Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Rumah Pil Heyto (3)


"1000 koin saja sudah sangat banyak bagi kami, ini... Lebih dari 500000 koin?" Ujar Etern.


"Bagi kami, ini hanyalah ini hanyalah sebagian kecil dari milik kami." Ujar Hanura.


"Terima kasih atas semuanya. Kami kembali dulu." Ujar Adrine.


"Ya, silahkan." Ujar Heyto.


Setelah itu, Adrine dan Etern pun keluar dan pergi dari Rumah Pil Heyto. Etern sangatlah senang punya uang sebanyak itu. Adrine masih merasa biasa saja setelah mendapat koin banyak.


"Sebenarnya, mereka ini dapat banyak pil tingkat tinggi dari mana?" Tanya Haruna kepada Haruna.


"Aku juga tak tahu. Lebih baik kita membangun koneksi yang baik dengan mereka agar menghasilkan keuntungan yang baik bagi kita juga." Ujar Heyto.


"Ya, mari kita masuk kembali!" Ujar Haruna.


Adrine langsung mengajak Etern untuk berlatih lagi, karena dalam waktu 10 bulan lagi, mereka akan melaksanakan pelantikan menjadi murid inti. Etern setuju, tetapi Adrine mengajak untuk berlatih melawan monster terlebih dahulu agar punya persediaan barang bagus setelah 3 bulan.


3 Jam kemudian, Adrine dan Etern telah selesai dengan latihan mereka. Adrine mendapatkan 20 Pil Yin Surga Ketiga, 12 Pil Yin Surga Keempat, 10 Pil Yang Neraka Es Pertama, 3 Pil Yang Neraka Es Kedua, dan 35 Pil Mutiara Petir Langit.


"Sistemnya punya sangat banyak persediaan seperti ini. Hebat sekali kalau aku bisa sangat kaya dengan hanya mengandalkan sistem." Ujar Adrine.


Lalu Etern mengajak Adrine untuk berkultivasi. Tanpa basa-basi Adrine dan Etern langsung masuk kedalam dimensi pelatihan.


Dan setiap satu minggu sekali, Adrine selalu keluar dan berlatih melawan monster agar mendapatkan pil yang telah ia janjikan kepada Heyto dan Hanura. Adrine selalu dapat hasil yang bagus dan hadiah dari pelatihan dan hasil dropnya pasti bertambah setiap kali.


Dalam satu bulan, Etern sudah siap untuk membangkitkan mata jiwa. Dan Adrine mendapatkan mata jiwa bawaan yang sama persis dengan mata jiwanya pada kehidupannya dulu.


Setelah 2 minggu berikutnya, Etern naik kepencapaian Indera Kedelapan level-3 pada puncaknya. Adrine membawa kedalam dimensi dan menemaninya untuk mencari inti jiwa untuknya. Etern pun memilih hewan yang sama dengan Adrine, yakni Gagak Semesta Petir.


Mereka berhasil mengalahkan gagak tersebut dan Etern juga berhasil mendapatkan inti jiwa dari Gagak Semesta Petir dan masuk kepencapaian Alam. Adrine menghapus semua pasukan tingkat rendahnya dan juga Adrine telah sampai pada pencapaian Alam Level-6 pada puncaknya.


Adrine melanjutkan latihannya lagi dengan melawan monster. Adrine terus berlatih dan berkultivasi terus-menerus. Adrine mendapatkan lebih dari apa yang akan ia janjikan kepada Heyto dan Hanura.


Dan tepat pada waktunya, Adrine datang untuk pengiriman pertama kepada Heyto dan Hanura. Adrine dipersilahkan untuk masuk oleh resepsionisnya dan diantarkan oleh dua bodyguard yang pernah ia lihat sebelumnya. Sama seperti sebelumnya, Adrine menunggu sebentar Heyto dan Hanura.


"Ah, halo Adrine, halo Etern. Maaf membuat kalian menunggu. Bagaimana kabar kalian?" Tanya Heyto sambil berjabat tangan dengan Adrine.


"Saya baik-baik saja, terima kasih. Aku mau langsung ke intinya saja, aku sudah membawa semua pil yang telah aku janjikan." Ujar Adrine.


"Kukira kau hanya bercanda dengan membawakan pil tingkat tinggi sebanyak ini. Ternyata kau adalah pebisnis yang sangat jujur dan menepati janji." Ujar Heyto.


"Ya. Btw, apa bisa kau mendapatkan Pil Matahari Terbit. Kami sedang membutuhkannya, ada pebisnis yang sudah memesannya, tapi kami tak punya banyak stok untuk pil itu." Ujar Hanura.


"Sebentar, kau bilang pil apa?" Tanya Adrine.


"Pil Matahari Terbit tingkat satu." Ujar Haruna.


"Oh, itu ya. Aku juga baru saja mendapatkannya kemarin. Pil itu bisa meningkatkan api seseorang, maka aku menggunakan pil itu beberapa untuk melatih Kekuatan apiku." Ujar Adrine.


"Benarkah? Bagaimana kalau kami beli dengan harga 5000 per satu pilnya?" Tanya Hanura.


"Apa kau menyetujuinya?" Tanya Heyto.


"Aku akan menjualnya kepada kalian sebanyak 25 pil, aku hanya punya 15 pil lagi untuk diriku sendiri." Ujar Adrine.


"Jumlahnya masih kurang tapi tidak apa-apa. Itu bisa menambah stok kami. Terima kasih tuan Adrine." Ujar Heyto.


"Lalu, bagaimana dengan koin yang akan kau berikan padaku?" Tanya Adrine.


"Oh ya, kau akan dapat sebanyak... Hmm..." Ujar Heyto sambil menghitung pada kalkulator yang berupa cahaya ditangannya.


"1085000 koin plasma. Untukmu kukasih tambahan menjadi 1100000 koin. Dan ini sebagai ucapan terima kasih dari Rumah Pil Heyto." Ujar Heyto.


"Wah, banyak sekali sampai satu juta lho. Aku tidak akan mengambil uang tambahan. Aku akan tambahkan 3 Pil Matahari Terbit." Ujar Adrine dengan tatapan mata yang serius.


"Terima kasih banyak semuanya." Ujar Hanura dengan sangat senang.


"Oh ya, yang 100000 tambahkan pada milik Etern." Ujar Adrine.


"Ya, itu pasti." Ujar Heyto.


"Tapi Adrine, itu..." Etern seperti tidak bisa menerima uang yang banyak begitu saja dari Adrine.


"Terima saja, anggap itu adalah hadiah persahabatan kita dariku." Ujar Adrine sambil tersenyum tulus.