
Adrine merasa kalau semakin dekat dan saling bersentuhan, maka akan terjadi fluktuasi yang sangat hebat. Tapi ia tak mau melakukannya karena bisa saja sangat berbahaya bagi tubuh dan kultivasinya.
Tapi ketika Adrine iseng menyentuh setetes darah tersebut, tangan Adrine menjadi bercahaya emas. Dan ia merasa kalau setetes darah tersebut semakin dekat dengan Titik Meridiannya.
'Kenapa ini? Apa yang terjadi?' Pikir Adrine.
Karena Adrine tidak mau kenapa-napa, ia pun memutuskan untuk pergi dan ingin kembali. Adrine ingin kesadarannya kembali pada tubuh aslinya.
Dan disaat itupun kesadaran Adrine pada tubuhnya perlahan mulai kembali dan terbuka. Tapi Adrine merasakan kalau energi pada tubuhnya meningkat dan semakin murni. Aliran energinya pun juga semakin cepat disekelilingnya dan kultivasinya juga seperti telah meningkat.
'Apa mungkin ini karena setetes darah tadi berdekatan dengan Titik Meridianku tadi?' Pikir Adrine.
Adrine hampir tidak percaya dengan apa yang dipikirkannya barusan. Namun, karena penasaran Adrine pun masuk kedalam alam bawah sadarnya dan mencobanya kembali.
Dan ketika Adrine mencoba mendekatkan setetes darah tadi dengan Titik Meridian Adrine, gejolaknya malah semakin kuat daripada tadi. Bahkan terjadi pusaran yang sangat hebat disekitar Adrine ketika ia mendekatkan keduanya.
Namun, karena Adrine hanya ingin membuktikan pemikirannya tadi, ia hanya mencobanya sekali dan melihat perkembangan pada tubuhnya. Tapi sebelum Adrine kembali pada kesadaran aslinya, ia melihat uap gelembung yang tercipta menjadi semakin banyak.
Adrine lebih penasaran dengan perkembangan yang terjadi, jadi ia tidak begitu memperhatikan adanya uap gelembung yang terus bermunculan itu.
Adrine memikirkan tentang kembali pada kesadaran aslinya. Dan benar, cara yang tadi memang bekerja seperti apa yang telah ia perkirakan.
Lalu Adrine pun merasakan aliran energinya yang menjadi cukup cepat dan sedikit lebih murni. Ia juga merasakan kalau dirinya akan semakin cepat menuju ketahap Keberlanjutan jika terus berlanjut seperti itu.
'Aku ingin tahu bagaimana jika aku mendekatkannya, bahkan menyentuhkan keduanya. Apa mungkin jika aku berhasil menyentuhkan keduanya, aku akan langsung menembus tahap Keberlanjutan?' Pikir Adrine.
Tanpa berpikir lagi, Adrine pun langsung masuk kedalam alam bawah sadarnya kembali dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Adrine terus berusaha untuk mendekatkan kedua benda yang ada didepannya, setetes darah yang tak diketahui dengan Titik Meridiannya.
Namun ketika Adrine hampir berhasil mendekatkan keduanya, sebuah ledakan energi membuat Adrine terpental dan langsung kembali pada kesadaran tubuhnya.
Adrine merasa lebih semangat lagi, apalagi tubuhnya menjadi jauh lebih ringan ketika sadar kembali. Bukan hanya itu, perubahan lain yang terjadi juga dirasakan oleh Adrine ketika hampir berhasil mendekatkan kedua benda misterius didalam alam bawah sadarnya.
Akan tetapi, Adrine menyadari sesuatu seketika itu juga.
'Bukan! Bukan menyentuhkan keduanya, tapi mungkin menggabungkan keduanya. Mungkin saja ada hubungannya, kenapa aku tiba-tiba bisa masuk kedalam alam bawah sadarku.' Pikir Adrine.
Adrine pun mencobanya lagi dan lagi. Ia selalu gagal, namun tak pernah menyerah sedikit pun. Bahkan Adrine telah mencobanya hingga berjam-jam. Masuk kedalam alam bawah sadar, lalu ditendang keluar dengan sendirinya.
Adrine terus mencoba tanpa lelah hingga terus menerus walaupun Adrine tak mendapatkan hasilnya sedikit pun. Puluhan hingga ratusan sudah Adrine coba, namun ia tak mendapatkan hasilnya. Walaupun demikian, Adrine masih terus berusaha agar bisa menembus tahap Keberlanjutan.
SETELAH 1 HARI BERLALU
Hari pun berganti. Adrine masih mencobanya dan belum mendapatkan hasil kalau dirinya telah berhasil menyatukan Titik Meridiannya dengan setetes darah misterius, bahkan Adrine juga belum berhasil menyentuhkan keduanya.
SETELAH 1 HARI BERLALU
SETELAH 5 HARI BERLALU
1 minggu pun telah Adrine lewati, namun ia masih belum juga berhasil menggabungkan kedua benda tersebut. Adrine terus saja gagal dan tidak pernah sedikit pun presentasi keberhasilan naik.
SETELAH 3 MINGGU BERLALU
1 bulan pun telah berlalu, namun Adrine masih tidak mendapatkan apa yang ia harapkan. Setetes darah yang ia dekatkan dengan Titik Meridiannya, selalu menunjukkan reaksi penolakan.
Setiap kali Adrine berusaha menyatukan kedua benda misterius tersebut dan gagal, ia selalu mencoba lagi. Namun Adrine merasa kalau setiap kali ia mencoba dan gagal, gejolaknya semakin kuat, bukannya semakin sulit, tapi sedikit menjadi lebih mudah.
Dan Adrine juga sudah mencobanya hingga ribuan kali, bahkan lebih dari apa yang diperkirakan, namun Adrine masih terus pantang menyerah. Ia terus berusaha karena itulah satu-satunya cara untuk menembus tahap Keberlanjutan.
'Padahal sudah berkali-kali, namun masih saja tidak bisa. Ada apa ini? Padahal rasanya malah semakin mudah, tapi kenapa tetap tidak bisa?' Pikir Adrine.
Walaupun Adrine mengeluh seperti itu, ia tidak menyerah begitu saja. Hal yang harus ia dapatkan sangatlah penting, tidak bisa ia abaikan begitu saja.
Tapi, Adrine sudah mulai cukup kuat untuk tidak keluar dari alam bawah sadarnya. Sekarang ia sudah bisa sedikit menahan gejolaknya dan mengulanginya tanpa harus keluar dari kesadarannya.
Namun Adrine tetap tidak bisa menahan jika terkena serangan hingga 2 kali atau lebih. Dan Adrine juga merasa kalau penerobosannya sudah semakin dekat.
Adrine masih terus mencoba dan mencoba. Bahkan ia hampir menyerah, namun ia selalu mengurungkan niatnya untuk menyerah itu. Semakin ia merasa ingin menyerah, semangat yang jauh lebih kuat pasti muncul didepannya untuk menutupi rasa menyerah tersebut.
'Aku harus berhasil! Sisa waktunya tinggal 10 bulan lagi. Jika aku gagal, maka aku tidak akan bisa tenang dan akan malu dengan diriku sendiri.' Pikir Adrine.
Sebenarnya, jika orang lain melakukan sebuah penerobosan, setidaknya membutuhkan waktu hingga 10 bulan lebih. Jika mereka bisa melakukannya dalam waktu 10 bulan saja, hal itu bisa membuatnya menjadi jenius dimata orang lain, karena penerobosan itu sangatlah membutuhkan waktu.
Tapi, memang kebanyakan orang sudah mencapai tahap Keberlanjutan pada umur yang sama seperti Adrine. Setidaknya pada umur 18 tahun keatas.
Jika dilihat dari pandangan orang lain, Adrine bisa dianggap orang biasa yang sudah mencapai tahap tersebut. Namun, hal itu tetap bisa dianggap jenius jika diukur dari waktu Adrine berkultivasi. Dan itu bagi orang yang mengakui kehadirannya seperti teman-temannya.
'Apa aku harus istirahat terlebih dahulu?' Pikir Adrine.
Adrine bahkan sempat berpikir untuk istirahat sejenak. Tubuh Adrine memang menjadi lebih kuat, namun batinnya terasa sangat lelah karena terus mencoba hal yang kepastiannya belum juga datang dan tidak menentu.
'Tidak! Aku mungkin harus mengulanginya dari awal jika aku istirahat. Aku harus terus berlanjut untuk mencoba penerobosannya!' Pikir Adrine.
Adrine mengurungkan niatnya lagi, namun kali ini niatnya adalah istirahat sejenak. Ia takut kalau kekuatannya akan diulang kembali atau akan sama seperti saat pertama kali ia masuk kedalam alam bawah sadarnya sebulan yang lalu.
'Baiklah, sekarang aku harus melanjutkannya! Tidak boleh bersantai lagi, harus terus berusaha!' Pikir Adrine.
Bersambung!!