Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Misi Pertama


Di perguruan Kilat Langit, Adrine menjadi murid pemula yang ada di sana, walaupun ia adalah murid tingkat Permukaan. Dalam waktu yang tak diduga, ia mendapatkan misi pertamanya yang di mana harus dikerjakan secara berkelompok dan kelompoknya juga di tentukan oleh perguruan.


Ketika waktu pada misinya tiba, Adrine telah bersiap dan berkumpul di tempat yang telah di tentukan oleh informasi dari misinya. Ia keluar dari perguruan karena misi yang di dapatnya harus berada di luar. Ketika Adrine telah berada di luar perguruan, ia melihat banyak sekali senior yang juga tengah menjalankan misi, ada yang berkumpul dan masih menunggu anggotanya yang lain, ada juga yang sudah berlari dan bergegas, dan ada juga yang masih mendiskusikan misi mereka. Adrine kini tengah menunggu seseorang yang di mana adalah pasangannya dalam misi pertamanya ini, misinya dilakukan secara berpasangan dengan seseorang. 1 kelompoknya terdiri dari 2 orang.


'Ya, mungkin saja aku yang datang terlalu cepat.' Pikir Adrine.


Lalu ia menoleh ke mana-mana untuk melihat para senior yang telah menjalankan misi mereka, Adrine berharap jika suatu saat dirinya bisa menjadi senior seperti mereka.


Adrine sudah menunggu lebih dari 10 menit, namun pasangannya itu masih belum juga datang. Para senior yang tengah berdiskusi pun juga sudah berangkat, mereka yang menunggu kawannya juga sudah mulai berdiskusi dan juga bersiap untuk menjalankan misi mereka, kini Adrine masih terus menunggu pasangannya yang belum juga datang.


KRIEEEET!!


Pintu gerbang pun terbuka.


"Oh, ternyata kau pasanganku kali ini..."


Tiba-tiba ada seseorang yang datang, Adrine tidak terkejut sama sekali karena memang ia sudah menduga kalau orang yang barusan berbicara adalah pasangannya dalam misi pertamanya.


"Sudah kuduga."


Orang itu adalah Reihan Xsue, dia lah yang menjadi pasangan Adrine dalam misi pertamanya.


"Apa yang kau maksud? Sudahlah, ayo kita bahas misi apa yang akan kita jalankan."


"Aku sudah membacanya kemarin, kita harus membereskan seluruh hewan spirit yang ada di dekat sebuah metropolis."


Reihan mengangguk.


"Ya, kota Spilleri, berada di arah selatan perguruan Kilat Langit. Kita harus membereskan di bagian terluar hutan, untuk masalah yang ada di dalam, para senior yang akan mengurusnya. Kita diberi waktu 2 hari untuk menyelesaikan misi kita."


"Katanya hewan spirit yang ada di sana rata-rata berada di tingkat Suci peringkat 4."


Reihan sedikit terkejut mendengarnya.


"Apa benar? Bukankah kita akan kesulitan kalau hewan spiritualnya sekuat itu?"


"Tenang saja, itu hanya perkiraan dari rata-rata saja. Kita di haruskan membereskan bagian terluarnya bukan? Paling kuat juga tingkat Suci peringkat 5 dan jumlah hewan spirit yang ada di sana tergolong sedikit. Menurut informasi, analisa jumlah hewan spirit yang ada di sana berjumlah sekitar 120 sampai 150, kita juga di beri waktu 2 hari untuk membereskannya, cukup banyak waktu bagi kita menyelesaikan misinya."


Adrine telah merangkum informasi dari misinya, Reihan juga sempat membaca misinya itu.


Reihan seperti masih memikirkan sesuatu terhadap misi mereka.


"Jumlahnya memang cukup banyak, tapi yang jadi masalah itu, hewan spirit yang ada di sana kebanyakan memiliki kecerdasan dan menyerang dengan sembunyi-sembunyi, misalkan Kera Bermata Emas."


Adrine cukup tahu dengan hewan spirit itu, ia seperti tidak mempermasalahkan hal itu.


"Kalau masalah seperti itu, aku punya solusinya, yang jadi masalah adalah areanya yang luas, tapi dalam waktu 2 hari kita memang bisa menyisakan banyak waktu jika kita terus menghabisi mereka tanpa henti."


Reihan sangat tidak setuju dengan pernyataan Adrine, ia menggelengkan kepalanya dengan cepat karena ketidaksetujuannya itu.


"Apa kau gila? Kita juga butuh istirahat, kalau tidak kita bisa mati kelelahan dan bisa-bisa kita dimangsa oleh hewan spirit."


Adrine kini juga menggelengkan kepalanya, namun ia tersenyum tipis pada saat yang bersamaan.


"Apa kau tahu berapa banyak sisa waktu yang kita punya kalau kita terus membunuh hewan spirit yang ada di sana? Kita masih punya sisa waktu 1 hari penuh, jadi kalau kita beristirahat pun, kita juga masih punya banyak waktu untuk istirahat lanjutan."


Reihan masih bingung dan belum mengerti dengan pemikiran Adrine. Ia memasang wajah bingung dan terus menghadap ke bawah, ia memikirkan pemikiran Adrine yang di mana belum pernah terpikirkan olehnya sama sekali.


Adrine hanya terus menatap diam Reihan.


"Sudahlah, ayo kita berangkat sekarang! Di mana kendaraan yang kau siapkan?"


Adrine segera mengingatkan untuk bersiap menjalankan misinya.


"Drone 17B2, aktifkan!"


Di saat Reihan berucap, ia juga mengeluarkan sebuah remot yang di mana adalah kendali pada drone yang dipanggilnya.


Kaca pelindung pada perguruan pun terbuka, keluar sebuah pesawat tanpa awak berukuran 20 kali manusia dewasa yang terbang melintas di atas kepala Adrine dan Reihan. Drone tersebut berhenti di depan mereka berdua dalam keadaan terbang di ketinggian setengah kaki, pintu pada drone tersebut terbuka dengan sendirinya.


"Pesawat yang canggih."


Adrine sedikit terkesan dengan drone yang ada di depannya.


"Ayo kita masuk."


Reihan pun mengajak Adrine masuk dan mereka masuk ke dalam untuk segera menuju ke tujuan misi mereka berdua, hutan di wilayah kota Spilleri.


Pintunya pun tertutup secara otomatis dan drone tersebut pun mulai terbang meninggi. Drone tersebut telah terbang dan meluncur ke tujuan yang telah ditetapkan, mengantarkan Adrine dan Reihan ke kota Spilleri.


WUUUSH!!


Drone 17B2 melesat dengan begitu cepatnya, namun Adrine dan Reihan tidak terpengaruh oleh kecepatan tinggi itu, seolah drone yang mereka naiki sedang tidak bergerak.


Mereka berdua membahas tentang misi yang akan mereka jalankan di tengah perjalanan.


"Ada 1 hal yang masih aku pertanyakan sampai sekarang."


"Apa itu?"


"Kenapa hanya kita berdua yang dikirim untuk membersihkan wilayah luar hutan di kota Spilleri? Mengapa tidak 10 atau 15 orang yang dikirim?"


Reihan pun kini juga berpikir demikian, awalnya ia sama sekali tidak terpikirkan oleh hal tersebut.


"Memang sanggup jika mengirim 2 kultivator tahap Kematian level-3 untuk membasmi ratusan hewan spirit tingkat Suci peringkat 4, tapi yang tidak masuk akal adalah waktu yang diberikan dan jumlah kultivatornya, akan masuk akal jik kita diberi tambahan 1 hari."


Adrine telah menjelaskan pertanyaan yang ada di kepalanya kepada Reihan, kini Adrine sudah tak perlu lagi berpikir sendirian.


"Kau benar juga, setidaknya kita diberi waktu sampai 3 hari untuk menyelesaikan semuanya dengan kemampuan terbatas, tapi perguruan memerintahkan kita untuk mencapai lebih dari keterbatasan kita sendiri."


"Oke, kau mulai ikut memikirkan hal yang sama denganku."


Mereka berdua pun terdiam.


WUUUSH!!


Suara Drone 17B2 yang melesat melewati angin dengan sangat cepat terdengar dengan begitu jelas, selain itu di dalamnya hanya terdapat keheningan.


"Sudahlah, ayo kita bahas yang benar bagaimana kita akan mengurus semua nantinya."


Adrine pun memulai pembicaraan lagi.


Mereka telah kembali saling berbicara dan membahas misi mereka berdua, keheningan telah terpecahkan.


Dalam setengah jam saja, mereka telah sampai. Jarak antara kota Spilleri dengan perguruan Kilat Langit sekitar 75 mil, Drone 17B2 cukup cepat bisa dengan cepatnya mencapai jarak sejauh itu dalam setengah jam.


"Kita sudah memasuki wilayah dari kota Spilleri, kita tidak terlalu diawasi karena kita adalah utusan dari perguruan Kilat Langit."


Reihan seperti mengetahui wilayah kota Spilleri ini, Adrine sama sekali tidak mengetahui tentang kota tersebut, jadi dari Reihan ia bisa tahu tentang kota Spilleri.


WUUUSH!!


Drone 17B2 masih terus melaju karena tempat yang ditetapkan belum sampai di sana.


Pemandangan kota Spilleri sudah terlihat samar-samar dari jendela yang ada di drone, Adrine cukup terkesan dengan kota yang sangat megah itu di depan matanya.


"Wow, kota Spilleri cukup megah juga ya?"


Reihan tersenyum tipis melihat Adrine yang terkagum.


"Ini baru kota Spilleri, metropolitan kecil yang ada benua Langit ini. Jika kau ingin melihat yang lebih megah lagi, ke depannya nanti kau harus mendapatkan misi di kota Lokori atau kota Stilopi, kedua kota itu adalah metropolitan yang cukup besar dan lebih megah dibandingkan dengan kota Spilleri."


"Cukup besar? Bagaimana dengan metropolitan besar?"


Reihan menghela nafasnya.


"Metropolis besar biasanya memiliki kekuasaan atas perguruannya sendiri. Mereka akan memberi tugas para murid untuk melakukan hal yang seperti kita lakukan ini, jadi tidak perlu repot-repot untuk mencari orang luar. Untuk metropolitan yang cukup besar seperti kota Stilopi, mereka juga punya perguruan, tapi itu untuk mengurus hal yang ada di dalam kota itu sendiri, mereka membayar perguruan luar seperti kita untuk membereskan masalah yang ada di sekitarnya."


Adrine sangat memahami penjelasan dari Reihan, ia tak menyangka jika ada kota yang sangat besar seperti itu.


"Oh iya, ada juga yang namanya megapolitan atau megalopolis. Itu adalah pergabungan beberapa wilayah dan beberapa metropolis besar yang wilayah kekuasaannya sangat besar, bahkan bisa disebut sebagai negara."


"Apa? Ada juga yang seperti itu?"


Adrine sangat terkejut mendengarnya.


"Sudahlah, sekarang kita akan bersiap untuk turun."


Reihan pun mengingatkan kalau Drone 17B2 telah bersiap untuk mendarat dan mereka akan turun setelah mendara pada ketinggian setengah kaki seperti sebelumnya.


WUUUSH!!


Drone 17B2 telah berhenti, ia bersiap untuk mendarat dan pintunya juga sudah terbuka secara perlahan.


SET!!


Reihan pun meloncat ke bawah dan diikuti oleh Adrine di belakangnya.


"Huuuh... Akhirnya sudah sampai."


Reihan menghela nafas panjang dan Adrine juga masih terus menatap gedung-gedung pencakar langit yang berada jauh di depan matanya.


"Oke, ternyata kita disambut oleh seseorang."


Adrine mengetahui ada seseorang yang sedang mendatanginya dan Reihan.


Reihan tersenyum seperti mengenal orang itu, Adrine terdiam dan melihat orang itu.


"Oh, halo tuan Carlos Halbert, apa kau datang menyambut kami?"


Dan benar, Reihan memang mengenal orang itu, namanya adalah Carlos Halbert.


Bersambung!!