
DEG!!
"Purgatory Demon! Jangan maju!"
"Baik!"
Adrine seperti merasakan sesuatu yang datang lagi. Purgatory Demon juga patuh karena juga merasakan adanya yang datang. Disaat yang sama, kedua bodyguard Ray sedang mengarah pada Adrine.
SWOOSH!!
Sebuah tebasan pedang berlalu dan melintasi zirah baja yang dipakai oleh 2 bodyguard. Tebasan tersebut seperti disengaja untuk tidak membelah zirahnya seperti peringatan agar tidak maju lagi.
"SIAPA?"
Muncul seseorang yang memakai jubah dengan pedang yang disampirkan di pinggangnya. Ia berjalan menuju kearah tempat Adrine dan yang lainnya.
"Aku adalah Zeno, salah satu pendekar pedang dari sekte Tombak Naga, diutus oleh Monarch rasi bintang Orion yang ditugaskan untuk menjaga tuan muda Nicho."
'Nama sektenya tombak, kok salah satu pendekar pedang? Kenapa bukan pendekar tombak?' Pikir Adrine.
Sesaat dari belakang pendekar pedang yang bernama Zeno, muncul sesosok tubuh yang cukup familiar dimata Adrine. Dan sesosok itu adalah orang yang dikatakan oleh Zeno untuk di lindunginya, yakni Nicho.
"Erghh... Oh kau... Ugh... Zeno, lama.... Tak jumpa!"
Bodyguard Alfian yang terbaring di tanah sepertinya sudah pernah mengenal tentang Zeno. Zeno pun melihat kearah bodyguard tersebut.
"Oh, bukankan kau itu Jagon dari rasi bintang Lynx? Kenapa kau bisa tersungkur di tanah seperti mayat?"
"Grrrr... Errghh..."
Bodyguard yang terbaring itu, ternyata bernama Jagon. Dan Jagon sedikit marah karena diledek oleh Zeno, tetapi ia menahan diri karena sadar akan situasinya.
"Oh ya, kalau kau, Jagon ada disini, terus Tagon dimana? Oh, kau disitu melindungi bocah itu rupanya."
Dan bodyguard Alfian yang satunya lagi bernama Tagon dan ternyata kedua bodyguard Alfian adalah saudara kembar. Adrine pun menjadi tahu karena ucapan Zeno tadi. Adrine langsung menatap Jagon dan Tagon secara bergantian.
Lalu Nicho langsung berlari kearah Adrine dan memeriksa keadaan Adrine. Zeno yang melihat Nicho berlari kearah Adrine, Zeno pun ikut berjalan kearah yang dituju oleh Nicho.
"Apa kau baik-baik saja?"
Adrine menganggukkan kepalanya.
"Syukurlah."
Lalu Zeno pun datang.
"Tuan muda, apakah bocah ini yang kau maksud tadi?"
"Ya."
'Potensinya cukup bagus, punya makhluk summonan yang kuat, apalagi kalau makhluk summonannya adalah Fire demon of death. Anak ini punya masa depan yang cerah.' Pikir Zeno.
"Hei Nicho, kau jangan ikut campur dengan urusan kami disini!"
"Apa kau tak lihat? Kau yang ikut campur dalam urusan Adrine dan Alfian, seharusnya aku yang bilang seperti itu!!"
SET!! CKLAK!!
Zeno mencabut pedangnya dari sarung pedang yang ada di pinggangnya.
ZRAAAST!!
"AAARGHH!!"
Kedua bodyguard Ray terkena serangan langsung dari pedang Zeno. Adrine, Alfian dan kedua bodyguardnya terkejut, kedua mata mereka terbelalak lebar melihat kehebatan dari kemampuan Zeno dalam berpedang.
"Hehe, itulah salah satu dari pendekar pedang dari rasi bintang Orion."
Adrine hanya tersenyum dan mengangguk. Nicho juga ikut tersenyum. Zeno juga tersenyum tipis saat dipuji oleh Nicho.
'Hah? Bagaimana mungkin? Sekarang Zeno sudah sampai tahapan mana? Kuat sekali dia.' Pikir Jagon dan Tagon.
Adrine sendiri sebenarnya juga penasaran seberapa kuat Zeno, dan sudah sampai tahapan manakah dia sekarang.
"Oh ya, maaf pendekar Zeno kalau aku ini lancang, saya hanya ingin tahu sampai pada tahapan apa pendekar Zeno sekarang?"
Adrine mengucapkan hal tersebut sambil menundukkan kepalanya dengan suara yang formal dan datar.
'Bagus.' Pikir Jagon dan Tagon.
"Haha, tak usah terlalu formal seperti itu, ini hanya pertanyaan umum. Aku sekarang hanya baru sampai dipencapaian Penciptaan level-2 kelas awal."
'Apa? Penciptaan level-2? Cepat sekali.' Pikir Jagon dan Tagon.
2 bodyguard Ray juga sangat terkejut dan saling menatap satu sama lain. Mereka tak tahu bahwa yang dihadapan mereka adalah seorang pendekar pedang yang sudah mencapai ranah Kesempurnaan.
"Oh iya, bukankah tahap Penciptaan itu adalah tingkat kesempurnaan dan diatas tingkat Keabadian?"
"Ya."
Adrine sedikit terkejut. Bahkan kedua bodyguard Ray dan Alfian juga sama-sama terkejut.
"Bagaimana bisa? Kau itu terlalu cepat!!"
Jagon seperti tak terima kalau Zeno telah mendahuluinya dalam hal kultivasi dan kekuatan. Tagon juga mengangguk setuju karena sama. Tetapi Nicho dan Zeno hanya tersenyum sinis saat mereka bertanya seperti itu.
"Biar kutanya kepada kalian, apa kalian sekarang masih tahap Nirvana Alam Pertama?"
DEG!!
Keempat bodyguard itu sangatlah terpukul disaat ditanya seperti itu.
"Kutanya sekali lagi, apa kalian belum menyelesaikan ujian Nirvana Alam Pertama?"
Keempat bodyguard itu seperti malu karena ditanya pertanyaan seperti itu.
Ujian Nirvana Alam Pertama adalah salah satu ujian yang ada dalam hal kultivasi. Disetiap sampai pada tahap Nirvana, maka semua itu dibagi dalam 3 alam, yakni saat tahap terakhir dari tingkat Keabadian, Kesempurnaan, dan Permata. Ujian yang sama tetapi dengan kesulitan yang berbeda. Dan pada ujian ketiga adalah yang paling berbahaya, karena apabila gagal dalam menyelesaikan ujian dan tidak bisa menembus tingkat berikutnya, maka ia akan mati.
Dan karena itulah mereka berempat takut dalam ujian tersebut, tetapi sebenarnya ujian Nirvana Alam Pertama tidaklah menyebabkan kematian, tetapi bisa menyebabkan pelemahan terhadap kekuatan hingga menurun 2 level dan itu bisa dicoba lagi, tetapi kesulitannya akan setara dengan ujian Nirvana Alam Kedua dan apabila gagal lagi dampaknya akan sama dengan dampak kegagalan ujian Nirvana Alam Kedua. Dan kegagalan dalam ujian Nirvana Alam Kedua bisa menyebabkan kelumpuhan dalam hal kultivasi maupun aliran energi, dan kondisi paling buruk bisa menyebabkan koma selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Karena kultivasinya lumpuh, maka kekuatannya akan setara dengan orang biasa atau setara dengan tahap tubuh level-1.