
Adrine merasa sangat senang ketika ia berhasil menggabungkan setetes darah misterius yang berada didalam lautan spiritualnya dengan Titik Meridiannya. Dan Titik Meridian Adrine seperti terbungkus oleh lapisan berwarna merah darah. Menurutnya itu adalah hasil dari penggabungan kedua benda tadi dan hal yang bagus
Walaupun Adrine sudah menyelesaikan tujuannya, namun ia merasa ada yang aneh. Wajahnya terlihat seperti sedang kebingungan.
"Padahal aku sudah menggabungkan setetes darah tadi dengan Titik Meridianku, kenapa rasanya aku belum naik ketahap Keberlanjutan?"
Adrine sangatlah merasa kalau usahanya kali ini tidak membuahkan hasil. Apa yang ia inginkan adalah naik ketahap Keberlanjutan, namun ia tidak mendapatkannya.
"Tunggu sebentar! Secepat ini?"
Etern merasa ada yang aneh. Kenaikan Adrine begitu cepat, itu membuatnya sangat terkejut.
"Ada apa? Kurasa kultivasiku masih belum selesai, karena aku belum sampai tahap Keberlanjutan."
Adrine meyakinkan kepada Etern bahwa dirinya belum mencapai tahap Keberlanjutan, dan menurutnya itu masih belum selesai.
"Aku tahu mengapa tadi kau itu sangat senang sekali. Pasti kau sudah menggabungkan Darah Suci dengan Titik Meridianmu?"
Etern menduga kalau hal tersebut sudah terjadi, tapi memang Adrine sudah menggabungkan Darah Suci dengan Titik Meridiannya, karena setetes darah misterius yang digabungkan dengan Titik Meridian Adrine adalah Darah Suci.
"Oh... Jadi setetes darah misterius itu namanya Darah Suci, aku baru tahu. Dan ya, aku sudah menggabungkan keduanya."
Seketika setelah Adrine mengatakan hal tersebut, Etern dan yang lainnya langsung terkejut mendengarnya.
"Cepat sekali! Hanya dalam 5 bulan kau sudah menyelesaikan penggabungannya, hebat!"
Arpha masih tak percaya kalau Adrine benar-benar selesai dengan proses penggabungannya dengan waktu sesingkat itu. Walaupun yang lainnya juga hampir tak percaya, namun mereka tetap percaya karena memang sejak dulu Adrine terlihat jenius dimata mereka bertiga.
"Oh ya, kau tahu kenapa kau tidak menembus ketahap Keberlanjutan?"
Etern seperti tahu dengan apa yang terjadi pada Adrine, namun hal itu memang umum bagi siapapun. Hanya Adrine yang tidak mengetahuinya.
Adrine menggelengkan kepalanya.
"Sekarang ini pasti Titik Meridianmu seperti tertutup atau dilapisi sama sesuatu seperti bola darah, iya kan?"
Ketika Etern mengucapkan hal tersebut, Adrine langsung mengangguk. Adrine memang melihat kalau Titik Meridiannya seperti tertutupi lapisan darah. Ia sendiri merasa aneh dengan lapisan darah tersebut, karena menurutnya lapisan darah itulah yang membuat Adrine tidak naik tahap.
"Lapisan itu dinamakan Lapisan Segel Darah Suci, dan lapisan itu harus kau hancurkan jika ingin naik ketahap Keberlanjutan."
Setelah mendengar penjelasan dari Etern, Adrine langsung bersemangat lagi. Tapi wajahnya pun berubah lagi seperti orang yang kebingungan seperti tadi.
"Bagaimana caranya memecahkan segelnya?"
Etern yang tadinya terkejut karena Adrine yang tiba-tiba bersemangat, sekarang wajahnya menjadi tenang kembali saat ditanya oleh Adrine.
"Kau bisa melelehkannya atau membakarnya. Dan caranya adalah dengan membakar tubuhmu sendiri atau tubuhmu terkena hantaman yang kuat. Dan disaat kau berhasil memecahkan segelnya, nanti kau akan memiliki kesadaran bawah, atau yang biasanya disebut dengan alam bawah sadar, dan didalam kesadaran bawahmu itu akan ada yang namanya Fragmen Jiwa Bela Diri."
Adrine langsung tercengang ketika mendengar hal tersebut. Walaupun agak ragu-ragu, namun Etern mengatakannya dengan benar. Lapisan Segel Darah Suci terhubung langsung oleh sensitifitas rangsangan kesakitan tubuh seseorang.
"Baiklah, kalau begitu langsung saja, serang aku!"
Tiba-tiba saja Adrine langsung menyuruh Etern untuk menyerangnya. Walaupun awalnya Etern terlihat kebingungan, namun akhirnya ia memahami perintah Adrine.
"Aku tahu kenapa kau menyuruhku menyerang dirimu, tapi aku tak sekuat dirimu. Jadi aku tak bisa."
Seketika Etern menjawab hal tersebut, David dan Arpha juga langsung ikut mundur. Adrine sendiri juga sudah menyadari hal itu, lalu ia pun ingin memutuskan untuk pergi.
"Kalau begitu aku akan pergi. Aku ingin mencari kekuatan yang hebat hingga bisa membuatku pingsan."
Lalu Adrine pun langsung pergi meninggalkan rumahnya dan menuju ketempat yang dulu ia berpisah dengan Heyto. Dan ketika Adrine sampai ditempat tersebut, ia langsung menghubungi Heyto untuk menanyakan sesuatu.
Adrine pun berhasil menghubungi Heyto, tidak seperti dulu.
"Ada apa Adrine? Apa kau butuh sesuatu?"
"Hmm... Aku hanya ingin menemui dirimu, nanti kuberitahukan kenapa aku ingin menemuimu."
Adrine agak ragu untuk memberitahu Heyto tentang apa yang ingin ia katakan. Jadi Adrine akan memberitahukannya ketika mereka berdua bertemu.
"Baiklah, kita akan bertemu dimana?"
Ketika ditanya hal tersebut, Adrine sendiri malah bingung. Ia tak tahu dimana ia ingin melakukan pertemuan dengan Heyto.
"Aku tak tahu, kau saja yang tentukan dimana tempat pertemuan kita."
Lalu Adrine menyerahkan kepada Heyto untuk masalah tempatnya.
"Oke, koordinatnya akan kukirimkan padamu setelah ini. Akan aku tutup dulu panggilannya, lalu kau terima pesanku."
Adrine pun mengangguk, dan panggilannya dengan Heyto langsung tertutup karena ditutup oleh Heyto. Dan Adrine juga langsung menerima pesan dari Heyto yang berisikan letak koordinat tempat pertemuan mereka.
"Baiklah, aku akan kesana sekarang."
Adrine pun langsung berjalan menuju kearah yang ditentukan oleh Heyto. Awalnya Adrine masih sedikit bingung dengan dimana tempatnya, namun lama-lama Adrine menemukan tempatnya. Dan Heyto sudah menunggu ditempat tersebut.
Tempat itu mirip seperti menara tinggi yang bentuknnya mirip dengan bangunan kuno. Tema menara tersebut seperti sangat kuno yang biasa digunakan untuk berlatih.
"Maaf aku terlambat. Aku hampir tersesat tadi."
Adrine meminta maaf kepada Heyto atas keterlambatannya.
"Tak usah begitu sungkan, aku sendiri baru saja sampai, jadi tidak bisa dibilang kalau kau itu terlambat."
Heyto dengan senang hati menerima permintaan maaf dari Adrine dan membalasnya dengan senyuman lembut.
Ketika Adrine melihat-lihat tempat replika dari tempat pertemuan Adrine dengan Heyto, ia sangat merasa tidak asing dengan tempat tersebut. Dan banyak sekali orang yang mengantri untuk masuk kedalam tempat tersebut yang lebih dalam.
"Tempat apa ini? Kenapa ada banyak sekali orang yang mengantri kedalam?"
Adrine menjadi penasaran dengan apa yang ada didalamnya. Menurutnya, kenapa tempat tersebut begitu ramai, bahkan Adrine sempat melihat Roni ikut masuk kedalam. Sedangkan Heyto dan Adrine sedang duduk didepan menara itu layaknya orang yang sedang nongkrong.
"Tempat ini dinamakan Menara Aliran Bayangan Bertingkat. Banyak orang mengantri didalam untuk berlatih meningkatkan kultivasi mereka dengan cepat."
Adrine masih bingung kalau hanya mendengar namanya, walaupun sedikit paham kalau nanti pasti bertingkat kekuatannya. Heyto langsung paham dengan ekspresi wajah Adrine yang sedang bingung.
"Menara itu memiliki aura bayangan yang sangat kuat. Banyak yang mengantrinya karena pada dasarnya kebanyakan berada dilantai 1, 2, ataupun 3. Dan jumlah lantainya ada 9."
Adrine mendengarnya dengan sangat serius. Heyto menahan tawa karena melihat wajah Adrine yang sangat serius memperhatikannya.
"Kenapa harus lantai 1, 2, dan 3? Apa ada sesuatu?"
Sebenarnya Adrine penasaran dengan hal tersebut. Keramaiannya sangatlah heboh jika dilihat dari antriannya yang sangat panjang.
"Jika ingin naik lantai, seseorang harus lulus seleksi tantangan. Tantangan tersebut dinamakan dengan Tantangan Bayangan. Dan tak banyak juga yang sudah mencapai lantai 4 dan 5."
Walaupun sudah dijelaskan panjang lebar oleh Heyto, Adrine masih saja penasaran dengan sesuatu.
"Apa ada misterinya? Kenapa sampai berebutan dan mengantri sepanjang ini?"
Ketika Heyto ingin menjawab pertanyaan dari Adrine itu, ia sangat ragu-ragu. Sepertinya ia sendiri juga tak yakin dengan jawabannya.
"Maaf, aku sendiri juga kurang tahu. Tapi, setiap kali seseorang naik tingkat, pasti kecepatan kultivasi mereka juga akan bertambah. Tapi sayangnya hanya untuk orang dengan kultivasi tingkat Keabadian yang bisa memasukinya."
Ketika dijelaskan lagi, Adrine malah tambah penasaran dengan Menara Aliran Bayangan Bertingkat tersebut. Apa yang ada didalamnya dan yang ada dilantai 9? Siapa yang tahu? Apakah Adrine bisa menjawab misteri tersebut?
Bersambung!!