
"Arghh... Kenapa kalian membuangku kemari?"
Adrine berasa seperti orang yang benar-benar dibuang. 2 ahli tua itu seperti membenci Adrine.
"Ingatlah satu hal, jangan pernah kau ganggu orang-orang dari rasi bintang Lynx. Dan kau tak perlu alasannya."
Lalu kedua orang tersebut menghilang tanpa jejak. Angin yang ditinggalkan oleh kedua ahli tua tersebut membuat tubuh Adrine seperti tercabik-cabik.
'Apa hubungan antara rasi bintang Telescopium dengan rasi bintang Lynx? Mungkin ada suatu konspirasi dibelakangnya.' Pikir Adrine.
Ditempat itu, Adrine melihat sekeliling hanyalah pasir dan padang pasir. Tepat seperti namanya yaitu Gurun Pasir Iblis.
"Sama seperti namanya, panasnya saja seperti sedang disamping iblis."
'Oh iya, Purgatory Demon, aku lupa.'
Adrine menjadi teringat dengan Purgatory Demon.
"Untung saja aku sempat untuk mengirimkan pesanku tadi kepada Etern. Sega sekarang pesan ini sudah sampai pada pendekar Zeno."
Adrine berharap sambil memandangi langit yang berharap pesan yang ia kirim telah sampai pada orang yang dituju.
"Adrine, disini tempatnya sangat panas. Mungkin ada tempat yang dimana panasnya jauh lebih panas lagi."
Shin kecil tiba-tiba muncul dan mengatakan sesuatu. Adrine jelas terkejut dengan kemunculan Shin kecil yang secara tiba-tiba.
"Ah, kau ini, mengagetkan saja."
"Hehe."
"Tapi, barusan yang maksud itu apa? Akan lebih baik kalau aku berlatih dalam dimensi pelatihan."
Shin kecil seperti sedang kebingungan untuk menjelaskannya.
"Begini Adrine, entah kenapa panas yang ada disini membuat sistem USC menjadi kacau. Kalau dibiarkan mungkin akan hancur."
"Apa?"
Jelas Adrine menjadi terkejut karena Shin kecil berkata kalau USC bisa hancur apabila sistemnya terus dipaksa.
"Lalu bagaimana?"
"Sementara ini, kau masih punya beberapa point lagi yang masih tersisa. Coba aku lihat... Oh, ini masih 15 point."
"Ha?"
Entah kenapa Adrine menjadi bingung sendiri. Tak tahu mengapa Adrine yang memiringkan kepalanya seperti tak tahu apa yang dibicarakan oleh Shin kecil.
"Panas ini mungkin membuatmu menjadi bodoh. Apa boleh buat, akan ku dinginkan kepala bodohmu itu."
Lalu Shin kecil benar-benar membekukan kepala Adrine yang sudah mulai memerah. Dalam sekejap kepala Adrine benar-benar beku karena Shin kecil. Lalu panas yang ada di gurun itu melelehkan kepala Adrine yang telah membeku.
"Eh? Ada apa?"
"Ya jelas mau lah!!! Langsung tambahkan 3 point ke kekuatan, 3 point ke daya tahan, 3 point ke kecepatan, 2 point ke indera, 2 point ke intelegence, dan 2 point lagi ke mentality!"
Lalu Shin kecil mengotak-atik lagi sistem USC nya. Entah apa yang diperbuat oleh Shin kecil, tapi hal tersebut seringkali membuat Adrine pusing sendiri.
"Pointmu sudah kutambahkan, nih kalau mau lihat statusmu!"
"[[Status tubuh user:
-Nama : Adrine Arnando
-Pencapaian : Tulang Level-1 (Awal)
-Kekuatan : 329 -Level : 360
-Daya Tahan : 140 -Gelar : Kelayakan 3
-Kecepatan : 146
-Indera : 84
-Intelegence : 151
-Mentality : 35.]"
Walaupun Adrine telah melihat perkembangannya sendiri, tetapi wajahnya tetap murung. Entah kenapa yang menyebabkan hal tersebut padanya.
"Aku masih terlalu lemah untuk sekarang."
"Lalu kenapa?"
"Disini aku bisa apa? Aku bahkan tak tahu aku ini sekarang dimana."
Shin kecil juga merasakan apa yang dirasakan oleh Adrine juga. Diasingkan seperti itu akan membuatnya kesepian dan hidupnya pun juga akan ikut lebih susah lagi.
"Jika kau merasa ingin kuat, ikuti ucapanku! Carilah tempat yang mungkin menurutmu lebih panas lagi, itu akan membantumu dalam berlatih. Mungkin juga kau akan dapat barang bagus."
Shin kecil berusaha untuk menghibur Adrine yang tengah murung. Adrine menoleh.
"Ya, mungkin kau benar. Tak ada gunanya juga kalau aku disini dan meratapi apa yang telah terjadi padaku sekarang ini. Lebih baik ikuti apa katamu dan itu mungkin akan lebih berguna bagiku."
Shin kecil agak senang melihat Adrine yang moodnya seperti telah kembali seperti semula. Adrine yang berjongkok pun mulai berdiri. Semangatnya muncul kembali.
"Nah, begitu. Bukan berarti kalau kau sedang diasingkan, kau hanya bisa meratapi nasib, namun kau harus tetap berjuang."
Adrine tersenyum kembali.
"Ya, kau benar. Aku akan berusaha menjadi lebih kuat lagi, dan biarkan mereka yang menghinaku tadinya akan terinjak-injak oleh kemampuan baruku nantinya."
"Haha, itulah Adrine yang sebenarnya."
Shin kecil benar-benar senang melihat Adrine telah bahagia kembali karenanya.