Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Tentang Ahli Jimat


Adrine sudah mendapatkan banyak penjelasan tentang Jiwa Bela Diri dari Sura. Lalu Adrine kembali teringat kalau dirinya ingin segera kembali keperguruan.


Setelah itu, Shino segera mengantarkan Adrine ketempat teleportasinya. Dan dijalan, Adrine masih sedikit merasa ada yang kurang dari penjelasan Sura.


"Oh iya Sura, kalau Jiwa Bela Diri seseorang hanya masih berupa fragmen, bagaimana seseorang menggunakannya?"


"Biasanya, hanya pemiliknya sendiri yang mengetahui secara rinci cara kerja Jiwa Bela Dirinya masing-masing, walaupun masih belum terbentuk sepenuhnya."


Setelah itu, Adrine menjadi terpikir tentang Jiwa Bela Diri yang ingin ia bentuk nantinya. Adrine memikirkan tentang sebuah pedang yang kuat dan berukuran besar.


"Kita sampai."


Mereka pun sampai pada tempat yang tadi telah dikatakan oleh Shino. Tempatnya hampir berupa seperti Distorsi Portal, namun cara kerjanya adalah menghubungkan antara dua ruang yang jauh.


"Ah, bukannya ini Lubang Cacing?"


Tiba-tiba Shin kecil terkejut melihat ada sebuah portal didepannya, dan ia menyebutnya sebagai Lubang Cacing.


"Hampir mirip dengan Distorsi Portal, aku hampir mengira itu."


"Apa kakak pernah masuk kedalam Distorsi Portal?"


Adrine menganggukkan kepalanya. Ia ingin melihat-lihat apakah memang susunan antara Lubang Cacing dengan Distorsi Portal itu sama atau tidak.


'Sepertinya energinya berbeda, tapi susunannya hampir sama ketika membentuk portalnya.'


Lalu, ada tangan yang menepuk pundak Adrine. Tangan itu adalah tangan Shiro yang sedang berada dibelakangnya.


"Kakak, portalnya aman. Kau bisa langsung memasukinya."


Namun Adrine merasa tidak nyaman karena suatu hal. Ekspresi dari wajahnya sangatlah kelihatan kalau ia sedang bingung dengan sesuatu.


"Apa kalian tidak bisa ikut denganku?"


Pertanyaan tersebut membuat seluruh orang yang ada disana menjadi saling menatap satu sama lain. Mereka juga menjadi seperti sedang bingung juga ketika mendengar pertanyaan tersebut.


"Bukankah perguruan itu tempat yang tidak bisa didatangi oleh orang luar yang bukan dari perguruan itu sendiri? Kecuali kalau bisnis."


Adrine juga sudah memikirkan hal tersebut, ia memikirkan tentang tempat tinggal untuk seluruh bawahannya disana.


"Kau benar. Tapi, bukankah kalian juga bisa mengunjungiku?"


Namun Shiro, Ryu, dan Sura menggelengkan kepalanya. Mereka tahu kalau portal itu hanya membuka pintu satu arah saja.


"Kakak, portal ini hanya punya jalan satu arah saja, dan jika kami memasukinya, disana akan tercipta portal kedua atau pintu keluarnya. Namun dengan segera akan menghilang."


Disaat Adrine kembali menatap portal didepannya, ia merasa terpikirkan sesuatu.


"Siapa yang dulunya menciptakan Lubang Cacing ini?"


"Oh? Kalau portal ini yang menciptakan adalah kakekku. Dulu dia berasal dari perguruan yang sama denganmu, jadi dia menciptakan portal ini disaat dia ingin mengunjungiku dan kembali."


Adrine terpikir lagi dan sedang mencerna penjelasan dari Ryu.


"Aku merasa kalau portal ini bisa digunakan untuk perjalanan pulang pergi, tapi yang bisa melakukan itu hanya kakekmu. Apa pencapaian kultivasi kakekmu?"


"Seingatku, disaat terakhir kali aku bertemu dengannya, ia mencapai tahapan Keunikan level-2, dan itu juga adalah 3 tahun yang lalu."


DEG!!


Adrine sangat terkejut mendapati ada seseorang yang tahapannya jarang terdengar ditelinganya. Kekuatan itu berada ditingkatan Permata, dan tingkat Permata itu berada diatas tingkat Kesempurnaan.


"Bukankah itu berada ditingkat Permata? Hebat sekali. Apakah kakekmu itu sudah membentuk Jiwa Bela Diri sepenuhnya?"


Shino merasa sedikit ragu untuk menjawabnya, ia tak yakin kalau jawabannya itu akan benar.


"Emm... Aku tak yakin, tapi kurasa kakekku hanya masih membentuk lebih dari setengahnya saja. Aku sendiri belum pernah melihatnya menggunakan Jiwa Bela Diri."


Shino langsung nyengir disaat menjawabnya. Adrine kembali terlihat seperti terpikirkan sesuatu lagi.


"Tingkat Permata saja bahkan belum membentuk Jiwa Bela Diri secara keseluruhan, seberapa lama seseorang bisa membentuk keseluruhan Jiwa Bela Diri?"


Adrine sendiri merasa tak yakin kalau ia sendiri tak akan tahu apa bentuk Jiwa Bela Diri miliknya sepenuhnya.


'Bahkan seseorang yang sudah tua dan mencapai tingkatan yang tinggi saja belum membentuk Jiwa Bela Diri keseluruhan? Seberapa lama seseorang untuk membentuk Jiwa Bela Diri?' Pikir Adrine.


Dipikiran Adrine terus dipenuhi dengan pertanyaan tersebut, ia merasa tidak tenang kalau pertanyaan itu tidak dijawab.


'Ah iya, aku ingat. Ahli Jimat juga punya peringkat tersendiri, kalau tidak salah, Ahli Jimat punya 9 peringkat, dan 3 peringkat untuk Master Jimat. Jika seseorang sudah mempunyai kemampuan yang lebih dari Master Jimat peringkat 3, maka orang itu akan disebut Leluhur Jimat.' Pikir Adrine.


Lalu Adrine ingin menanyakan sesuatu tentang Ahli Jimat.


"Ahli Jimat itu peringkatnya itu ditentukan oleh apa?"


"Seorang Ahli Jimat itu peringkatnya ditentukan oleh seberapa banyak Jimat Mental yang mampu diciptakannya. Untuk memenuhi kualifikasi naik peringkat itu sangatlah susah."


Adrine memang pernah pernah mendengar dari Shin kecil bahwa untuk naik peringkat dalam Ahli Jimat itu memang sangatlah susah. Sebenarnya Adrine hanya sedang memastikan apakah memang perkataan Shin kecil itu benar ataukah tidak.


"Setidaknya, untuk naik keperingkat 2 saja, seseorang harus mampu menciptakan setidaknya 300 Jimat Mental, 1000 Jimat Mental untuk peringkat 3, 3500 Jimat Mental untuk peringkat 4, dan banyak lagi."


"Apa? Sebanyak itu?"


Adrine merasa terkejut karena dirinya yang sekarang hanya mampu menciptakan sekitar 15 Jimat Mental saja. Dan sebelumnya, poin Mentality itu hanya menentukan seberapa kuat kekuatan mental Adrine, bukan menentukan seberapa banyak Jimat Mental yang dimiliki oleh Adrine.


Namun, kekuatan mental itu juga dipengaruhi oleh seberapa banyaknya Jimat Mental yang bisa digunakan dalam satu waktu.


"Kenapa sepertinya kakak tertarik dengan Ahli Jimat? Apa kakak juga seorang Ahli Jimat? Berapa Jimat Mental yang berhasil kakak ciptakan?"


DEG!!


"EH?"


Adrine terkejut lagi, karena ia tiba-tiba ditanya oleh Shino disaat sedang memikirkan sesuatu.


"Ya, bisa sedikit... Setidaknya aku bisa menciptakan sekitar 15 Jimat Mental."


"Wow!!"


Semua yang ada dibelakangnya merasa terkejut dan tercengangkan. Mereka sangatlah terkejut melihat seorang remaja yang belum berusia 20 tahun sudah mencapai tahap Kematian level-4 dan juga seorang Ahli Jimat.


Satu saja Jimat Mental itu sangatlah susah untuk diciptakan, Energi Mental itu juga mempengaruhi seseorang dalam pembentukan Jimat Mental yang mampu diciptakan oleh seseorang. Dan Jimat Mental itu berupa seperti bola-bola yang dibentuk oleh kumpulan benang energi.


"Kok kita malah jadi membahas tentang Ahli Jimat? Bukankah kita akan masuk kedalam Lubang Cacing? Haha."


Adrine merasa kalau ia tidak segera masuk kedalam Lubang Cacing, malah membicarakan tentang Ahli Jimat. Namun pengetahuannya tentang Ahli Jimat dan Jimat Mental kini telah berkembang dan bertambah.


"Haha, iya kakak. Kalau begitu, kakak lamgsung masuk aja dulu, didalam sana aman kok."


"Haha, memangnya didalam sana ada apa? Apa kalau aku masuk, tiba-tiba saja aku akan ketemu sama hewan spirit yang berbahaya? Oh iya, dimana titik teleportasi Lubang Cacing yang kedua?"


Adrine menjadi terpikir tentang tempat yang akan dituju oleh Lubang Cacing yang ada didepannya. Satu portal pasti akan terhubung dengan portal lainnya.


"Kalau tidak salah ada langsung ke Hutan Sindra."


"Apa? Jauh sekali."


Hutan Sindra berada didekat perguruan murid luar dan saling berbatasan. Dan tempat itu sangatlah jauh dengan perguruan murid inti yang berada ditengah-tengah Pegunungan Sindra.


"Tapi dengan kultivasi kakak yang sudah mencapai tahapan ini, setidaknya kakak adalah murid inti, apa benar?"


Adrine mengangguk membenarkan perkataan Shino.


"Seharusnya itu benar, tapi tepat disaat aku selesai ujian murid inti 3 tahun lalu, aku melawan 2 orang ahli yang tingkatannya aku sendiri tidak tahu dan aku dibuang ke Gurun Pasir Iblis, hingga bertemu dengan kalian."


Mereka semua tercengang kalau tahu Adrine bisa sampai bertemu dengan Geng Pasir Darah karena pernah berurusan dengan ahli yang kekuatannya tidak diketahui.


"Mungkin pertemuan kita ini adalah sebuah takdir yang baik atas kejadian buruk yang menimpa kakak, dan kami juga bertemu dengan orang jenius itu juga adalah keberuntungan."


"Kau ini bisa saja, aku bukan orang jenius. Lagipula, aku sendiri juga terlambat untuk pembangkitan, yang seharusnya berada diumur 12 tahun, aku melakukannya diumur 14 tahun."


Adrine merasa kalau dirinya sedang dipuji oleh Shino. Namun perasaan itu bukanlah sekedar perasaan belaka, yang lainnya pun juga menganggukkan kepalanya menandakan kalau mereka memang setuju kalau Adrine itu adalah jenius.


Adrine kembali menatap portal yang ada didepannya lagi. Ia kini sudah sangat ingin memasukinya.


"Baiklah, sekarang aku akan masuk."


Lalu Adrine memasuki portalnya. Disaat Adrine mulai menyentuh pintu portalnya, ia merasa seperti sedang menyentuh aliran air. Dan disaat Adrine masuk, ia langsung melihat hutan. Dan hutan itu benar-benar adalah Hutan Sindra seperti yang dikatakan oleh Shino.


"Ini benar-benar adalah Hutan Sindra. Teman-teman, aku kembali."


Bersambung!!