
Kelompok yang hampir menipu Adrine dan Reina kini telah selesai diurus. Mereka berdua telah merekam apa yang kelompok itu lakukan pada mareka dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang. Kejadian yang terjadi memanglah cukup rumit.
Selepas itu, mereka berdua segera menuju ke kota Yunsha dan mereka sampai setelah berjalan dalam beberapa menit.
Adrine dan Reina melihat begitu banyak pemuda pemudi dengan tingkat kultivasi yang tidak seharusnya. Kota Yunsha memang mulai melemah, bahkan mereka yang berusia 30 tahun ke bawah pun belum mencapai tahap Nirvana.
'Pantas saja mereka begitu terancam, dengan kekuatan seperti ini bahkan mereka hampir setara dengan sekte kecil yang baru terbentuk," batin Adrine.
Dia dan Reina segera menuju ke tempat yang telah dijanjikan, yakni balai kota.
Sesampainya mereka di sana, mereka berdua melihat beberapa pemuda dengan peluang yang lebih menjanjikan. Ada beberapa orang yang memiliki kultivasi pada tahap Penciptaan ke atas dengan umur yang belum menyentuh lima puluhan.
'Mereka mungkin adalah aset berharga dari kota kecil ini,' batin Adrine dan Reina.
Setelah itu, mereka bertemu dengan seseorang yang mengaku bahwa dirinya lah yang mengundang mereka berdua. Orang itu berbasa-basi dan menawarkan beberapa makanan, tetapi Adrine lebih memilih untuk langsung ke intinya saja.
Pria itu mengaku bahwa dia adalah salah satu petinggi yang dipercaya untuk mengurus keamanan kota Yunsha. Kultivasinya berada di tingkat Permata tahap Keunikan. Namanya adalah Neil Kazuki. Petinggi itu mengenakan pakaian formal, yakni jas hitam, sepatu hitam, dan berdasi biru.
Pria itu tersenyum, "Aku minta kalian berkenalan terlebih dahulu dengan orang-orangku," pintanya.
Tepat setelah itu, tiga orang dengan wajah yang ditutupi oleh masker dan pakaian bertudung berwarna hitam. Mereka adalah mata-mata kota Yunsha yang dikirim khusus untuk mengawasi Sekte Mata Emas. Sekte itulah yang ingin mengambil alih kota Yunsha.
Tugas yang diberikan kepada Adrine adalah untuk mencelakai pangeran keenam dan membunuh pangeran ketujuh.
Ketiga orang sebelumnya memberikan informasi yang lebih banyak kepada Adrine. Dikatakan bahwa kedua pangeran memiliki basis kultivasi yang hampir sama. Pangeran keenam berada di tahap Nirvana Alam Pertama level-1 kelas akhir sementara pangeran ketujuh berada pada kelas awal.
Dan hal lain yang berbeda adalah pangeran keenam memiliki pemahaman teknik sihir yang sangat banyak. Sedangkan pangeran ketujuh berfokus pada kultivasi penguatan tubuh dan penguasaan senjata.
Adrine juga diberitahu tentang sifat dan kebiasaan dari kedua pangeran tersebut.
"Alasan kenapa aku meminta kalian untuk melakukan itu adalah karena mereka berdua memiliki potensi yang terbilang cukup cemerlang. Hampir keduanya memiliki daya potensi tinggi ke bawah, mereka adalah bencana bagi kota ini di masa mendatang!" ucap tuan Kazuki dengan tegas. Sebenarnya dia hanya geram dengan perkembangan dari Sekte Mata Emas saja.
Reina melangkah maju dan menegaskan tentang suatu hal. "Anda tak perlu khawatir, aku adalah ahli di tahap Nirvana Alam Pertama level-3 kelas akhir dengan potensi tinggi ke bawah dan rekanku ini mempunyai kultivasi yang lebih rendah dariku, Nirvana Alam Pertama level-1 kelas puncak," jelasnya.
Tuan Kazuki sudah tahu akan kultivasi keduanya. "Jadi kau adalah pilarnya, bukan begitu?" tanyanya.
Reina menggeleng, "Maaf, tetapi rekanku inilah yang menjadi pilarnya."
Itu membuat tuan Kazuki terkejut. Kemudian Adrine menjelaskan sesuatu bahwa dirinya memiliki potensi tinggi teratas, dan kemampuan serta pengalaman bertarungnya lebih mumpuni dibandingkan rekan wanitanya.
"Tak kuduga ada seorang ahli sepertimu, kau juga masih begitu muda," ujar pria berjas hitam itu.
Adrine sebenarnya menyembunyikan fakta bahwa ia memiliki daya potensi supreme. Potensi tinggi teratas hanyalah tiga tingkat di bawah supreme dan sebagai kedok belaka.
Lalu tuan Kazuki mengajak Adrine ke sebuah restoran untuk menjamunya, begitupun dengan Reina.
"Lalu bagaimana caramu untuk melakukan tugasmu itu?" tanya tuan Kazuki.
"Sederhana saja, pangeran ketujuh sangat percaya diri dan congkak atas kemampuannya. Dengan sedikit menyinggung keinginan pangeran itu, bisa membuatnya menantangku melakukan pertarungan hidup dan mati," jawab Adrine.
"Tapi kau berada di wilayah Sekte Mata Emas, kau tak bisa asal membunuh begitu saja. Lagipula itu adalah sekte, bukan kota, tempat yang tidak boleh asal dimasuki," tambah pria berjas itu dengan tatapan tak yakin.
Adrine hanya tersenyum, "Aku bisa dengan mudah masuk ke dalam sekte hanya dengan beberapa kata saja ... Atau mungkin yang lainnya." Dia sangat percaya dengan kemampuannya.
Petinggi kota Yunsha itu percaya dengan ucapan Adrine, setelah itu mereka membahas tentang bayarannya.
"Aku tak terlalu ingin banyak hal, jujur saja aku hanya menginginkan metode kultivasi saja," tutur Adrine.
Selepas itu, Reina juga mengutarakan keinginannya. Dia menginginkan sebuah artefak berupa cincin dengan tingkat yang setimpal dengan pekerjaannya. Dan jika tidak memilikinya, bayarannya dapat diganti koin plasma dengan harga yang sesuai.
"Hmm, apa kau memiliki tubuh khusus yang ketika berada di tingkat Kesempurnaan diharuskan untuk mengganti metode kultivasi? ... Ah, maaf aku terlalu penasaran padamu, apabila kau tak berkenan tidak masalah jika tak menjawabnya," ujar tuan Kazuki.
Tetapi Adrine tetap menjawab, "Ya, aku punya tubuh khusus yang ketika di tingkat Kesempurnaan harus mengubah metode kultivasi. Itu saja yang dapat kujawab."
Setelah itu, muncul seorang wanita dengan anak kecil bersamanya. Wanita itu memiliki rambut biru yang panjang. Dia lebih tinggi ketimbang para wanita seumurannya. Anak kecil yang bersamanya itu juga memiliki rambut berwarna biru.
Adrine dapat melihat kultivasi wanita tersebut, dia berada di tahap Penciptaan level-1 kelas menengah.
"Adrine! Gadis itu memiliki Tubuh Naga Azure. Jika kau berkultivasi dengannya, itu akan membuah hasil yang luar biasa."
Tubuh Naga Azure adalah tubuh yang memiliki unsur netral, bukan Yin maupun Yang. Alasan kenapa roh Naga Bintang Api menyarankan Adrine untuk mendapatkannya adalah Tubuh Yin-Yang juga dapat berinteraksi dengan tubuh yang tak memiliki kedua unsur Yin-Yang.
Tetapi Adrine akan dikira bahwa dia hanya menginginkan wanita. Roh Naga Bintang Api pun memberinya sebuah alasan menarik.
Adrine terdiam sejenak sembari memejamkan matanya. "Sejujurnya saya menginginkan wanita yang ada di sana itu," ujarnya sembari menunjuk wanita berambut biru sebelumnya.
"Apa?!"
Tuan Kazuki dan Reina terkejut.
"Kau ... Apa maksudmu itu?" tanya Reina.
Lantas wanita berambut biru yang dimaksud Adrine barusan menoleh. Dia terkejut, wajahnya begitu manis dan imut ketika melihat. Lantas ia segera memalingkan wajahnya. Adrine cukup terkejut dan wajahnya terpana melihat kecantikan wanita berambut biru itu.
Lelaki berjas hitam sebelumnya menggelengkan kepalanya dan kembali menatap Adrine dengan serius.
"Tuan, bukankah kau sudah menetapkan bayaranmu tadi?" tanyanya bingung.
Adrine mendehem, "Lupakan itu! Aku menginginkan gadis itu, sebagai gantinya kalian dapat meminta lebih dari apa yang sebelumnya kalian cantumkan," tuturnya.
Tetapi petinggi kota Yunsha itu menolak. Katanya gadis bernama Naithi itu adalah salah satu pemudi yang menjadi aset penting kota Yunsha. Itu karena pemuda pemudi dari kota tersebut yang berhasil menembus ke tingkat Kesempurnaan hanya berjumlah dua puluhan saja, jelas jumlah sangat sedikit.
"Bagaimana kalau kutawarkan ini?!" tanya Adrine dengan tegas. Sebenarnya remaja ini tak terlalu menginginkan gadis berambut biru sebelumnya, hanya saja roh Naga Bintang Api terus saja membujuknya, itu sangatlah berisik.
Adrine menawarkan dua buah artefak tingkat Sejati dan satu di tingkat Suci, serta menawarkan dua buah pil tingkat Semi Surgawi, Pil Potensi Emas.
Tuan Kazuki benar-benar terkejut, benda-benda itu adalah sesuatu yang setimpal dengan pertukarannya, hanya saja akan menguntungkan satu pihak. Maka dari itu Adrine meminta untuk membawa anak lelaki yang bersama dengan Naithi.
"Tuan, apa yang sebenarnya kau inginkan? Kami hanya memintamu untuk membunuh orang saja, kenapa sekarang malah terlihat seperti perdagangan saja?"
Adrine menjawab, "Perdagangan? Bukankah apa yang kita lakukan ini memanglah seperti itu? Jual beli bukan hanya berlaku pada benda saja, jasa pun dapat diperjualbelikan. Dan sekarang kau meminta jasaku untuk membunuh orang, benar bukan?"
Pria berjas itu tak dapat berkata-kata lagi, sementara gadis bernama Naithi tadi datang menghampirinya.
"Tuan, apa kau menjualku?" tanya gadis tersebut.
Orang yang ditanyainya itu tak menjawab dan hanya menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
"Bisa dikatakan seperti itu," sahut Adrine tiba-tiba. "Tapi ... Setelah satu setengah tahun, kau bisa memutuskan untuk kembali ke sini ataupun tetap bersamaku. Dan aku dapat meyakinkanmu ketika kau kembali, kau sudah menjadi jauh lebih kuat, potensimu yang hanya tingkat menengah saja akan naik menjadi menengah ke atas ... Tidak! Mungkin saja Tinggi ke bawah," tambahnya.
Kalimat barusan tak membuat Naithi berpaling dari pertanyaan yang dilontarkannya tadi kepada pria berjas di depannya.
" ... Kau bebas membenciku sampai akhir hidupmu! Itu benar, aku menjualmu,"
Jawaban tuan Kazuki membuat Naithi menangis, dia tak dapat berbuat apa-apa lagi. Itu semua dilakukannya semata-mata untuk mensejahterakan kotanya, melepaskan seorang gadis demi membahagiakan lebih banyak orang.
"Jika itu benar ... Hiks ... Aku tetap tak akan membencimu, aku memang telah hidup di bawah naunganmu sejak kedua orang tuaku tiada ... Hiks ... Tak mungkin bagiku untuk membencimu, tak ada alasan untuk itu ... Hiks ... " ucap Naithi.
Anak kecil yang bersamanya itu memeluk erat tubuh gadis itu sembari menatapnya dengan tatapan sedih. Petinggi itu juga terlihat bersedih, tetapi semua itu mereka lakukan agar kota Yunsha bisa lebih makmur.
Lalu mereka bubar. Reina ikut bersama dengan tim pengintai untuk mencari lebih banyak lagi informasi. Sementara Adrine berkeliling bersama dengan Naithi untuk menjelaskan alasan kenapa dia menginginkan gadis itu. Adrine memberikan alasan yang jujur kepada Naithi.
"Kukira orang yang menerima misinya adalah orang yang baik," gumam gadis berambut biru itu.
Adrine kemudian menjawab, "Setelah satu setengah tahun kau bebas untuk pergi kemanapun kau mau."
Naithi tak tampak terhibur sama sekali, tetapi Adrine juga tak bisa memberikan alasan apapun lagi. Alasan yang berbelit-belit juga akan berujung hal yang sama. Adrine akan dikira sebagai lelaki yang suka main wanita, dia tak ingin itu terjadi. Maka dari itu dia jujur dan mengatakan apa alasannya.
"Kultivasi ganda bukan berarti kita harus berhubungan intim. Asalkan kita saling terhubung metode tersebut akan berhasil," jelas Adrine.
Gadis yang bersama dengan anak kecil itu tetap merasa enggan untuk pergi bersama pria di sebelahnya. Tetapi menurutnya demi kemakmuran kota Yunsha ia rela untuk pergi jauh bersama orang lain, sehingga sekte tetangga tak akan merasa bahwa mereka jauh lebih kuat.
Bersambung!!