
"RAINBOW PUNCH!!!"
Diawali dengan tinjuan pelangi dari Meta. Adrine hanya menghindari serangan tersebut sambil mengamati pola serangan dari teknik teknik milik Meta.
'Serangan yang cukup kuat, hanya lemah dalam kecepatannya saja!' Pikir Adrine.
Adrine mulai mengeluarkan domain es. Suhu sekitar yang mulai menurun, membuat gerakan Meta semakin melambat. Adrine bertanding dengan Meta seakan ia hanya menggunakannya sebagai lawan tanding untuk latihan saja.
Untuk sesaat Adrine merasa serangan Meta semakin menguat. Gerakannya pun juga agak meningkat. Adrine merasa ia hanya membuang buang waktu saja, maka Adrine pun menyerang balik agar pertandingan tersebut segera berakhir.
"Pukulan Naga Es!!"
Adrine menyerang balik menggunakan sesama tinju. Tetapi Meta pun merasa bahwa ia telah dibuat untuk bermain-main. Meta pun semakin cepat gerakannya. Begitupun dengan Adrine, ia menggunakan flashstep agar tidak terkena serang secara langsung oleh tinju Meta.
Adrine yang tak mau membuang buang waktu lagi, langsung mengubah dari Domain es menjadi Domain api. Selain itu Adrine langsung mengeluarkan tebasan api menggunakan pedang yang baru saja ia tempa dan ditambahkan essense api kedalam pedang tersebut, sehingga kekuatannya semakin kuat dan meluas.
"Rasakan, Tebasan Kilat Api!!"
Adrine langsung menyerang tubuh Meta bertubi-tubi. Teknik tebasan api yang ditambah dengan flashstep, ini membuat Meta langsung terjatuh tanpa Tebasan Api Neraka. Kemenangan Adrine tak terelakkan lagi, Adrine-lah yang menjadi pemenangnya.
Adrine terus memenangkan setiap pertandingan, dan pada akhirnya dibabak final, ia menghadapi musuh yang sangat kuat. Orang-orang memanggilnya...
'Api Hitam'
Sebutan itu diberikan padanya, karena ia mempunyai kemampuan kendali elemen api dan kegelapan. Setelah pengenalan dari wasit, pencapaian miliknya lebih tinggi dibandingkan dari pencapaiannya Adrine.
Api Hitam berpencapaian roh level 9. Dalam hal kultivasi menurut Adrine, tak mungkin dikalahkan, apalagi fisiknya yang lebih kuat. Dan Adrine sendiri masih jauh untuk mencapai tahap itu.
Adrine pernah dalam keadaan dimana ia hampir tak mungkin menang. Dan saat itu Adrine sedang melawan Maskman, walaupun takdir berkata lain. Perasaan yang sama terlintas dipikiran dan dihati Adrine tentang itu tadi.
"Pertandingan dimulai!"
Sesaat Api Hitam langsung menyerang. Melihat serangan yang begitu cepat, Adrine reflek menggunakan teknik flashstep untuk menghindar.
"Walaupun gerakanmu sangatlah cepat, tetapi apakah kau punya kesempatan menyerang balik!? Haha!!"
Api Hitam terus mendesak gerakan Adrine hingga terus memojok dan tak memiliki kesempatan. Walaupun kecepatan Adrine lebih cepat, tetapi ia pun tetap akan kehabisan energi apabila ia berterus terusan menggunakan flashstep.
Adrine memulai serangan dengan mengeluarkan Domain Kristal Jiwa Merah Api. Domain ini membuat pergerakan Api Hitam melambat. Hal ini menjadikan serangan dari Api Hitam memiliki banyak celah.
"Ternyata berhasil dengan cara ini, hehe!!" Gumam Adrine dalam hati. Adrine mempunyai kesempatan menyerang balik dengan tebasan petir. Walaupun mampu sedikit melukai Api Hitam, tetapi hal itu tetap kurang untuk mengalahkan Api Hitam.
15 menit berlalu, Adrine kewalahan melawan Api Hitam. Energi Adrine terkuras habis. Api Hitam terus memojok Adrine tanpa henti. Adrine membuka teknik terakhirnya, yaitu Kristal Pengikat Nyawa! Teknik tersebut adalah teknik yang membuat tangan atau senjata pengguna menjadi sekuat kristal. Teknik tersebut pernah digunakan Adrine untuk mengalahkan Eintra ditournament sebelumnya.
"Hehe teknik yang mudah ditebak!!"
Bisik Api Hitam. Sesaat mereka akan saling beradu tinju. Kecepatan mereka hampir sama. Adrine sudah tak mampu lagi menggunakan Flashstep-nya. Adrine hanya menambahkan sedikit elemen petir dalam tinju tersebut. Dan inilah akhirnya...
DUAAAARRR!!
Bersambung!!