
Setelah menyelesaikan masalah Arpha dengan Vania dan menciptakan masalah baru dengan Yama, Adrine pun pulang kerumah yang tadi disaat bertemu dengan Roni pertama kali. Dan disana masih terbaring Roni yang pingsan dijalan karena pukulan yang dilakukan Adrine kepadanya.
"Apa dia mau dibiarkan begitu saja?"
David sedikit peduli dengan keadaan Roni yang mengenaskan. Adrine juga merasa sedikit tak tega melihat Roni terbaring tak sadarkan diri didepannya.
"Angkat dia! Akan kusembuhkan didalam."
Adrine menyuruh David dan Arpha untuk membawa Roni kedalam untuk disembuhkan. Arpha pun menyuruh David untuk masuk terlebih dahulu dan ia mau mengangkatnya sendiri.
Setelah berada didalam, Adrine memasukkan sebuah pil kedalam mulut Roni dan membuat Roni menelan pilnya. Awalnya, tubuh Roni hanya memerah, tapi ketika beberapa detik kemudian energi Roni terpancar kemana-mana dan suhunya juga sangat panas.
"Apa dia baik-baik saja? Kenapa jadi seperti ini?"
David merasa sedikit takut karena timbul suatu panas dari tubuh Roni yang masih belum sadarkan diri. Namun Adrine tidak terlalu khawatir kalau hal itu terjadi pada Roni. Menurutnya, hal itu memang wajar.
"Memang seperti ini reaksi tubuh seseorang yang meminum Pil Matahari Terbit. Tapi pil ini adalah Pil Matahari Terbit peringkat kedua, jadi efeknya lumayan kuat."
Walaupun saat dikatakan oleh Adrine bahwa efek yang ada lumayan kuat, tapi Adrine mengatakannya seperti biasa-biasa saja. Tapi David merasa cemas kalau terjadi apa-apa.
Namun Arpha menunjukkan ekspresi yang sebaliknya. Ia merasa kalau semua itu setimpal atas semua perlakuan Roni terhadap ia dan teman-temannya, khususnya Adrine. Dan Etern hanya bersikap tidak peduli dan seolah-olah seperti tidak ada Roni disana.
Beberapa saat kemudian, Roni pun terbangun. David merasa lega kalau Roni tidak apa-apa. Adrine hanya diam dan berbalik kanan meninggalkan Roni, diikuti oleh Arpha.
"Dimana aku?"
Spontan Roni yang terbangun langsung menanyakan dimanakah dirinya. Dan yang ada didepannya hanyalah David.
"Kau ada didalam markas kami, Guild Saudara Yang Hilang."
Sesaat, Adrine mendengar nama guildnya, ia merasa tidak nyaman dengan nama tersebut. Lalu ia berbalik ingin mengusulkan nama baru untuk guildnya.
"Aku sudah kembali disini, seharusnya nama itu diganti. Aku menyarankan dengan nama pemberianku, Guild Deon, bagaimana?"
Sama seperti Geng Deon, Adrine menyarankan untuk mengganti nama guildnya dengan nama Guild Deon.
"Kita bahas itu nanti, kondisi Roni sekarang ini lebih penting."
David lebih fokus pada Roni yang baru saja sadar dari tidurnya. Adrine menerimanya, lalu ia mengangguk dan berjalan kearah Arpha dan Etern.
"Apa kalian setuju dengan nama yang kusebutkan tadi?"
Lalu Adrine menanyakan pendapat dari Arpha dan Etern tentang nama Guild Deon, dan mereka setuju tanpa ada perdebatan sedikitpun.
Tapi Arpha seperti masih berpikir tentang sesuatu. Ia terlihat seperti penasaran.
"Kenapa sepertinya kau terobsesi dengan nama itu?"
Ternyata Arpha sedari tadi memikirkan tentang nama yang diberikan oleh Adrine. Ia seperti penasaran dengan maksud dibalik nama Deon.
Adrine malah jadi sedikit bingung. Ia sendiri juga seperti selalu bertanya-tanya, kenapa nama itu membuat Adrine menyukai namanya.
"Aku sendiri tak tahu kenapa, tapi aku sangat suka dengan nama itu."
Walaupun sudah diberikan penjelasan bahwa Adrine sendiri tak mengerti kenapa ia menyukai nama itu, Arpha malah menjadi semakin tak mengerti.
Setelah itu, Adrine menengok kembali kearah David, dan Roni pun sudah sepenuhnya sadar dan bangun dari tempat tidurnya. David juga tersenyum ketika melihat Roni yang sudah bangun.
"Kalau kau sudah sadar, lebih baik kau pergi sekarang juga!"
Namun ketika sudah disuruh oleh Adrine untuk keluar, Roni menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan.
"Kau... Kau itu Adrine bukan? Beraninya kau memukulku!! Lihat saja, aku akan mengadu kepada ketua Yama, dan kau akan menyesali perbuatanmu, apalagi kau tidak menghadiri arena tantangan, habislah kau Adrine!!"
Dengan percaya diri Roni memaki Adrine dengan nama Yama, seakan-akan ia adalah benar-benar anak buah yang dilindungi secara langsung oleh Yama dan seluruh Geng Lima Jenius.
Tapi Adrine dan yang lainnya hanya tersenyum, karena kejadian yang akan diadukan oleh Roni sudah terjadi dan tidak seperti yang diharapkan oleh Roni.
"Apa kau tahu? Yama itu sudah dikal... Eummm... Emmm..."
Disaat Arpha ingin memberitahukan hal yang sebenarnya kepada Roni, tiba-tiba saja mulutnya disumpal sesuatu. Dan yang melakukannya adalah Adrine.
"Silahkan, silahkan!!"
Dengan senang hati Adrine membiarkan Roni untuk mengadukan hal tersebut kepada Yama. Dan Roni merasa aneh dengan sikap Adrine yang tiba-tiba seperti tidak punya ketakutan sama sekali.
'Kenapa dia ini? Apa terjadi sesuatu ketika aku pingsan tadi?' Pikir Roni.
Roni pun pergi meninggalkan tempat tinggal Geng Deon. Dan Adrine sudah tak kuat lagi menahan tawanya.
"HAHAHA!! LUCU SEKALI!!"
Adrine tertawa hingga sangat keras dan terbahak-bahak. Ia seperti sudah menahannya dari tadi.
Etern juga tertawa kecil karena paham akan maksud dari tawa Adrine yang keras itu. Tapi Arpha malah tak paham sama sekali. Dan David menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan karena paham maksud tertawanya Adrine.
"Ada apa sih?"
Arpha terlihat seperti orang bodoh yang sedang kebingungan. Ia hanya bisa melihat kanan dan kirinya sambil menggaruk kepalanya.
"Sudahlah, lupakan itu tadi! Kita bahas kembali tentang nama guild yang baru, bagaimana dengan Guild Deon?"
Adrine pun dengan cepat melupakan tertawaannya tadi dan langsung fokus kembali dengan pembicaraan nama guild. Tapi Arpha dan Etern hanya saling melirik satu sama lain.
"Kami setuju dengan namanya!!"
Arpha dan Etern berbicara dengan cukup keras dan bersamaan. Adrine pun terkejut karena mereka berdua tiba-tiba berkata dengan lantang.
"Baiklah kalau kalian setuju, bagaimana denganmu David? Apa kau setuju dengan namanya?"
Lalu Adrine menoleh kearah David.
"Berhubung kau sudah kembali, nama guild ini bisa diubah kapan saja. Kalau aku sih terserah kau."
Adrine pun mengangguk dan mereka semua sudah sepakat pada satu pendapat.
"Oke, karena kita semua sudah setuju dengan perubahan namanya, maka dari detik ini, nama guild ini adalah Guild Deon!!"
Bersambung!!