Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Ilusi


"TIDAAAAKKK!!!"


"TENANGLAH TUAN!!"


Tiba-tiba pundak Adrine telah dipegang oleh Purgatory Demon. Adrine telah terkena ilusi dari Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang dan membuatnya seperti sedang berhalusinasi, namun terasa seperti sangatlah nyata.


"Hah? Aku tadi kenapa? Bukannya tadi aku terhisap kedalam kubus itu?"


Adrine masih merasa panik walaupun telah keluar dari ilusi tadi. Itu karena jiwanya masih sangat terpengaruh.


"Tuan!! Anda tadi terkena ilusi. Seperti itulah ilusi dari Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Berhati-hatilah lagi tuan, itu tadi hanya sedikit fluktuasi."


"Begitukah?"


Adrine mulai menenangkan hatinya sedikit demi sedikit. Ia sangat lelah karena ilusi tadi membuat Adrine mengeluarkan begitu banyak energi.


"Baiklah. Apa makhluknya sudah keluar?"


"Belum tuan. Tapi kubusnya mulai menciut, kurasa sebentar lagi makhluk yang ada didalam sana akan segera bangun dan keluar."


Hingga tak lama kemudian, apa yang terjadi pada Adrine didalam ilusi tadi benar-benar terjadi. Namun sekarang Adrine sedang dalam keadaan sadar, tidak dalam kondisi terkena ilusi atau sedang berhalusinasi.


Walaupun memang awan yang ada di langit bergerak dengan sangat cepat, namun hanya warnanya saja yang berubah menjadi merah gelap dan seperti berbentuk pusaran.


"Seperti inilah yang terjadi padaku didalam ilusi. Tapi didalam ilusi tadi, aku terhisap kedalam Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang dan berbenturan dengan banyak benda."


"Menurutku, berarti tuan telah diberikan gambaran oleh Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang tentang bagaimana yang akan terjadi nantinya disaat yang sama. Oh iya tuan, nanti akan ada masanya jika kubus itu menguat, maka ruang waktu yang ada disekitarnya akan terpengaruh."


Adrine mengangguk mengerti. Itu juga telah dilihat Adrine disaat terkena ilusi tadi.


"Aku juga melihatnya disaat tadi berada dibawah kekuatan ilusi. Tapi distorsinya sangatlah menyakitkan."


Memang ruang waktu yang terpengaruh belumlah terlihat dengan jelas, namun benda-benda yang ada disekitar sudah mulai terpengaruh seperti batu yang tiba-tiba melayang dan pecah dengan sendirinya.


Dan lama-kelamaan, Adrine telah melihat secara langsung bagaimana ruang waktu yang terdistorsi dan menjadi seperti dibengkokkan.


"Hati-hati tuan! Kuatkan mental anda!! Mungkin akan ada fluktuasi yang lebih kuat lagi. Ilusinya mungkin juga jauh lebih mengerikan."


Dan apa yang dilakukan oleh Purgatory Demon telah menjadi benar. Terjadi sebuah ledakan energi yang menciptakan fluktuasi besar. Adrine menggunakan pertahanan mental untuk menahan fluktuasi energi yang mungkin bisa membuatnya jatuh kembali kedalam ilusi yang sama seperti sebelumnya.


"Terima kasih telah mengingatkanku, Purgatory Demon."


"Sama-sama tuan."


Lalu Adrine melihat suatu kejadian yang sangat aneh.


"Apa itu? Kenapa menciutnya cepat sekali?"


Dalam waktu yang singkat, Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang menciut dengan sangat cepat. Kurang dari 1 detik, ukurannya menjadi sama seperti yang dikatakan oleh Purgatory Demon, hanya 1,5 genggaman tangan.


Tapi, bukan itu yang membuat Adrine terkejut. Ada hal lain yang sangat membuat Adrine tak berkutik sama sekali.


Seluruh benda yang ada disekitar Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang menjadi diam dan tak bergerak, bahkan udara pun juga berhenti. Gravitasi juga tidak mempengaruhi benda-benda yang terpengaruh menjadi jatuh kebawah. Bukan, tapi gravitasi juga terpengaruh oleh ilusi tersebut dan berhenti untuk bekerja secara normal.


"Itulah yang dinamakan dengan Ilusi Pembeku Waktu. Bahkan benda yang tak memiliki kesadaran pun juga bisa terpengaruh oleh ilusinya."


Seketika Adrine terkejut dan merasa tak mampu untuk melawan. Tapi, Adrine bukan tak senang, justru ia sedang tersenyum disaat melihat kekuatan besar yang dimunculkan oleh Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang.


"Sejauh ini aku masuk kedalam sini, ternyata tidak sia-sia juga. Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang sungguhlah menakjubkan."


Namun, tak lama kemudian, kabut aroma darah yang sebelumnya pernah muncul beberapa saat kini muncul kembali. Tapi aroma darahnya berubah menjadi kabut darah. Dan kabut darah tersebut berkumpul pada satu titik yang cukup mustahil.


Kabut darahnya berkumpul pada Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang dan membentuk sebuah tubuh. Lalu kabut darahnya berubah lagi menjadi cairan darah yang sangat murni.


Dan bersamaan dengan munculnya sosok tersebut, semua benda yang tadinya berhenti sekarang telah bergerak mengikuti waktu dan gravitasi secara normal. Semua benda telah terjatuh kebawah karena gravitasi telah bekerja normal kembali.


"Tuan... Itu adalah..."


"Apa?"


Purgatory Demon seperti mengenali siapa yang telah muncul. Sosoknya seperti sangatlah familiar dimata Purgatory Demon.


"Hewan spirit apa ini? Jangan-jangan... Itu adalah hewan spirit dengan kemiripan iblis sepertimu?"


Adrine yang bahkan bertanya dengan melotot saja hampir tak diperdulikan Purgatory Demon yang masih terus memandangi sosok yang terbang diatasnya. Namun Purgatory Demon tak berani untuk mengabaikan pertanyaan Adrine. Ia mengangguk karena apa yang dikatakan oleh Adrine adalah benar.


"Tuan, dia adalah sosok hewan spirit yang hampir sama denganku. Mempunyai dunia yang sama dan kekuatan yang sama. Walaupun masih sesama dalam fase pembukaan pertama, namun kekuatannya tak kalah kuat dariku."


"Lalu, hewan spirit apa ini?"


Purgatory Demon diam sejenak. Adrine mau menunggu sejenak.


Namun sosok yang diatas seperti sudah tidak sabaran. Ia turun kebawah dengan tangannya yang membawa Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Dan Adrine mengaktifkan mata jiwa kanannya dan mengeluarkan Pedang Api Hitam Ashura untuk berjaga-jaga dari serangan dadakan.


Tubuh Purgatory Demon berkobar jauh lebih panas, bahkan hanya untuk menyebutkan nama dari hewan spirit ini.


"Purgatory Demon, jika kau lupa dengan namanya tidak apa-apa. Aku bisa menunggunya nanti disaat kau ingat kembali. Tapi sepertinya dia sudah akan menyerang, tolonglah!! Disini, hanya kau yang sepadan dengannya."


Namun Purgatory Demon menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat. Ia seperti tak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Adrine barusan.


"Tuan, kekuatannya memang sama denganku. Tapi dengan adanya Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang ditangannya, saya bukanlah tandingannya."


Adrine mengedipkan matanya perlahan dan kembali menatap Purgatory Demon.


"Aku tahu kau itu kuat. Aku tak tahu bagaimana jika kau itu benar-benar menjadi lebih kuat dan berani untuk mengkhianatiku. Aku akan lebih tidak berani."


Lalu Purgatory Demon menatap Adrine kembali. Ia sepertinya juga tak setuju lagi dengan apa yang dikatakan oleh Adrine.


"Tidak tuan. Apa yang telah tuan maksud? Saya tak akan berkhianat kepada tuan, saya tak berani mengambil langkah seperti itu. Tapi tuan, apa yang sedang anda maksud?"


Purgatory Demon memahami perkataan Adrine yang mengandung maksud tersirat didalamnya. Namun ia tak memahami apa yang telah dimaksud oleh tuannya.


"Kau sekarang sudah masanya untuk naik menjadi pasukan peringkat 6. Dan itu telah berlangsung cukup lama sebelumnya, tapi aku masih berpikir demikian."


"Tidak tuan, saya tidak berani berpikiran seperti itu pada tuan."


Adrine masih sedikit memiliki perasaan tak enak jika memang benar-benar meningkatkan kekuatannya berada diperingkat 6.


"Baiklah. Kau sekarang akan kutingkatkan menjadi pasukan peringkat 6."


Adrine mengangkat tangannya dan seperti mengeluarkan sihir. Tubuh Purgatory Demon juga dikelilingi oleh sebuah materi yang sama dengan yang ada ditangan Adrine barusan.


TRIIIIIIING!!


Purgatory Demon ditingkatkan menjadi pasukan Adrine dengan peringkat 6 yang pertama kalinya. Kekuatannya pun juga telah ditingkatkan.


"Terima kasih tuan."


Kemudian Adrine kembali menatap sosok mengerikan yang ada didepannya. Sosok tersebut berjalan kearah Adrine dan Purgatory Demon. Dan sosok tersebut seperti sudah siap untuk menyerang mereka berdua.


"Tuan. Bukankah tadi anda bertanya kepadaku dia ini hewan spirit apa? Tuan pasti pernah mendengarnya dari Leluhur Shin. Dia adalah Blood Demon Under World!!"


"APA? BLOOD DEMON UNDER WORLD?"


Bersambung!!