Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Fire Demon of Death


Dengan ditemani pasukannya yang bernama Red Diamond, Adrine masuk kedalam goa api yang terang dan panas tanpa takut sama sekali. Semakin Adrine masuk, semangatnya semakin berkobar pula untuk mendapatkan jiwa dari Fire demon of death. Seakan-akan, api dari sisi goa yang membakar adalah bahan bakar dari semangat Adrine.


Tidak untuk para master yang sedang mengawasi bagaimana Adrine bertindak. Taro memalingkan penglihatannya dengan melihat peserta top pertama setelah Adrine (karena Adrine adalah yang nomor dua kali ini).


"Jangan takut! Bocah kuat ini, ehem... Maksudku Adrine dia tak akan mati. Dan kematiannya tak akan mudah baginya untuk dibunuh seekor hewan spirit."


Kai lebih memilih berpikir positif agar kata-katanya menjadi doa harapan yang memancarkan energi kuat bagi Adrine yang sedang dalam kondisi tak menentu. Tetapi tidak untuk yang lain, malah cemas dan takut sendiri.


Sementara itu, Adrine telah berjalan masuk kedalam goa dan sudah sampai pada bagian yang paling terang dan panas. Adrine bahkan tak menyangka bisa melihat hewan spirit yang kuat sedang duduk bersila bagaikan orang yang sedang berkultivasi.


"Luar biasa. Pantas saja disebut sebagai iblis, bahkan tak sedikitpun luput dari wujudnya seperti manusia."


Adrine sedikitpun tak takut saat melihat api hidup yang sangat menyerupai manusia itu, tapi Adrine malah memuji wujudnya yang sangat mirip dengan manusia bersayap walaupun 100% tubuhnya adalah api yang murni.


"Kuserang duluan dengan senjataku, mungkin bisa memancingnya."


Lalu Adrine mengaktifkan mata jiwa kanannya dan mengeluarkan belati jiwa miliknya yang berwarna hitam. Adrine melemparkan belatinya kearah wajah iblis api itu. Tepat saat pucuk dari mata pedang Adrine mengenai dahinya, tangan dari iblis itu telah mengambil belati itu. Iblis itu membakar belati Adrine hingga keseluruhan.


Adrine yang cemas akan belatinya yang dibakar, sesegera mungkin Adrine mengembalikan belatinya kedalam mata jiwanya. Dengan perlahan, belati hitam pada genggaman iblis itu perlahan menghilang. Tak tahu darimana datangnya api, tiba-tiba mata kanan Adrine menjadi sangat panas seperti terbakar.


'PANAS!!'


Adrine sangatlah panik saat itu. Kemampuan yang ditunjukkan oleh iblis yang ada didepannya sangatlah membuka lebar mata Adrine untuk menyaksikan kekuatan yang sangat kuat dan tak terduga.


"Panas! Inikah kekuatan dari... Dari hewan spirit tingkat langit? I... Ini diluar perkiraanku."


Adrine menjadi gelisah saat menatap kembali kearah iblis api tersebut. Adrine memutuskan untuk mundur daripada ia harus mendapatkan ulang point-point yang telah ia dapatkan. Adrine sebenarnya sudah dapat mengaktifkan mata jiwa ketiga miliknya. Tetapi, Adrine belum tahu dengan pasti apa kemampuan dari mata ketiga miliknya.


Dengan cepat Adrine mundur dan kembali kemulut goa yang dikawal oleh pasukannya, Red Diamond. Secara tak terduga, muncul kilatan api yang sangat cepat melewati mereka berdua dari arah perut goa. Adrine hampir tak percaya saat melihat apa yang ada didepannya. Dengan masih menutupi mata kanannya, Adrine masih tetap berdiri didepan iblis api itu.


Tirani yang mengatakan hal tersebut malah tak kuasa sendiri melihat bagaimana seorang anak kecil akan dibakar habis oleh seekor iblis api. Heyto menjadi semakin cemas. Bahkan tak ada lagi yang memperdulikan tindakan dari peserta yang lain termasuk Taro. Mode peraturan otomatis telah diaktifkan oleh Taro agar ia bisa fokus dengan pengamatannya terhadap Adrine.


"Menurutku, besar kemungkinan untuknya menang kali ini. Mata kanannya telah diserang pada bagian terdalamnya. Kini mata kanannya tak lagi berfungsi normal selama beberapa waktu."


Kai bahkan mulai cemas dan pesimis akan kemenangan yang akan diraih oleh Adrine. Sekarang semua tergantung dari keberuntungan yang Adrine miliki untuk bisa menang.


"Mata kananku kini tak lagi berfungsi normal selama beberapa waktu. Aku harus menyelamatkan diri untuk kali ini."


Adrine masih dalam keadaan menahan rasa sakit pada tangannya. Mata kanannya menjadi semerah api. Adrine yang tak ingin langsung menyerah begitu saja, memunculkan 3 pasukannya lagi yang sangat besar bahkan menghancurkan langit-langit gua. Fire Rhino, White Wolf, dan Four-armed Ape. Pasukan yang baru saja ia dapatkan tadi.


Adrine memerintahkan untuk semua pasukan yang ia keluarkan untuk menyerang iblis api tersebut. Adrine memanfaatkan kesempatan didalam kesempitan. Pergi tanpa sepengetahuan iblis api yang sedang melawan pasukan milik Adrine. Adrine menyelinap dengan sempurna. Iblis api itu tak tahu Adrine sedang apa.


"Red Diamond, dinginkan jalur depan! Ini terlalu panas, dan jebak iblis api itu dengan tembok es yang sangat kuat dan tebal!"


Adrine memerintahkan kepada Red Diamond untuk membuat dinding tebal yang akan menghalangi jalan keluar dari goa tersebut. Dan Adrine telah berhasil untuk keluar dari goa yang tertutup api tebal itu.


"Pintar juga dia."


Kai memuji pemikiran Adrine yang sangat cerdas untuk menutup pintu masuk dari goa api tersebut.


"Ya. Tapi Fire demon of death tidak selemah itu hanya dengan tembok es ini saja. Kemampuan aslinya akan muncul sebentar lagi."


Heyto yang lebih tahu sepertinya lebih takut apa yang akan terjadi pada Adrine dengan skill dari dari iblis api setelah ini. Dan benar aoa yang dikatakan oleh Heyto, tanah yang ada pada gunung tersebut menjadi berguncang. Api merambat dari mulut goa dan keluar sampai kepuncak gunung. Getaran tersebut semakin kuat pula saat api dari goa telah benar-benar menutupi seluruh gunung.


Adrine telah berhasil turun kebawah dan ingin menyaksikan apa yang akan terjadi berikutnya. Lama kelamaan, tanah disekitar gunung menjadi berguncang juga.


"A... Apa yang sebenarnya terjadi kali ini?"