Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Flashback (2)


"Nah, itulah pertama kalinya aku masuk kedalam dimensi ini, mengikuti tournament, dan bertemu denganmu." Ujar Adrine.


"Oh ya? Tapi sepertinya, kau itu sudah jauh berkembang. Bagaimana caranya?" Tanya Etern.


"Itu biasa. Aku dibantu oleh droneku. Lalu bagaimana kisahmu dulu?" Tanya Adrine yang juga penasaran dengan masa lalu Etern.


"Akan ku ceritakan semuanya." Setelah itu,Etern menceritakan semua yang pernah terjadi pada hidupnya. Bahkan kehidupannya yang lampau pun juga ia ceritakan.


Setengah jam berlalu. Etern sudah menceritakan semuanya tentang dirinya terhadap Adrine. Adrine pun turut bersedih mendengar cerita dari Etern.


"Apa semua yang kau ceritakan itu benar?" Tanya Adrine.


"Ya, aku tak berbohong kepadamu." Ujar Etern.


"Menurutmu sekarang orang yang bernama Scorpio itu berada dipencapaian apa?" Tanya Adrine lagi.


"Kau mungkin tak akan percaya. Jika dihitung dari sejak ia mulai berkultivasi sampai sekarang, setidaknya dia berada ditingkat Ketiadaan tahap Kehampaan Alam Pertama." Ujar Etern.


"Hah, pencapaian apa itu? Aku belum pernah dengar itu." Ujar Adrine.


"Jika dibandingkan dengan kita, dia bisa membunuh kita hanya dengan sekali lihat saja." Ujar Etern.


"Kalau aku menyerangnya, setidaknya aku punya berapa persen untuk mengalahkannya?" Tanya Adrine yang masih berharap bisa mengalahkan Scorpio.


"Tak ada. Sedikitpun kau tak punya kesempatan. Hanya mendekatinya saja kau bisa langsung mati tanpa harus menyentuhmu." Ujar Etern.


"Huh, kukira ada berapa kesempatan." Ujar Adrine mengeluh kesal karena tak punya kesempatan untuk mengalahkan Scorpio.


TRIIING!!


"Oh iya, aku ingat sesuatu." Tiba-tiba Adrine teringat akan sesuatu hal yang cukup menarik.


"Apa itu?"


"Aku pernah dengar sesuatu tentang kemampuan mata jiwa. Mata jiwa itu apa?" Tanya Adrine.


"Oh itu. Mata jiwa itu adalah kekuatan yang sangat menarik. Setiap orang akan mendapatkan mata jiwa saat ia berada dipencapaian Indera Kedelapan level ketiga." Ujar Etern.


"Apa saja kemampuan dari mata jiwa?" Tanya Adrine lagi.


"Apa kau berlatih?" Ujar Adrine.


"Ya, sekarang?"


"Tunggu apalagi, disini juga bisa." Adrine langsung membuka dimensi pelatihan, dan dengan cepat Adrine dan Etern telah masuk kedalam dimensi.


"Sepertinya terakhir kali aku disini petir yang ada disini tidak sekuat ini. Tapi kenapa bisa petirnya menjadi lebih kuat. Dan lagi, aura disini lebih panas daripada sebelumnya." Ujar Etern yang mengkritik tentang dimensi pelatihan.


"Kau tahukan tentang Pil Mutiara Petir Langit dan Pil Yin Surga Ketiga? Nah, kedua pil itulah yang membuat pengaruh energi yang ada disini menjadi meningkat." Ujar Adrine.


"Oh, begitu ya? Aku paham sekarang."


Tanpa basa-basi lagi, Etern langsung menelan Pil Mutiara Petir Langit dan Pil Yuan Emas. Etern langsung merasakan efeknya, tubuhnya terstun dan menjadi kaku seperti batu, dan juga tubuhnya seperti tersambar petir. Adrine malah sibuk mengurusi sistem.


"[Tuan, anda masih memiliki 2 point lagi.]"


"Tambahkan saja pada Mentality dan Kekuatan!"


"Oh ya drone. Apakah sistem pada USC ada fitur yang dipergunakan untuk menempa dan meningkatkan kualitas pedang atau belati?" Tanya Adrine yang baru saja teringat kalau ia sedang ingin meningkatkan kualitas belatinya.


"[Ada tuan.]"


"Nah, bahan untuk menempa sudah ada. Belatinya pun sudah ada. Lalu, bagaimana caranya menempa?" Ujar Adrine.


Tiba-tiba muncul layar bargambarkan 3 kotak dan ada gambar anak panahnya. Didalam kotak yang atas, terdapat gambar dari belati Hitam Anting Raja. Dan pada kotak dibawahnya tak ada gambar apapun.


"[Apakah anda ingin menggunakan 3 Baja Alam Hitam sebagai bahan tempa?]"


"Ya."


"[Mulai menempa.]


[Tingkat keberhasilan.....]"


GLEK!!