Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Pelatihan Ascended Sword


SETELAH SEBULAN BERLALU


Adrine telah memulihkan energinya, kini ia juga akan menjalani pelatihan Ascended Sword. Itu telah ditetapkannya untuk meningkatkan kemampuan berpedangnya.


Namun pada pagi hari ini, sebelum ia keluar dari rumah tiba-tiba ada yang menekan tombol lonceng yang ada di pintu rumahnya. Adrine yang sekarang memiliki tempat tinggal pribadi dan tidak berada di suatu apartemen.


Di saat ia memeriksa kamera pengawas yang ada di atas pintu rumahnya, ternyata orang yang ingin menemui Adrine adalah master Heyto. Tak disangka jika orang yang ingin ditemuinya malah datang terlebih dahulu.


Adrine pun bergegas membukakan pintu rumahnya.


"Hai Adrine, bagaimana kabarmu? Apa kau sudah pulih?"


Adrine mengangguk perlahan.


"Ya."


Karena Adrine tidak ingin terlalu banyak berbasa-basi, ia pun langsung mengajak master Heyto ke tempat pelatihan Ascended Sword.


"Master, aku tidak ingin terlalu banyak membuang waktu, bagaimana kalau kita langsung ke tempatnya?"


Master Heyto tersenyum.


"Baiklah, ayo kita langsung ke sana."


'Sudah ku duga, dia akan begini.' Pikir master Heyto.


Kemudian mereka berdua pun berjalan menuju ke tempat pelatihan Ascended Sword.


Dalam perjalanan ke tempat pelatihan, master Heyto menanyakan tentang siapa yang telah menyelamatkan Adrine. Adrine telah menjelaskan semua yang dia tahu dan apa yang telah dilihatnya, namun semua itu tak bisa menjelaskan apa-apa dan siap yang menolongnya di dalam dunia portal. Hal itu semakin membuat master Heyto penasaran dengan penolong Adrine.


Master Heyto merasa bersalah dan meminta maaf kepada Adrine karena dia tak bisa membantunya pada saat itu. Bangunnya Naga Surga Terkutuk merupakan kebetulan yang sangat kebetulan, hal yang paling sial di hidup Adrine ketika mendapati hewan spirit tingkat Yin-Yang bangkit di hadapannya.


Setelah mereka sampai, Adrine melihat banyak sekali murid yang sedang berlatih pedang. Bukan pedang artifak atau pedang canggih, hanya pedang besi biasa yang ditempa tanpa menggunakan teknik apapun.


Kemudian master Heyto berjalan ke arah tempat yang dipenuhi oleh pedang, ia mengambilnya satu dan diberikannya kepada Adrine.


"Cobalah rasakan energi yang ada di dalam pedangnya."


Lalu Adrine mengikuti instruksi dari master Heyto.


Adrine pun memejamkan matanya dan melemaskan seluruh energi yang ada di tubuhnya agar bisa merasakan energi kecil dari luar yang menyentuh tubuhnya.


'Bocah ini langsung tahu bagaimana cara merasakan energi pedang tanpa instruksi lanjutan dariku, sepertinya memang dia berbakat.' Pikir master Heyto.


SET!!


Adrine merasakan secuil energi yang menyentuh telapak tangannya, ia pun langsung membuka matanya karena sedikit terkejut.


"Ya, aku merasakan energi pedang ini, walaupun terasa sedikit dan halus ketika dirasakan."


Master Heyto tersenyum, namun ekspresi Adrine tetap datar dan biasa saja ketika berucap barusan.


"Bagus, kau sudah mencapai tahap awal untuk pelatihan Ascended Sword. Untuk tahap selanjutnya, kau akan dilatih oleh rekanku di tempat ini."


Bersamaan dengan master Heyto berkata, datang seseorang dari belakangnya. Orang itu tinggi dengan alis yang tebal, rambutnya berwarna merah menyala dan begitu juga dengan matanya. Fisiknya lebih besar daripada master Heyto dan juga ia lebih berotot.


"Perkenalkan, dia adalah Viko. Ahli pedang yang cukup hebat diantara yang lainnya, dia gurumu sekarang."


"Apa maksudmu cukup hebat?"


Master Viko ini nampak tak terima dengan ucapan master Heyto.


"Memangnya kau bisa melawan orang itu dengan kemampuanmu tanpa melibatkan kultivasi?"


Master Viko pun menunduk dan wajahnya tertutup oleh bayangan.


"Alasan yang bagus, aku maafkan kau."


"Apanya yang kau maafkan, kau kira aku sendiri takut padamu, begitu?"


Master Viko hanya memicingkan mata dengan tatapan sebal.


"Terserah kau saja, kau membuang banyak waktu di sini."


"Oke oke, aku akan pergi, aku tinggalkan anak ini denganmu. Adrine, berlatihlah sampai kau bisa menguasai pedang emas."


Kemudian master Heyto pun pergi meninggalkan Adrine dan master Viko di sana.


"Dia itu bodoh, bahkan di perguruan ini saja yang menguasai pedang emas hanya masih seorang saja."


Master Viko terlihat bergumam sendiri.


"Siapa itu, master? Apakah dia adalah orang yang tadi sempat dibicarakan oleh master dengan master Heyto?"


Master Viko mengangguk mantab.


"Benar, walaupun bisa dianggap berbakat, namun sifatnya buruk, dingin dan suka memaksa, aku tak suka dia."


"Oh iya, karena katanya tadi kau sudah bisa merasakan energi pedang, kau akan langsung aku ajarkan tentang yang pertama, Ascending."


Adrine langsung dalam mode serius dan benar-benar mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh master Viko. Ia memasang telinganya baik-baik di saat itu juga.


"Energi pedang yang kau rasakan tadi adalah energi mati, tidak ada hubungannya sama sekali dengan pelatihan Ascended Sword."


"A... Apa?"


Adrine benar-benar tak mengerti dengan apa yang barusan ia dengar.


"Itu adalah kebenaran, aku tak berbohong padamu."


Master Viko menegaskan lagi apa yang dikatakannya tadi.


"Itu hanya untuk mengetes seberapa dekatnya kau dengan pedang, jika kau bisa merasakannya maka akan jauh lebih mudah melatihmu kedepannya nanti karena kau memang dekat dengan pedang."


"Baiklah master, kapan pelatihan sebenarnya akan dimulai?"


Adrine terlihat tak sabaran untuk segera berlatih, master Viko cukup terkejut ketika melihatnya.


"Ah, oke lah kalau begitu, kita mulai sekarang."


Kemudian master Viko mengambil pedang lagi dan mengangkatnya, tubuh pedangnya menutupi wajah master Viko. Tiba-tiba muncul energi berwarna ungu yang menyelimuti pedang tersebut.


"Inilah yang dinamakan dengan Ascending, dan untuk pencapaian Ascending ini adalah pedang ungu. Ascending terbagi dalam 7 warna tingkatan, dari putih, jingga, hijau, biru, ungu, merah, dan emas. Saat ini aku hanya mampu sampai warna ungu saja."


Adrine cukup kagum dengan kemampuan yang barusan dilihatnya, tanpa menggantungkan kultivasi pun kemampuannya sangat hebat di mata Adrine.


"Lantas bagaimana cara melakukannya, master?"


"Haha, sepertinya aku harus menguak kebenaran dari kebohongan ku sendiri..."


Tiba-tiba saja master Viko bersikap aneh.


'Apa maksudnya?' Pikir Adrine.


"Kau pasti bertanya-tanya, itu sebenarnya ada hubungannya dengan energi yang kau rasakan tadi... Hehe... Aku hanya ingin situasinya tidak terlalu tegang."


"I... Ini... Apa ini bisa aku laporkan sebagai penipuan?"


Master Viko hanya tertawa kecil karena sempat membohongi Adrine.


Adrine pula juga tersenyum di hadapan master Viko, namun masternya juga merasa tidak enak karena sudah bercanda dengan membohongi muridnya.


"Sudahlah, sekarang lakukan apa yang kukatakan, rasakan kembali energi tadi dan sinkronkan dengan aliran energimu."


Master Viko pun kembali serius.


Tatapan Adrine masih datar dan sama, ia melakukan apa yang barusan dikatakan oleh master Viko. Adrine pun mengangkat pedangnya dan merasakan energi dari pedang tersebut, lalu ia menyalurkan energinya dan menyinkronkan dengan energi pada pedangnya.


'Tidak disangka bocah ini mengerti dan langsung tahu apa yang semestinya dilakukan tanpa aku harus praktekan bagaimana cara menyinkronkan energi. Lumayan juga.' Pikir master Viko.


Lalu Adrine menghentikan prosesnya dan terlihat seperti penasaran dengan suatu hal.


"Kenapa kau berhenti, padahal barusan akan berhasil dalam sekali percobaan lho... Itu cukup langka untuk pemula sepertimu."


Kemudian Adrine melihat pedangnya, seolah-olah ada yang ingin dipertanyakan tentang pedangnya.


"Master, aku seperti melihat adanya konektivitas energi yang seperti berupa tali tali kecil, apa itu?"


Master Viko nampak terkejut.


"Ternyata kau langsung bisa melihatnya ya? Baguslah, tak perlu lagi aku memperlihatkan padamu tentang yang namanya Flowing, ya, konektivitas tadi itu Flowing."


Adrine mengangguk mengerti dengan ucapan master Viko.


Setelah itu, Adrine terus berlatih menyempurnakan kemampuan Ascended Sword-nya dan juga ia sudah mampu membentuk aliran energi berwarna putih sebagai dasarnya.


Dalam 4 jam latihan, Adrine juga sudah diajarkan tentang Shadow oleh master Viko. Para murid yang lain menatap Adrine dengan tatapan yang tak senang sekaligus ada yang menatapnya kagum. Itu karena kebanyakan murid memerlukan waktu untuk bisa berlatih Shadow hingga berminggu-minggu setelah pelatihan pertamanya.


2 jam berikutnya, Adrine masih dijelaskan tentang hubungan antara Ascending, Flowing, dan Shadow. Master Viko menunjukkan pedang yang hanya berupa energi berwarna ungu, energi tersebut adalah tingkatan Ascending-nya dan energi tersebut tidak terbentuk dari energi pedang sebelumnya.


"Inilah kemampuan Shadow yang sebenarnya, kau bisa membentuk pedang tak berwujud dengan jumlah Shadow yang cukup. Setelah kau menggunakan Shadow, separuh dari pemakainya akan hilang dan separuhnya lagi akan kembali. Barusan aku memakai 100 Shadow untuk membentuk pedang tak berwujud, jadi yang kembali padaku sekarang adalah 50 buah saja."


'Jujur, aku sangat sedih karena harus menghabiskan 50 Shadow hanya untuk melatih seorang murid saja, tapi aku tidak perlu terlalu menahan diri untuk murid yang berbakat sepertinya, dalam sehari saja dia sudah menemukan ketiga unsur Ascended Sword tanpa perlu dilatih dan diberitahu.' Pikir master Viko.


Adrine terus memperhatikan ucapan master Viko dan juga terus melihat pedang tak berwujud yang berada di genggaman masternya itu. Pandangannya seolah terkunci pada pedang tak berwujud tersebut.


"Oh ya master, ini sudah menjelang sore, saya mohon izin untuk kembali pulang."


Lantas master Viko mengizinkan Adrine untuk pulang.


Adrine pun segera kembali ke rumah dan berkultivasi kembali, ia juga segera mendapatkan misi berikutnya pada bulan ini, hanya tinggal menunggu waktu saja.


Bersambung!!