
"AAARGH!!" Teriak dari Adrine.
3 dari para master hampir pingsan karena tenaga yang dikeluarkan cukup besar. Etern sungguh terkejut melihat hal tersebut. Adrine hampir kehilangan kendali dari tubuhnya sendiri.
"Hei kalian. Apa perlu kita menggunakan formasi yang itu?" Tanya salah satu master yang masih bertahan.
"Ya, sepertinya kita perlu. Mata apapun yang akan anak ini dapatkan nanti, kita terima saja. Daripada kita malah membiarkan mati." Jawab salah satu master yang sudah hampir tak sadarkan diri.
"Tapi itu akan menghisap lebih banyak lagi energi kita." Kata master yang lainnya yang sedikit kurang menerima.
"Daripada dia mati, sebaiknya kita menguras lagi energi kita. Lagipula mungkin mata jiwa yang akan anak ini miliki, bisa jadi sangat kuat."
"Adrine, kau pasti bisa. Aku yakin itu, berjuanglah." Ujar Etern dengan suara yang pelan.
"Baiklah kalau begitu. Eghh, mulai aktifkan formasi!"
"Formasi Mega Energi, Aktifkan." Ujar para master dengan suara yang bersamaan.
Sebuah formasi yang sangat besar muncul diatas Adrine. Formasi tersebut, menghasilkan energi yang sangat kuat dan banyak. Sedikit demi sedikit, mata jiwa Adrine mulai terbentuk.
Dengan waktu yang tak terlalu lama, Adrine sudah mendapatkan mata jiwanya. Master yang melihat mata Adrine, ada yang sedikit kecewa dan ada yang biasa biasa saja. Adanya sedikit rasa kecewa disebabkan karena mata jiwa yang dibangkitkan oleh Adrine, tidak terdapat dalam daftar peringkat mata jiwa.
"Tak apalah. Kita sudah berjuang, mata anak ini sudah bangkit dan seharusnya kita bangga." Ujar salah satu master.
"Ya, walaupun tak berada dalam seluruh daftar peringkat, tapi setidaknya bisa menjadikannya kuat dikemudian hari tanpa kita ketahui, dan kita juga yang akan bangga." Ujar yang lainnya agar menyemangati yang kecewa.
"Kau kenapa Etern?" Tanya Adrine yang agak bingung melihat Etern yang sepertinya penasaran dengan Adrine.
"Ah, tak apa-apa. Kau bisa tunjukkan mata jiwamu?" Ujar Etern memohon.
"Ya." Lalu Adrine pun mengaktifkan mata jiwanya. Etern pun sedikit bingung dengan mata yang dibangkitkan oleh Adrine.
"Adrine, mata ini tak ada dalam daftar peringkat mata jiwa manapun. Apa nama mata yang kau aktifkan sekarang?" Tanya Etern.
"Aku mau tahu dulu seperti apa wujud dan kekuatan yang dihasilkan oleh mata ini, baru nanti aku akan memberikan nama untuk mata ini." Ujar Adrine.
"Oh begitu ya?"
"Oh ya Etern. Aku mau pergi sebentar, kau tak perlu ikut. Karena ini urusan pribadiku. Oke!?" Ujar Adrine. Sebenarnya, Adrine ingin melatih kemampuan formasi mental. Dan ia lupa karena sudah memerintahkan kepada sistem untuk mempersiapkan tempat pelatihannya.
"Kau mau pergi kemana?" Tanya Etern.
"Ah, kau tak perlu tahu. Tenang saja, aku baik-baik saja kok. Aku tidak sedang melawan monster atau orang. Aku pergi dulu." Lalu Adrine langaung pergi meninggalkan Etern.
'Dia mau kemana?' Pikir Etern dalam hati.
Tak jauh dari tempat Adrine dan Etern berpisah, ia langsung memerintahkan sistem untuk membuka portal masuk kedalam dimensi pelatihan formasi mental. Adrine sedikit terkejut karena ruangannya hampir mirip dengan ruang pelatihan kultivasi yang biasanya.