
"Ini kepentinganmu, aku tak ada urusan untuk ini. Untuk apa aku ikut denganmu?" Ujar Etern yang seolah-olah sedang merasa tak peduli.
"Tolonglah, aku ini sahabatmu, kenapa kau tak mau membantuku? Ayolah!" Ujar Adrine dengan wajah yang memelas.
"Ya, ya baiklah. Tapi aku hanya membantumu saja, untuk yang lainnya kau urus sendiri." Ujar Etern yang masih ingin tak peduli.
"Yup, terima kasih." Adrine merasa senang sekali.
"Drone, langsung saja kita masuk."
Lalu ada portal yang tiba-tiba saja muncul didepan Adrine. Tapi Adrine tak sedikitpun kaget, karena hal tersebut sudah biasa baginya setiap kali ingin berkultivasi atau berlatih.
"Ternyata perspektif dan juga lingkungan disekitar sini berbeda. Kita langsung berada dihutan." Ujar Adrine dengan wajah yang sedikit terpesona.
"Ya, kau benar. Dan juga kau lihat! Disana ada laut yabg membentang luas seperti tak terbatas." Ujar Etern yang dari tadi malah memperhatikan lautan.
"Tak hanya lautan saja, sepertinya dimensi ini telah disesuaikan dengan dunia luar. Ada pegunungan disana. Dan sepertinya hewan spirit disini memiliki karakteristik yang sama dengan dunia luar." Ujar Adrine sambil menunjuk kearah pegunungan.
"[Tuan, apa inti jiwa yang anda inginkan?]"
"Tak apa, kau tak perlu mencarikannya. Aku sendiri yang akan mencarinya." Ujar Adrine.
"Adrine, kau ini memprioritaskan elemen apa?" Tanya Etern.
"Aku memprioritaskan elemen petir."
"[User telah memilih elemen inti jiwa.]
[Menganalisa...]
[Menyesuaikan tubuh user]
[Inti jiwa ungu :
-Kucing Petir Kuning
-Kera Hitam
-Gagak Semesta Petir
"Hmm, aku ingin tanya Etern dulu manakah yang lebih hebat." Ucap Adrine dengan mata yang masih sedang membaca layar bertuliskan nama hewan spirit.
"Ada apa Adrine?" Etern menyadari bahwa Adrine baru saja menyebutkan nama Etern.
"Menurutmu, apa yang lebih hebat diantara 4 hewan ini? Kucing Petir Kuning, Kera Hitam, Gagak Semesta Petir, atau Serigala Petir Bermata Tiga." Tanya Adrine.
"Apa? Disini juga ada Gagak Semesta Petir?"Tanya Etern yang sangat terkejut tiba-tiba Adrine menyebutkan nama Gagak Semesta Petir.
"Ya, baru saja aku dapat notifikasi untuk memilih diantara keempat hewan spirit itu." Ujar Adrine.
"Hebat sekali. Kalau begitu, gagak yang itu saja, gagak itu saja." Ujar Etern yang terkagum mendengar kalau didunia yang sedang ia tapaki punya semua yang dibutuhkan.
"Gagak itu hewan spirit tingkat raja peringkat 2." Ujar Adrine memberitahu.
"[Gagak Semesta Petir berada digunung batu awan. Berada diutara anda.]"
"Kukira langsung ada ditempat hewannya. Ternyata harus dicari dulu." Ujar Adrine dengan wajah yang sedikit kecewa.
"Bagaimana, ada dimana gagaknya?" Tanya Etern yang tak sabaran.
"Gagak itu berada digunung sebelah utara sebelah sana." Ujar Adrine dengan menunjuk kearah gunung yang berada diutara hutan yang sedang mereka tapaki.
"Tak jauh dari sini, kita langsung saja." Ujar Etern yang malah semangat.
"Ya, kita langsung saja." Melihat Etern yang semangat, Adrine pun juga ikut bersemangat seperti Etern.
Lalu tanpa banyak bicara, mereka langsung bergegas menuju kearah gunung yang ditunjuk oleh Adrine.
'Ajaib sekali. Semua hewan spirit tersebut seperti seolah-olah tidak melihat aku dan Adrine. Mereka sedikitpun tak memperdulikan kami.' Etern sangatlah kagum dengan dunia tersebut. Seperti seolah-olah semuanya telah diatur oleh seseorang.
"Tak lama lagi, gagaknya ada dipuncak gunung. Kita hanya tinggal naik keatas sana saja." Ujar Adrine.
"Ya."
Lalu Adrine dan Etern langsung naik keatas gunung awan tersebut. Gunung awan sangatlah tinggi hingga saat Adrine naik, awan hitam yang ada diatas pun harus diterobosnya.