelumnya.


"Hei, apa kau sudah dari tadi menungguku?" Tanya Adrine.


"Sudah dari tadi aku ingin memukulmu. Kau darimana saja? Katanya kau tak kemana mana, tapi kenapa lama banget?" Tanya Etern dengan wajah yang sedang mengkhawatirkan kondisi Adrine.


"Sudahlah, lupakan itu. Kita berkultivasi saja bagaimana?" Ujar Adrine.


"Ya." Etern pun tak menolak ajakan Adrine.


Mereka berdua pun masuk kedalam dimensi pelatihan milik Adrine. Selalu saja, saat Adrine masuk kedalam dimensi pelatihan tersebut, energi pada sekeliling semakin pekat. Padahal energi tersebut selalu digunakan Adrine dan Etern untuk berkultivasi, walaupun selalu diisi ulang dengan pil yang telah mereka konsumsi.


SETELAH 1 BULAN BERLALU


Disaat Adrine sedang berkultivasi, Adrine selalu diam diam bangun untuk berlatih mata jiwanya yang sebelah kanan. Adrine pun juga berlatih formasi mental agar kemampuannya tak menurun. Selain hanya berkembang, Adrine juga sudah mampu mengaktifkan mata jiwanya yang sebelah kanan walaupun menurutnya belum sempurna.


"Hei Adrine. Aku tahu, selama aku berkultivasi, kau diam-diam bangun dan sedang berlatih iya kan?" Tanya Etern.


"Bagaimana kau tahu?" Tanya Adrine yang terkejut mendengar Etern berkata bahwa ia melihat Adrine diam-diam bangun dan berlatih.


"Aku tahu ya tahu." Ujar Etern yang tak mau memberi tahukan bagaimana cara Etern tahu kalau Adrine berlatih.


"Itu terserah kau sekarang. Yang penting aku sekarang tak mendapatkan kemajuan sedikitpun dipuncak pencapaian Indera Kedelapan level ke-3. Bagaimana caraku agar mengatasi hal ini?" Tanya Adrine dengan wajah cemas.


"Itu hal yang wajar saat kau berada dipuncak sebuah tingkatan kultivasi." Ujar Etern dengan tersenyum lembut.


"Wajar bagaimana? Aku sekarang terhambat, apakah itu hal yang wajar?" Tanya Adrine dengan emosi yang meluap-luap.


"Pencapaian Indera Kedelapan adalah pencapaian terakhir pada tingkatan pencapaian duniawi. Disaat kau sudah sampai dipuncak pencapaian tersebut, kau harus mencari inti jiwa dari hewan buas untuk kau melanjutkan kultivasimu." Ujar Etern menjelaskan.


"Berarti aku tak akan maju kalau aku tak mencari inti jiwa dari hewan buas?" Tanya Adrine.


"Ya. Selain itu, kekuatan dari hewan buas yang kau bunuh harus sangat kuat, karena itu akan mempengaruhi kualitas kekuatanmu nanti disaat kau berada ditingkatan berikutnya." Ujar Etern.


"Lalu, bagaimana aku bisa tahu hewan buas tersebut kuat atau tidak." Ujar Adrine yang masih tak paham.


"Nanti kau juga akan bertarung dengan hewan buas tersebut, dan kau juga akan tahu seberapa kuat hewan buas tersebut. Dan warna dari inti jiwa hewan buas akan berbeda setiap kekuatannya." Ujar Etern menjelaskan lagi.


"Oh, jadi begitu ya?"