
Pancaran api yang sangat terang dan panas ditahan oleh tangan hitam yang terbentuk dari bayangan besar Adrine. Master yang melihat kejadian tersebut sangatlah terkejut bahkan seakan-akan mereka sedang menyaksikan kekuatan yang dimunculkan oleh seorang Monarch (Raja).
"Apa itu... Adrine? Benarkah itu?"
Heyto bahkan tergagap melihat kekuatan besar yang dimunculkan oleh seorang kultivator pencapaian tenaga.
"Tenyata dugaanku benar." Kai seperti sudah menduga sesuatu yang akan terjadi.
"Apa maksudmu?" Tanya semua master dengan bersamaan.
"Apa kau ingat tentang Diluar kendali yang tadi kusebutkan? Bocah yang bernama Adrine ini juga sedang dalam kondisi yang sama." Ujar Kai.
"Tak mungkin."
Sesuatu seperti itu, mungkin sangatlah aneh jika itu tak pernah terjadi sebelumnya. Mereka yang tak tahu, akan merasa bahwa itu memang benar-benar kemampuan asli yang telah ada sejak masuk kedalam simulasi.
"Ini adalah kejadian yang kemungkinan terjadinya adalah satu banding 100000000. Jika iblis api tersebut adalah hewan spirit yang kekuatannya diluar kendali sistem, maka hampir sama dengan apa yang terjadi dengan Adrine."
Hal itu sangatlah benar dengan apa yang terjadi dengan apa yang dikatakan oleh Kai. Adrine sedang dalam kondisi yang dimana sudah berada diluar kendali.
"Jika sistem ini telah mengatur banyaknya kemampuan tiap orang berdasarkan kemampuan aslinya walaupun telah terkena sebuah nerf, maka hal ini tak berlaku bagi Adrine. Dia sedang dalam 100% persen kemampuan aslinya."
Kai tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah masuk kedalam kabin simulasi, semua kemampuan asli telah terkena sebuah penurunan yang dinamakan nerf. Hal itu juga berlaku bagi hewan spirit yang ada didalam simulasi. Tetapi, Fire demon of death bukanlah seekor hewan spirit biasa. Memang saat berada didalam sudah terkena nerf, tetapi kekuatannya tetap saja besar walaupun dalam kondisi diluar kendali maupun normal.
Kemampuan Adrine yang sebenarnya tidaklah mampu untuk menghadapi semua hewan spirit yang sebelumnya dikalahkan jika berada dalam dunia asli. Karena kondisi Adrine yang sedang diluar kendali, maka dengan mudah Adrine mengalahkan seluruh hewan spirit tanpa bantuan peningkatan atau buff dan orang lain.
"Bangkitlah!! Shadow Monarch!!"
Iblis api yang tak ingin kalah mengeluarkan sebuah pedang api yang sangat besar diatas kepala manusia bayangan yang diberi nama oleh Adrine yaitu Shadow Monarch.
"I... Itu adalah artifak. Ya, itu adalah artifak tingkat... Sejati!!"
Heyto yang mata jiwanya bisa melihat keaslian pil, ternyata bisa melihat tingkatan artifak secara mendetail.
"Bagaimana mungkin ada artifak didalam kabin simulasi? Apalagi artifak tingkat sejati? Dan sebesar itu? Mustahil!!"
Bahkan seorang kultivator tingkat keabadian akan terkejut apabila ada yang memegang tingkat sejati. Karena hanya para monarch lah yang mungkin mempunyai artifak tingkat sejati keatas.
Iblis api memegang pedang api tersebut dan mengayunkannya kearah bayangan Adrine. Adrine hanya menahan pedang api itu hanya dengan tangan bayangannya. Setelah itu, kaki dari Shadow monarch menendang perut iblis api dan membuat iblis api terpukul mundur. Shadow monarch melompat dan memukul kepala iblis api. Sehingga, iblis api terjatuh dan pedang apinya terlempar keudara. Karena pedang apinya panas seperti iblis api, udara pun ikut terbakar saat dilalui oleh pedang api tersebut.
Adrine mengetahui pedang api milik iblis api terlempar. Jadi Adrine mengendalikan Shadow monarch agar melompat dan mengambil pedang api tersebut. Pedang tersebut membakar tangan Shadow monarch. Tetapi tetap saja tak ada kesan seperti tangan dari Shadow monarch merasa panas. Pedang tersebut dililit oleh sebuah bayangan hitam sehingga pedang api tersebut seperti tertutup bayangan.
"Bukankah pedang api itu bernama pedang sayap neraka?"
Seperti biasa, Kai itu seperti orang yang tahu segalanya. Kai tanpa sengaja memperhatikan pedang itu dengan seksama dan merasa apa yang dilihatnya adalah pedang yang ia sebutkan. Dan sebenarnya itu adalah benar.
Didalam simulasi, Shadow monarch sangatlah besar sehingga para peserta yang berada didalam wilayah whitezone seperti sedang melihat gerhana matahari.
Iblis api bangkit dan mengeluarkan bola api yang besar diudara seperti matahari. Matahari tersebut jatuh seperti meteor yang besar sedang menghantam bumi. Saat Adrine mengetahui hal itu, Adrine melompat dan menghadapi bola api tersebut hanya dengan sebuah pedang yang ia bawa. Pedangnya diarahkan ke bola api tersebut seperti akan ditusukkan. Saat bola api mengenai pedang, cahaya yang terang muncul.
TRIIIIIIING!!