Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Adrine melawan Darkness Lightning Demon di dalam alam bawah sadar


Beralih dari dunia yang sebenarnya dan memasuki alam bawah sadar, Adrine sedang memulai pertarungan jiwanya melawan jiwa Darkness Lightning Demon.


Adrine telah mengikat jiwa Darkness Lightning Demon dengan menggunakan energi miliknya dan hewan iblis itu juga memasuki alam bawah sadar Adrine, kini mereka akan memulai pertarungan. Jiwa Darkness Lightning Demon telah membentuk tubuhnya di dalam alam bawah sadarnya dan Adrine sendiri sedang menunggu pembentukannya. Di mulai dari kepala, tangan, perut, hingga kaki, tubuhnya telah terbentuk seperti manusia, namun tinggi badannya melebihi manusia biasa.


Mereka melayang karena di sana memang tidak memiliki gravitasi dan tidak ada tempat berpijak bagaikan di luar angkasa.


"Di sini aku bisa melawannya menggunakan penggabungan jiwa milik Purgatory Demon seperti di luar sana, tetapi harus membutuhkan beberapa energi mental untuk menopang durasi penggunaannya."


Setelah itu, Adrine mengeluarkan jiwa Purgatory Demon dan menggabungkannya dengan jiwanya. Untuk permulaan, penggabungan jiwanya memang tidak memakai energi sama sekali, bahkan energi mental.


Tubuh Darkness Lightning Demon telah terbentuk dengan sempurna, mereka sudah sangat bersiap untuk pertarungannya.


Tubuh Adrine yang berada di alam bawah sadar juga berubah menjadi berlapis api karena melakukan penggabungan dengan jiwa Purgatory Demon. Adrine juga mengaktifkan mata jiwa kirinya dan mengeluarkan pedang jiwanya, Pedang Api Hitam Ashura.


ZRAAAST!!


Tak disangka Darkness Lightning Demon ternyata menyerang terlebih dahulu dengan pergerakan yang sangat cepat. Kepalan tangan hewan iblis itu melesat dengan sangat cepat juga ke arah kepala Adrine, namun serangannya meleset karena targetnya berhasil menghindar.


'Sialan, gerakannya cepat sekali... Untung saja...' Pikir Adrine.


Setelah itu, Adrine sedikit menjauh dari Darkness Lightning Demon dan ia akan menyerang hewan iblis itu jika punya kesempatan ataupun celah.


Darkness Lightning Demon menoleh dengan sangat cepat ke arah Adrine dan dia langsung berbalik juga.


ZRAAAST!!


Tanpa harus berpikir ataupun melihat keadaan sekitar, hewan iblis tersebut langsung bergerak dengan cepat lagi ke arah Adrine dan menyerangnya dengan sangat brutal, namun Adrine sudah menduganya dan dengan mudahnya ia menghindar.


'Sial, ternyata hewan iblis satu ini sama sekali tidak memberiku kesempatan.' Pikir Adrine.


ZRAAAST!!


Tanpa harus menunggu Darkness Lightning Demon berbalik dan menyerang lagi, kini Adrine segera menyerang agar tidak banyak menghabiskan waktu.


BUAGH!!


Dan benar saja, ketika tangan kanan Adrine sedang melesat ke arah kepala targetnya itu, hewan iblis itu menoleh ke arah Adrine dan kepalan tangannya itu dengan tepat mengenai sasaran.


'Satu serangan saja tak cukup.' Pikir Adrine.


Lalu Adrine mengepalkan tangan kirinya dan memukul perut Darkness Lightning Demon ke atas.


BUAGH!!


Sekali lagi tubuh Adrine bergerak menyerang hewan iblis yang ada di depannya, kaki kanannya dengan cepat menendang perut Darkness Lightning Demon.


BUAGH!!


Hewan iblis itu terpental ke belakang dengan sangat cepat.


Kemudian Adrine menjulurkan tangan kirinya dengan jari-jari tangan yang terbuka, muncul bola api dengan energi yang cukup besar dan suhu yang sangat tinggi. Adrine sedang berusaha mengumpulkan energi lagi, tapi menurutnya Darkness Lightning Demon akan segera menyerang balik, jadi Adrine hanya mengumpulkan energi dan panas yang secukupnya pada bola api di tangannya.


BLAAAR!!


Bola api tersebut melesat dengan cepat ke arah Darkness Lightning Demon yang masih dalam keadaan terpukul.


Sekali lagi, di saat Darkness Lightning Demon menoleh dan melihat ke arah Adrine, terdapat serangan sudah berada tepat di hadapan matanya.


BLAAAR!!


Serangan Adrine lagi-lagi tepat mengenai sasaran, bola api tersebut meledak di kepala Darkness Lightning Demon dan membuat tubuhnya terbakar dan terkena efek ledakannya. Namun Adrine sama sekali tidak memberikan lawannya untuk melakukan serangan balik. Adrine mengumpulkan energi pada tangan kirinya dan membentuk bola api yang sama seperti tadi, namun dengan ukuran dan kekuatan yang lebih besar.


BLAAAR!!


Bola api tersebut melesat dari tangan Adrine dengan sangat cepat.


BLAAAR!!


Serangan Adrine tepat sasaran lagi mengenai Darkness Lightning Demon dan tubuh hewan iblis tersebut terbakar lebih banyak lagi.


'Aku tidak akan memberinya kesempatan untuk menyerang, jika tidak akan berbahaya bagiku nantinya.' Pikir Adrine.


ZRAAAST!!


Adrine melesat ke arah Darkness Lightning Demon dengan sangat cepat, dia telah bersiap untuk menyerang secara langsung lagi dengan kepalan tangan agar kerusakannya jauh lebih besar.


BUAGH!!


Adrine melayangkan tangan kanannya dari bawah ke atas dan menyerang dagu Darkness Lightning Demon, sehingga tubuh hewan iblis tersebut terlontar ke atas.


ZRIIING!!


Adrine dengan sangat cepat telah menghilang dari tempatnya dan sudah berada tepat di atas Darkness Lightning Demon.


Adrine sudah dalam posisi tangan kirinya yang di regangkan ke tepat mengarah ke Darkness Lightning Demon dan terdapat bola api yang sama seperti tadi yang siap di lancarkan.


BLAAAR!!


Bola api yang ada di tangan Adrine telah melesat dengan cepat ke arah hewan iblis tersebut, namun Darkness Lightning Demon menyadari serangan dari Adrine.


BLAAAR!!


Serangan dari Adrine pun meledak di hadapan hewan iblis tersebut.


BRZZZT!! BRZZZT!!


Ternyata Darkness Lightning Demon telah menciptakan perisai petir yang dimana tengah di arahkan kepada Adrine untuk menahan bola api tadi.


WUUUSH!!


Tiba-tiba muncul tali-temali yang berwujud cahaya putih, tali tersebut berjumlah empat dan langsung mengarah ke arah Darkness Lightning Demon. Seketika tali-temali tersebut melilit seluruh tubuhnya dengan sangat erat.


Tak disangka bahwa tali tersebut berasal dari punggung Adrine.


"Wow, tali apa ini? Apakah dengan tali ini cara mengekstraksi jiwa yang sesungguhnya ketika berada di alam bawah sadar?"


Adrine merasa takjub dengan tali yang tiba-tiba muncul dari punggungnya dan juga ia dengan sangat mudah bisa merasakan energi milik Darkness Lightning Demon dan langsung menyerap jiwa hewan iblis tersebut.


Tali-temali tersebut memang berfungsi sebagai penyerapan jiwa yang sesungguhnya ketika berada di alam bawah sadar.


Terdapat petir putih yang mengalir pada tali, Adrine tersenyum karena kekuatan Darkness Lightning Demon berhasil di tangguhkan dalam waktu yang cukup singkat.


"Eh? Ini..."


Adrine terkejut melihat sesuatu yang tiba-tiba saja berubah, sesuatu itu adalah petir yang mengalir pada tali, petirnya telah berubah warna dari warna putih ke warna biru.


Sedangkan di luar alam bawah sadar Adrine, kedua tangannya tengah memegang jiwa Darkness Lightning Demon. Dan ternyata bukan hanya petir yang berada di tali punggung Adrine yang berada di alam bawah sadar saja yang berubah, melainkan petir yang melapisi jiwa Darkness Lightning Demon juga berubah warna menjadi biru.


"Ah... Ternyata secepat ini Adrine bisa memancing Darkness Lightning Demon untuk membuka petir biru, tak kusangka sekali. Mungkin akan lebih sulit bagi Adrine setelah ini."


Shin kecil bukannya mencemaskan Adrine, namun ia malah tersenyum seperti hal tersebut akan terjadi dan memang sudah terjadi. Namun Shin kecil terlihat seperti telah memprediksi bahwa hal ini akan terjadi setelah beberapa waktu dan sekarang malah terjadi lebih cepat dari perkiraannya.


Wajah Adrine yang awalnya senang, kini berubah menjadi sangat serius. Ia juga meningkat kekuatan menyerapnya agar menjadi semakin cepat.


TRAAAS!!


Tali-temali yang mengikat tubuh Darkness Lightning Demon tiba-tiba patah seperti ranting dan pecah seperti kaca. Tubuh hewan iblis itu kini telah di lapisi oleh petir yang berbeda, yang sebelumnya berwarna putih, kini telah berubah ke warna biru seperti halnya petir yang mengalir pada tali tadi.


'Sialan, kekuatan yang ku serap tadi baru secuil saja dan dia sudah berhasil melepaskan diri dari jeratan tali yang aku lilitkan pada tubuhnya barusan. Sepertinya kekuatannya sudah meningkat dan dia juga memang tidak main-main sejak dari tadi.' Pikir Adrine.


Adrine sangat khawatir jika kekuatan lawannya menjadi lebih kuat dan Adrine harus menggunakan kekuatan lebih lagi, namun ia kini jauh lebih bersiap dengan serangan yang mungkin akan muncul dengan sangat cepat dan secara tiba-tiba.


ZRIIING!!


Darkness Lightning Demon menghilang dari pandangan dan secara tiba-tiba ada kepalan tangan tepat di depan wajah Adrine.


Adrine berhasil menghindari serangan mendadak nan cepat dari Darkness Lightning Demon, namun serangan barusan juga memiliki efek elemental arena yang dimana Adrine tetap terkena sebuah serangan walaupun bukan serangan utamanya. Terlihat dari Api yang menyelimuti pipi Adrine kini telah menghilang karena efeknya tadi.


'Sialan, kekuatannya meningkat sangat tajam, kali ini aku harus sangat berhati-hati.' Pikir Adrine.


SET!!


Hewan iblis yang ada di hadapan Adrine menoleh ke arahnya, jelas sangat membuat Adrine terkejut dan waspada akan serangan yang berikutnya.


Namun perkiraan Adrine salah, Darkness Lightning Demon tidak mengambil langkah menyerang dengan sangat cepat seperti sebelumnya, ia hanya menoleh dan berbalik ke arah Adrine. Hewan iblis itu mengangkat tangannya sambil mengacungkan 2 jarinya, yakni jari telunjuk dan jari tengah yang di rapatkan.


Muncul 4 bola hitam yang terdapat garis-garis biru yang seperti ukiran pada bola tersebut dan keempat bola tersebut membentuk sebuah pola persegi, terlihat dari penempatannya. Keempat bola tersebut memiliki energi petir yang dimana di alirkan ke tengah-tengah dari pola persegi tersebut, lalu membentuk sebuah bola lagi yang berwarna biru dan bersinar sangat terang, namun bola tersebut adalah bola petir, bukan seperti keempat bola hitam yang solid tadi.


'Sepertinya dia akan menembakkan bola-bola petir seperti halnya aku tadi menembakkan bola-bola api.' Pikir Adrine.


Adrine menjulurkan tangan kanannya dan juga kedua jarinya seperti halnya Darkness Lightning Demon, namun Adrine bukan mengangkatnya, tapi menjulurkannya. Posisinya seperti seseorang yang sedang memegang sebuah pistol dan akan menembakkannya.


Pada kedua jari Adrine, terkumpul energi api dalam jumlah yang banyak dan tangannya bersinar cukup terang. Energi cahaya terang tersebut seperti amunisi yang siap di tembakkan oleh Adrine.


Darkness Lightning Demon yang mengangkat tangannya, kini telah menurunkannya dan seperti sedang menunjuk ke arah Adrine.


BRZZZT!!


Bola petir yang terdapat di tengah-tengah keempat bola hitam yang ada di atasnya mengikuti pergerakan tangan pengendalinya dan melesat dengan begitu cepatnya ke arah Adrine. Bola petir tersebut yang tadinya hanya sebesar kepalan tangan, kini telah membesar dan menjadi seukuran bola basket.


BLAAAM!!


Adrine juga menembakkan cahaya yang ada di jarinya layaknya sebuah pistol, cahaya terang itu adalah bola api yang memiliki suhu yang sangat panas dan energi yang cukup banyak, lalu di padatkan hingga sebesar bola pingpong.


BLAARRZZZT!!


Kedua bola-bola itu saling menghantam satu sama lain dan menciptakan radiasi elemental yang cukup besar. Udara berhembus dengan sangat kencang di sana dan juga membuat penglihatan mata menjadi agak kabur, sehingga Adrine harus menutupi matanya dan wajahnya.


'Sebenarnya situasi seperti ini harus aku manfaatkan, jika tidak...' Pikir Adrine.


BUAGH!!


Adrine memperkirakan jika situasi seperti ini dapat dengan mudahnya untuk mengalahkan lawannya dan dapat dengan mudah juga di manfaatkan oleh lawan pada situasi yang sama, namun tak disangka, justru perkiraannya itu benar-benar terjadi.


Secara tiba-tiba, dagunya terpukul dengan sangat keras hingga membuatnya terlempar ke atas hingga sangat jauh. Adrine meringis kesakitan dan hampir tak bisa menoleh ke bawah. Namun dalam waktu singkat ia sudah bisa menggerakkan kepalanya secara normal lagi walaupun masih sedikit terasa sakit pada dagunya.


ZRIIING!!


Darkness Lightning Demon sudah berada di depan Adrine dengan sangat cepat.


WUUUSH!!


Hewan iblis itu mengayunkan tangan kirinya dengan sangat cepat untuk bisa memukul Adrine, akan tetapi ia meleset karena Adrine berhasil mengelak serangan tersebut.


WUUUSH!!


Berganti tangan kanan Adrine yang melayang ke arah kanan kepala Darkness Lightning Demon, namun serangannya juga meleset. Akan tetapi tangan Adrine tidak sepenuhnya lurus di saat ia memukul, tangan kanannya sekarang berada di sebelah kirinya dan di sebelah kanan Darkness Lightning Demon. Adrine menekuk tangan kanannya dan membuat siku tangannya menjadi sangat lancip dan keras.


BUAGH!!


Adrine berhasil menyerang balik dengan sikunya itu dan kini Darkness Lightning Demon terlempar karena serangan tersebut.


SYUUUT!!


Adrine mengangkat kepalanya dan mengumpulkan energi dan membentuk api pada mulutnya, ia berusaha menyerang lagi dengan serangan yang dimana dulu pernah digunakan oleh Purgatory Demon untuk menyerangnya.


BWOOOSH!!


Adrine memancarkan api dari mulutnya dan api tersebut sangat panas dan terang seperti sinar laser dengan ukuran yang besar. Pancaran apinya bahkan lebih besar dari lengan Darkness Lightning Demon yang ukurannya 2 kali lipat ukuran tangan Adrine.


Darkness Lightning Demon terkena serangan Adrine dan dia melesat dengan sangat cepat karena dorongan dari pancaran apinya Adrine.


BLUAAAARR!!


Darkness Lightning Demon pun meledak dengan sangat dahsyat, efek ledakannya begitu kuat hingga cahayanya membuat Adrine harus menutup mata dan mukanya lagi seperti tadi. Ledakan ini jauh lebih besar dibandingkan di saat dulu Adrine melawan Purgatory Demon untuk yang pertama kalinya. Angin berhembus dengan sangat kencanga karena ledakannya, sangat kuat dan dahsyat bahkan Adrine harus munduru sedikit agar tidak terkena dampak yang lebih lagi.


Ledakannya mulai meredup dan menghasilkan asap tebal, sehingga menutupi keberadaan Darkness Lightning Demon. Adrine sudah bisa membuka matanya, namun ia masih belum merasa senang dan berhasil atas serangan dahsyatnya barusan.


"Belum cukup, dia masih bisa bertahan dengan serangan selemah itu, tapi ini kesempatan yang bagus untuk menyerap jiwanya."


Ledakan yang sangat dahsyat tadi bahkan Adrine menyebutnya dengan serangan yang lemah ketika di hadapkan dengan Darkness Lightning Demon. Ia tahu bahwa hewan iblis tersebut mampu bertahan dalam serangan selevel barusan.


Lalu Adrine mengeluarkan tali cahaya yang seperti tadi dari punggungnya untuk menyerap jiwa Darkness Lightning Demon. Dengan sangat cepat tali-temali tersebut melesat ke arah asap tebal bekas ledakan tadi.


CRAAAST!!


Asap tebal yang ada di depan Adrine menjadi tersingkir dan membuatnya terkejut, secara tiba-tiba muncul pedang pedang petir yang dimana membuat tali-temali Adrine menjadi hancur lagi setiap mengenai pedang petir tersebut.


Pedang petir tersebut melesat dengan begitu cepat dan tiba-tiba sudah berada di depan Adrine.


'Sialan, aku tidak bisa menghindar.' Pikir Adrine.


"AAAAARRGHHH!!"


Adrine menjerit dengan begitu keras karena terkena serangan petir barusan yang mengenai lengan kiri bagian atas dan dadanya. Asap asap yang mengepul begitu tebal di depannya telah tersapu oleh udara, muncul Darkness Lightning Demon yang tangannya sudah menunjuk kepada Adrine.


"Sudah kuduga kau takkan mungkin kalah hanya karena serangan seperti itu."


Adrine sudah pulih karena efek kekuatan mental yang digunakannya untuk memulihkan kekuatan Purgatory Demon sekaligus untuk menyembuhkan lukanya.


Energi dan suhu udara yang berada disekitar Adrine kini telah berubah menjadi semakin tinggi, api yang menyelimuti tubuhnya juga mulai berkurang, namun warnanya seperti akan berubah.


"Sekarang aku tak akan main-main melawanmu, kau menggunakan kekuatan petir biru, aku juga menggunakan kekuatan api biru, dengan ini kekuatanku bisa dengan mudah mengalahkanmu!!"


Adrine menunjuk ke arah Darkness Lightning Demon balik dengan tangan kirinya. Api pada tubuhnya berubah menjadi biru seperti apa yang di katakannya dan muncul pedang hitam pada tangan kanannya.


Adrine juga telah mengaktifkan mata jiwa kanannya dan pedang yang ada pada tangan kanannya adalah pedang jiwanya, Pedang Api Hitam Ashura. Pedang hitamnya itu juga mengeluarkan sebuah energi yang membuatnya menjadi terselimuti oleh api biru, namun apinya masih tipis dan tidak terlalu tebal seperti api yang menyelimuti tubuh Adrine.


Kini mereka saling bertatapan dan sedang akan memulai pertarungan yang jauh lebih sengit lagi daripada sebelumnya.


Bersambung!!