Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Suntikan Plasma


Adrine, Etern, Arpha, dan David telah berlatih hingga berjam-jam. Mereka bertiga sudah banyak sekali mengeluarkan tenaga hanya untuk berlatih, namun perkembangannya cukup bagus dimata Adrine. Dengan waktu pelatihan yang sekiranya cukup lama, Adrine menyarankan untuk beristirahat terlebih dahulu dan memulihkan tenaga masing-masing. Ia melihat teman-temannya sudah mulai terengah-engah dan efektivitas dari serangan yang dilakukan oleh teman-temannya sudah mulai berkurang.


Adrine dan ketiga temannya langsung duduk bersandar didinding. Mereka berempat pun beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh.


Tiba-tiba David mengeluarkan suatu benda yang bentuknya seperti suntikan, namun juga ada sebuah tombol. Dan ada juga angka yang bernomorkan 100 pada suntikannya.


"Apa itu?"


Adrine yang melihat benda itu merasa penasaran. Jika memang dilihat dari segi penampilannya, benda itu memang terlihat mirip dengan sebuah suntikan.


"Oh, ini? Ini adalah Suntikan Plasma."


David pun menjelaskan tentang benda apa yang dipegangnya itu. Namun Adrine terlihat seperti tidak yakin dengan suntikan itu.


"Lebih baik Pil Pemulih saja. Apa benda itu punya efek samping?"


Ketika ditanya tentang hal tersebut oleh Adrine, David malah tersenyum. Ia menggelengkan kepalanya dan mengucapkan sesuatu.


"Sebenarnya, suntikan ini juga diambil dari Pil Pemulih. Suntikan ini akan menyuntikkan cairan plasma yang berasal dari pil tersebut, malah pemulihannya lebih cepat dari menelan pil."


David pun menjelaskan lagi. Adrine juga sudah paham dengan suntikan tersebut.


Setelah itu, David menusukkan jarum suntiknya kelengan kirinya. Ia menekan tombol dan secara sendirinya angka pada suntikannya berkurang sangat cepat dari angka 100 hingga pada angka 0. Setelah suntikannya menunjukkan angka 0, David pun mencabut suntikannya.


"Alatnya canggih sekali. Darimana kau mendapatkannya?"


Adrine penasaran darimana David bisa mendapatkan suntikan macam itu, makanya itu ia terus memperhatikan bagaimana cara David menyuntikkannya.


"Ini? Asalkan kau punya pilnya dan suntikannya, kau bisa membuatnya sendiri. Suntikannya kau bisa beli ditoko terdekat. Tinggal kau masukkan pilnya kedalam suntikannya, dan selesai... Kau sudah dapat suntikan dengan isi pil yang kau inginkan."


Suara David disaat menjelaskan lagi seperti orang yang sedang memberi kejutan. Adrine tersenyum senang karena temannya seperti orang yang sedang melawak.


"Apa kau masih punya suntikannya lagi?"


Adrine terlihat seperti tertarik dengan suntikan tersebut. Ia meminta sebuah suntikan yang mungkin David masih memilikinya.


"Aku juga punya. Karena aku tidak punya pil, jadi suntikannya tidak terpakai."


Tiba-tiba Etern menyaut pembicaraan Adrine dengan David dan ia juga mengeluarkan suntikan yang sama seperti yang barusan.


"Oh, kau juga punya Etern? Kenapa kau membeli suntikan ini? Bukannya lebih baik membeli pilnya saja?"


Adrine lebih menyarankan agar membeli pilnya saja daripada membeli suntikan yang tidak ada isinya. Namun Etern menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah punya banyak yang seperti ini. Lihat, suntikan ini berisikan Pil Yin Surga Keempat."


Etern mengeluarkan satu lagi suntikan yang sama. Namun perbedaannya adalah suntikan yang tidak ada isinya tidak menunjukkan angka, namun terdapat huruf N yang menggantikan angka disitu.


"Kenapa yang tidak ada isinya angkanya tidak ada dan malah menjadi huruf N?"


Adrine masih sedikit tak paham dengan Suntikan Plasma yang dari tadi telah dijelaskan oleh David, namun kini giliran Etern yang akan menjelaskannya.


"N mempunyai arti netral, yang berarti plasma yang ada didalam suntikannya bersifat netral dan tidak terisikan apapun. Jika kau memasukkan plasma tanpa ada campuran apapun ini kedalam tubuhmu, kau hanya akan memperbanyak darahmu saja."


Kini Adrine mulai mengerti akan Suntikan Plasma. Ia pun mengambil suntikan yang masih bersifat netral dari Etern. Adrine pun mengeluarkan sebuah pil berwarna merah dari cincin penyimpanannya.


"Bagaimana cara memasukkan pilnya kedalam?"


"Lihat itu, ada sebuah tuas kecil disamping kanan tombolnya, geser kebawah untuk membuka penutup yang ada diatasnya dan geser keatas untuk menutup penutupnya."


Adrine melakukan apa yang tadi telah diinstruksikan oleh Etern. Dan benar, ada sebuah penutup pada bagian atas dari penyuntiknya. Dan penutupnya itu terbuka ketika Adrine menurunkan tuas kecil disamping kanan tombolnya itu.


Lalu Adrine memasukkan pilnya kedalam suntikannya dan huruf N telah berubah menjadi angka 100.


"Pil apa yang kau masukkan tadi?"


Arpha merasa penasaran dengan pil yang barusan dimasukkan oleh Adrine.


"Pil Matahari Terbit, memangnya kenapa?"


Adrine memberitahukan kepada Arpha tentang pil yang ia masukkan tadi.


"Tidak apa-apa. Tapi tunggu, kau itu pengguna elemen api?"


Arpha merasa ada yang tidak benar dengan Adrine karena dirinya memasukkan Pil Matahari Terbit.


"Ya, bukankah terakhir kali kita bertarung aku menggunakan teknik yang menggunakan unsur api? Apa kau tak ingat?"


Adrine mengingatkan kembali kepada Arpha dan meyakinkannya dengan pertarungannya terakhir kali.


"Hmm... Kau benar juga. Tapi terakhir kali aku melihat kau bertarung, elemen yang kau gunakan bukannya elemen petir?"


Arpha masih teringat dengan pertarungan Adrine dengan Geng Lima Jenius, yang dimana Adrine mengalahkan keseluruhannya dengan elemental petir.


"Memang aku juga menguasai elemen petir, tapi sekarang aku sedang mengkultivasikan elemen api."


Arpha menganggukkan kepalanya dan sekarang ini Adrine memang sedang melatih elemental api untuk memperkuat elemental bayangan dan cahaya miliknya.


Setelah itu, Adrine menyuntikkan cairan plasma tersebut kedalam kulit lengan kirinya dan mulai menekan tombolnya. Dengan cepat angka pada suntikannya berkurang dan berubah menjadi 0 secepatnya. Angka 100 berarti menunjukkan cairan plasma yang ada didalam suntikannya penuh, dan angka 0 berarti menunjukkan cairan plasma yang ada didalam suntikannya telah habis.


Setelah suntikannya menunjukkan angka 0, Adrine pun melepaskan jarum suntiknya dari lengannya kirinya.


Lalu Adrine merasakan adanya sensasi panas didalam tubuhnya seperti rasa panas yang ada disaat ia menelan Pil Matahari Terbit dengan normal, namun kecepatan efeknya lebih cepat muncul dibandingkan dengan menelannya bulat-bulat.


"Sepertinya kalian benar. Efeknya muncul lebih cepat muncul. Sekarang ini aku sedang ingin mengkultivasi elemen api didalam tubuhku."


Adrine pun langsung memposisikan duduknya menjadi bersila. Ia langsung mengeluarkan energi yang sangat kuat dan muncul pula kobaran api disekitarnya.


Etern sendiri langsung meniru apa yang dilakukan oleh Adrine, begitu juga Arpha dan David, mereka langsung melakukan hal yang sama pula. Namun mereka dengan menggunakan pil yang berbeda-beda, Etern menggunakan Pil Mutiara Petir Langit, David dan Arpha menggunakan Pil Yin Surga Keempat, dan mereka mendapatkan suntikannya dari Etern karena ia punya banyak.


"Ingatlah! Besok kita akan langsung pergi ke Menara Aliran Bayangan Bertingkat, kalian tidak boleh mengelak lagi!"


Tiba-tiba Adrine mengucapkan sebuah kalimat disaat ia sedang fokus berkultivasi. Ia mengingatkan kepada teman-temannya agar tidak lupa mereka akan pergi kemana.


"Baiklah, kami tidak akan lupa!"


Ketiga teman Adrine mengucapkan kalimat tersebut secara bersamaan, dan mereka langsung duduk bersila serta langsung berkultivasi ditempat.


Dan pada hari dan malam itu pula mereka menghabiskan waktu mereka dengan berlatih dan berkultivasi bersama meningkatkan kekuatan elemental mereka masing-masing.


Bersambung!!