Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Royu


SETELAH 2 MINGGU BERLALU


Adrine meminta Loki mencari tahu informasi yang ada di kota Springer beberapa Minggu lalu. Dan Loki mendapatkan informasi bahwa ada Distorsi Portal di pinggiran kota yang berada di arah timur laut kota. Distorsi Portal yang muncul berada di tingkat Membara kelas E. Serta Loki mengatakan bahwa ada beberapa sekumpulan orang yang membentuk kelompok untuk bekerja sama membersihkan portal yang berisikan hewan spirit tersebut.


Kini Adrine bersama dengan Loki dan Andre menuju ke Distorsi Portal untuk mendapatkan keuntungan dari sana. Apalagi distorsi portal kali ini memiliki kualifikasi yang tinggi dan yang berarti hadiah di dalamnya pun juga tinggi.


Mereka melesat menggunakan sayap buatan Loki yang dapat bergerak di udara dengan sangat cepat. Ia mengklaim bahwa kecepatan maksimalnya dapat mencapai 250 km/jam ketika melesat di udara. Akan tetapi, sayap tersebut tak bisa mempercepat gerakan ketika berada tepat di atas tanah.


Adrine sendiri terbang menggunakan salah satu Pedang Semesta Laut Dalam. Loki terbang di samping kanannya dan Andre terbang di samping kanan Loki.


"Apa kau yakin itu Distorsi Portal tingkat Membara kelas E?" tanya Adrine.


Loki mengangguk, "Orang-orang di sana yang mengklarifikasinya, aku juga mengatakan bahwa aku akan bergabung dengan mereka," jawabnya.


Adrine menoleh ke arah Loki karena dengan jawaban yang diberikannya.


"Aku tahu aku melakukan hal yang bodoh, tapi mereka tak akan memberitahu jika aku tidak mengatakan bahwa ingin bergabung dengan mereka," jelasnya.


Adrine menghela nafas, "Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang ini?" tanyanya lagi.


Kemudian Loki memberitahukan bahwa terdapat beberapa anggota yang cukup licik, "Ada dari mereka yang menjadi ketua di sana, bukan karena licik ataupun cerdas, tapi karena kuat. Dan anggotanya memanfaatkannya agar bisa dihasut dan melakukan hal di luar kemampuan dan kekuasaan mereka," jelasnya lagi.


Adrine terdiam sejenak pada saat itu, ia berpikir jika informasinya mungkin tidak cukup lengkap. Adrine juga bertaruh pada dirinya sendiri bahwa kemungkinan informasinya benar tidak lebih dari 25%.


"Oh iya, aku tidak mengatakan pada mereka kalau kalian berdua ikut bersamaku, apa kalian punya rencana tentang semua ini?" tanya Loki.


"Kenapa kau tidak memikirkan sebuah rencana pada saat itu juga? Bukankah kau melakukan sesuatu sesuai keinginanmu sendiri?!" seru Andre dengan nada yang tinggi. Namun Loki sendiri tak terlihat seperti dirinya bertindak dengan keinginannya pribadi.


Dengan ekspresi wajah tak terima Loki menjawab, "Aku sendiri juga tak ingin bertindak seperti itu, tapi bagaimana bisa aku mencari informasi tanpa mengambil resiko?"


"Sudahlah, apa yang dikatakan Loki ada benarnya. Aku sendiri juga tak melihat tanda-tanda bahwa Loki dikendalikan atau terikat oleh mereka, jadi kupikir akan kubereskan sendiri masalah tentang mereka," ujar Adrine dengan nada tenang dan pandangan yang tetap mengarah ke depan.


"Oh iya, aku tak yakin kalau informasinya benar. Kalau semisal apa yang kukatakan ini benar, aku ingin kau membatalkan perjanjian untuk ikut bersama dengan mereka, Loki!" suruh Adrine seraya menengok ke arah orang yang dimaksudnya.


Loki mengangguk dan mereka segera mengakhiri perdebatannya. Selain itu, Adrine juga berencana untuk melihat selicik apa kelompok yang dimaksud oleh Loki itu, jadi ia juga mempersiapkan sebuah rencana untuk mengatasinya.


Sesampainya di tempat perkumpulan, Loki langsung bergegas ke suatu tempat yang mengarah pada kerumunan. Ia juga mengatakan kepada orang-orang itu bahwa dirinya membawa orang yang akan membantunya, kata-kata dan sifatnya seolah dibuat mirip sekali dengan anak kecil.


Tempatnya berada cukup jauh dari kota, sekitar delapan kilometer dari benteng kota Springer.


"Terlalu banyak membawa orang akan menambah beban saja, toh sebenarnya sudah ada yang mengisi tempat kosongnya," ujar salah seorang dari kelompok tersebut.


Pada saat itu Adrine menduga bahwa Loki akan ditarik masuk ke dalam pasukan mereka yang lalu berusaha menyerang. Apa yang ia duga barusan benar-benar terjadi seketika dan sekarang Loki berjalan ke arah Adrine karena sudah jelas ia berada di pihak Adrine.


"Hei! Mau kemana kau?!" seru salah seorang dari mereka.


Kemudian Loki menjawab dengan lantang, "Sejak awal aku memang sudah menduga ini, jadi aku keluar, dan juga terima kasih info tentang Distorsi Portalnya."


SREET!!


Tangan kanannya dipegang erat-erat oleh seseorang dari belakang. Orang itu adalah orang yang mengisi kursi kosong di dalam kelompok tersebut.


"Kau tak diizinkan pergi dari sini!" seru orang itu dengan senyuman dan ekspresi hangat di wajahnya.


Adrine menduga dia adalah sosok yang sangat kuat, itu karena pria yang memegangi tangan Loki itu kekuatannya tersembunyi dan tak terbaca.


'Ah dia ... '


Adrine menyadari sesuatu tentang pria tersebut. Pria itu adalah sosok yang pernah menyenggolnya di saat sedang berada di perjalanan menuju ke kota Springer. Sesosok yang pernah Adrine firasatkan bahwa akan berjumpa kembali dan sekarang benar-benar terjadi seperti apa yang difirasatkan. Di


"Hei, Loki, kau itu akan dijadikan aset berharga di kelompokku setelah ini, kenapa kau ingin pergi? Memangnya mereka siapa?" tanya salah seorang dengan rambut panjang berwarna hitam yang mengenakan pakaian rapi dan formal serta jubah panjang menjuntai hampir menyentuh tanah dengan warna yang serba hitam. Terdapat untaian rambut berwarna putih tipis yang dibiarkan sedikit menutupi mata kanannya.


Dia adalah sosok yang memimpin dari kelompok itu, Loki juga pernah memberitahukan tentangnya kepada Adrine, namanya adalah Klei.


Adrine menyeringai, "Namamu Klei bukan? Kenapa kau berusaha merenggut rekanku?" tanyanya.


Klei mengangkat wajahnya dengan tatapan lebar ke arah Adrine dan seringai balik yang lebih lebar, "Kau tak perlu alasan kenapa aku menginginkannya, yang perlu kau tahu, kau tak bisa mengambilnya kembali!" jawabnya dengan nada penuh dengan kesombongan dan membuat ekspresi wajah yang merendahkan.


'Sepertinya dia menginginkan pengetahuan yang dimiliki Loki, tak kusangka juga mereka begitu kuat,' batinnya sembari menatap tajam ke arah Klei dan para anak buahnya. 'Di antara mereka saja yang paling lemah sudah berada di tahap Nirvana puncak, bagaimana ini?'


Adrine tak begitu terkejut mendengarnya, tapi baginya Distorsi Portal tingkat Membara kelas A adalah sesuatu di luar kemampuannya. Setidaknya membutuhkan dua sampai tiga ahli di tingkat Kesempurnaan.


'Ada beberapa kemungkinan kenapa mereka merekrut anggota baru dan untuk Loki sendiri mereka juga pasti mengincar pengetahuan dan kecerdasannya, mungkin ada alasan kenapa mereka sama sekali tidak melihat potensi yang kumiliki,' batin Adrine dengan penuh percaya diri.


Tapi pemikirannya memang benar, Klei dan rekan-rekannya memang mengincar pengetahuan Loki. Mereka tahu sebab ada informan yang tahu menahu tentang sosok Loki sebenarnya.


"Loki, apa kau ingat aku?" tanya orang yang menggenggam erat tangannya dengan senyuman hangat.


'Lho? Dia kan ... '


"Kau?! Kenapa bisa ada di sini?!" tanya Loki dengan suara lantang.


Pria itu masih saja tersenyum hangat seraya menjawab, "Aku bergabung dengan organisasi pembunuh yang di mana setiap aku membunuh, aku akan mendapat bayaran."


Tangan kirinya memegang pegangan pedangnya dan sarung pedangnya terjatuh dengan sendirinya. Namanya adalah Royu, ia adalah senior Loki dari perguruannya dulu.


"Senior Royu, apa maksudmu? Selepas kau terjerat kasus pembantaian di dalam perguruan sebelumnya dan menjadi buronan, kau masih belum menghilangkan sikapmu yang buruk itu? Sadarlah senior, kau itu tidak cocok berbuat seperti itu!" tegas Loki dengan lantang.


Dahinya mengkerut dan keringatnya bercucuran, menandakan bahwa Loki benar ketakutan.


SLAAASH!!


"AAAARGHHH!!!" teriak Loki sekeras-kerasnya.


"Kau tak layak mengatur sikapku, bocah!" tegas balik Royu yang baru saja memotong tangan juniornya.


Loki jatuh tersungkur dan darahnya mengalir di tanah. Klei terkejut melihat tindakan yang dilakukan oleh Royu.


"ROYU! BERANINYA KAU MEMBUNUH ASETKU YANG BERHARGA!!!" teriak lantang Klei.


Semua anggota loyal padanya, seketika mereka semua bergerak serentak mengacungkan senjata ke leher Royu dalam satu kedipan saja.


Senyuman ramah nan hangat Royu memudar, wajahnya terlihat kecewa dan matanya yang sebelumnya terus menutup kini terbuka. Sedetik kemudian, senyumannya kembali namun dengan wajah yang berbeda. Senyumannya dipenuhi niat pembunuh yang kuat dan tatapannya menjadi begitu tajam. Ekspresi wajahnya mengatakan bahwa ia sangat puas dengan perbuatan yang dilakukan.


"Beraninya kau mengancamku!" ucap Royu dengan santainya. "Kau tahu siapa diriku? Setelah aku terjerat kasus pembantaian, aku bergabung dengan Pasir Darah Hitam," lanjutnya.


Wajah Klei berubah, ia terkejut ketika mendengarnya.


Sementara sistem yang dimiliki Adrine tak memiliki informasi tentang Pasir Darah Hitam. Jadi ia tidak terkejut seperti Klei tapi justru terheran-heran dengan namanya karena mirip seperti material. Namun tatapannya kini kembali beralih terhadap Loki dan terbaring di tanah dengan lukanya.


SRIIING!!


Tubuh Loki menghilang dan seketika berada di atas bahu Adrine.


"Mau kau bawa kemana dia? Beraninya kau!" nada ucapan Klei begitu mengerikan dan dipenuhi oleh niat pembunuh yang sangat pekat.


SWOOOSH!!


"WOI! MAU KEMANA KAU?!! TURUN KE SINI, BOCAH BAJING*N!" teriak Klei.


Adrine tak memperdulikannya dan pergi dari sana secepat mungkin. Karena kondisi kesehatan Loki susah sangat kritis dan berada di ambang kematian. Bahkan sekarang tatapan matanya kosong seperti orang mati dengan mata terbuka.


Andre juga ikut pergi dari sana dan sebisa mungkin mengimbangi kecepatan Adrine yang begitu cepat.


Melihat Adrine pergi dari sana, senyuman Royu semakin menjadi-jadi. Aura nya yang begitu pekat akan niat membunuh itu kian terasa.


Beberapa saat kemudian, Adrine sampai di rumah sakit terdekat di kota Toturao.


"Andre, kuserahkan Loki padamu sekarang. Jaga dia!" Semuanya diserahkan kepada Andre dan ia bergegas kembali ke tempat di mana Klei dan seniornya Loki berada.


Kembalinya di Distorsi Portal, dari udara Adrine melihat pembantaian yang begitu mengerikan. Terlihat hanya Royu dan darah di sekitarnya serta begitu banyak organ tubuh yang berserakan di sana. Ada satu tubuh yang terlihat masih utuh dan sedang berada di ambang kematian dan dia adalah Klei.


"Hehe, rupanya kau kembali ya, bocah?" ucapnya sembari mengusap bibirnya yang terkena noda darah.


Adrine diam termenung dan kepalanya dipenuhi pertanyaan, 'Kekuatannya tadi memang tak bisa kubaca, siapa dia? Dan asal usulnya itu, organisasi apa itu?'


Bersambung!!