Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Gagak Semesta Petir (3)


"Serangan ini memang seperti namanya, petir. Tapi energi yang dipancarkan adalah energi kegelapan atau bayangan. Jadi petir ini juga terkandung elemen bayangan. Itulah yang membuat serangan ini menjadi sangat kuat." Ujar Etern.


"Aku mengerti. Kali ini, aku akan menjadikan gagak ini menjadi kelinci percobaanku. Formasi mental yang telah kupelajari, gagak inilah yang pertama kali mencobanya." Ujar Adrine.


"Itu dia, awan spiralnya mulai membentuk energi bayangan. Petirnya perlahan muncul, lihatlah!" Ujar Etern dengan tangan yang menunjuk kearah awan hitam yang berkumpul.


CTAAAR!!


"Awas! Itu petirnya!" Ujar Etern memperingatkan.


"Formasi mental, Pagoda Kegelapan! Alam kedua, perisai kegelapan tak terlihat!" Adrine mengeluarkan formasinya dan membuka alam kedua. Memunculkan energi tak terlihat yang membentuk perisai.


CTAAAR!!


Petir tersebut menyambar perisai tak terlihat milik formasi mental Adrine. Perisai Adrine berhasil menahan Sambaran Petir Iblis Jiwa. Adrine melancarkan serangan dari formasi mental.


"Alam pertama, jari kaisar!" Adrine memunculkan jari raksasa dari energi mental. Muncul dari pagoda kecil yang langsung mengarah kelangit dan menyerang gagak tersebut.


KWAAAK!!


Gagak tersebut seperti berteriak kesakitan. Suara yang begitu nyaring membuat telinga Adrine dan Etern menjadi sakit. Selain karena gelombang suara yang kuat, suara tersebut juga memancarkan energi yang kuat pula.


"Sepertinya untuk mengalahkan gagak ini, kita harus membunuhnya dengan serangan langsung." Ujar Adrine.


"Tapi itu adalah hal yang berbahaya. Dan sepertinya, jika kita semakin terbang tinggi energi kita akan terkuras perlahan hingga habis." Ujar Etern.


"Itu wajar. Tapi sekarang yang kubutuhkan hanyalah untuk menjadi kuat. Walaupun berbahaya, aku tetap harus berani untuk melakukannya." Ujar Adrine dengan keyakinan hati yang teguh.


"Baiklah, itu keputusanmu sekarang. Aku hanya bisa membantumu dan mendoakanmu agar kau bisa berhasil." Ujar Etern.


Setelah itu, belati jiwa yang tadi Adrine telah simpan, ia keluarkan lagi. Bayangan membentuk belati tersebut, seakan akan belatinya sesuai dengan kemampuan dan lingkungan sekitar pada gagak tersebut.


"Belati ini akan cocok dengan gagak itu. Tidak salah aku memilih Gagak Semesta Petir sebagai inti jiwaku yang pertama." Ujar Adrine.


Lalu Adrine menatap tajam gagak tersebut. Tatapan mata tersebut seakan akan bisa melihat semua yang ada disekitarnya. Energi pada gagak tersebut terlihat dengan jelas Dimata Adrine.


"Sekarang waktunya, Dead Silent, Dead Shadow, Combine Soul, Dragon Steel!!" Adrine langsung mengeluarkan 3 teknik sekaligus.


Tangan Adrine seperti siap untuk melempar belati yang sedang ia genggam. Benar, Adrine melemparkan belatinya kearah gagak tersebut. Kecepatannya sangatlah cepat.


"On Target!!" Adrine mengeluarkan teknik yang bisa memindahkan dirinya dengan benda yang ia tuju.


Belatinya tepat menusuk bagian leher gagaknya. Disaat yang bersamaan, Adrine berpindah kebelati tersebut. Tapi gagak tersebut menyembunyikan kekuatannya. Disaat Adrine akan menyentuh belatinya yang tertancap dileher si gagak, Adrine terkena aliran petir hitam yang menyelimuti seluruh bulu gagak.


"Bagaimana ini?"


Adrine hampir kehabisan akal untuk melawan gagak tersebut. Menyerangnya tanpa senjata, tubuhnya teraliri petir hitam dan sangat keras. Serta bulu-bulunya sangatlah tajam. Ingin mengambil senjatanya, belati yang tertancap seperti tak bisa tercabut dari leher gagak tersebut. Aliran petir hitam menyelimuti seluruh belati tersebut.


"Mungkin aku harus membunuhnya dulu, tapi bagaimana? Kekuatan mental tak terlalu kuat karena point mentalityku belum terlalu kuat." Ujar Adrine.


Lalu Adrine mencoba untuk memukul secara langsung gagak tersebut.


BWOSH!! BWOSH!! BWOSH!!


Tetapi si gagak malah menyemburkan 3 api petir kearah Adrine. Adrine menghindari serangan tersebut dengan cepat. Adrine berhasil memukul gagak tersebut, tetapi Adrine malah terpental sendiri karena keras dan tajamnya bulu dari Gagak Semesta Petir yang telah melewati tahap penyempurnaan. Lalu Adrine teringat sesuatu tentang mata jiwa.


"Oh iya, sepertinya dengan seperti ini aku bisa mengambil kembali belatiku." Ujar Adrine dengan mulut yang tersenyum.