
BLAAAM!!
Sebuah hantaman keras dari Kera Berbulu Jarum langsung menghancurkan tembok es milik Arpha. Namun ada sesuatu yang seperti melindungi Arpha.
'Kekuatan bayangan? Bukannya dia assassin elemental cahaya?' Pikir Vania.
Bukan hanya Vania yang berpikir hal tersebut, namun seluruh Geng Lima Jenius juga berpikir hal yang sama. Namun Yama tidak nampak seperti orang yang sedang terkejut.
Yama pun turun dari tempat ia berdiri. Ia seperti sudah tahu dengan apa yang sudah terjadi. Dan Yama seperti tertarik dengan kekuatan Adrine yang melindungi Arpha.
Semuanya sangat terkejut bahkan Arpha sendiri yang melihat kekuatan bayangan itu. Tapi tidak untuk Yama, hanya saja ia sedang tertarik saja.
"Aku tak tahu siapa kau, dan apa hubunganmu dengan si bocah ingusan ini, tapi yang jelas kau sudah menolongnya, apa kau juga membela Adrine? Si pecundang itu?"
Walaupun Adrine ditanya dengan Yama yang mengeluarkan hawa pembunuh yang pekat, namun Adrine merasa seolah-olah hal itu biasa-biasa saja. Karena kekuatan Adrine sudah diatas Yama dan semua gertakan dari Yama terasa tidak ada jika berhadapan dengan Adrine.
Apalagi saat ditanya kalau Adrine sedang membela seorang pecundang yang diusir, dan itu adalah Adrine sendiri. Dan sebenarnya, Adrine juga merasa terprovokasi oleh perkataan Yama, namun ia lebih memilih untuk menahannya.
Arpha dan Vania tidak melanjutkan pertarungannya. Mereka sedang memperhatikan Yama yang penasaran dengan siapa orang yang memakai jubah dan topeng ini.
"Siapapun aku, itu tidak penting sekarang. Jika kau mau melawanku, aku akan dengan senang hati menerimanya."
Adrine pun membalasnya dengan perkataan. Walaupun Adrine merasa kalau ia mengatakan perkataan yang biasa, namun orang lain menangkapnya dengan kalimat yang memprovokasi.
Namun Yama tidak terlalu terprovokasi dengan kalimat Adrine. Ia merasa tenang seakan-akan sedang menjaga reputasinya.
"Tidak perlu. Kekuatanmu itu kecil, bahkan aku tidak merasakannya sedikitpun."
Yama dengan sombongnya merendahkan Adrine didepan banyak orang. Namun sekarang ini semuanya telah terbuktikan dengan perkataan Yama yang barusan, bahwa Yama memang sedang menjaga reputasinya.
Dan untuk kekuatan Adrine yang tak terdeteksi oleh Yama, itu semua karena Adrine telah menggunakan skill Dead Silent. Dan skill ini telah dikembangkan oleh Adrine hingga ia bisa mengendalikan skill ini sesuka hatinya.
Maksudnya, Adrine bisa menghilangkan apapun yang ia kehendaki dalam hal kekuatan seperti contohnya, Adrine yang saat ini menghilangkan aura dan kekuatannya agar tidak terdeteksi. Adrine juga bisa mengurangi efek visualisasi seperti pergerakan, suara sentuhan dan angin.
"Hahaha, sekarang aku sedang menahan kekuatan yang keluar dari tubuhku. Jika aku menunjukannya pada kalian, takutnya nanti tak ada yang tahan dengan energi yang kuat dan menyebar."
Adrine berkata seperti itu karena ingin memprovokasi Yama. Sebelumnya juga ia tahu kalau Yama sedang memprovokasi dirinya.
Namun Yama bukan penasaran dengan kekuatan dari sosok berjubah itu, ia lebih penasaran dengan siapa orang yang ada dibalik jubah hitam tersebut.
"Sebaiknya, sebelum kita bertarung, bolehkah kita semua melihat siapa dirimu dan memperkenalkan dirimu terlebih dahulu?"
Dibalik yang menutupi wajah Adrine, ia sedang tersenyum. Adrine seperti punya suatu rencana.
"Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku dulu. Tapi sepertinya kalian semua sudah kenal dengan siapa aku ini."
Lalu Adrine berjalan keatas arena, Arpha dan Vania pun turun dari arena. Yama pun juga naik keatas arena, namun kepalanya dipenuhi dengan rasa penasaran.
'Siapa dia? Apa dia ini orang hebat?' Pikir Yama.
"Bisa dibilang, aku ini seorang rendahan. Tapi mungkin aku tak selemah yang kalian kira. Dan aku sendiri, punya hubungan dengan kejadian sekitar 2 tahun yang lalu."
Mendengar pengakuan dari sosok berjubah itu, semua orang langsung terpikir tentang Adrine yang sempat terusir karena hukuman, dan boleh kembali setelah setahun.
"Apa kau ini berasal dari rasi bintang atau semacamnya? Apa kau ini... Alfian?"
Yama menjadi cukup takut jika itu benar-benar adalah Alfian. Ia tak berani menyinggung Alfian karena tak ingin kejadian yang menimpa Adrine beberapa waktu yang lalu malah menimpa dirinya.
Namun sesosok itu hanya menggelengkan kepalanya. Dan sosok itu melepaskan topengnya dan membuangnya.
"Aku bukan Alfian, tapi aku yakin, kalian pasti mengenal diriku."
Lalu Adrine pun melepaskan jubahnya dan menunjukkan identitasnya. Banyak orang yang terkejut ketika melihat siapakah orang itu, namun Yama dan beberapa dari mereka tidak merasa terkejut.
"Oh? Kalian tidak mengenaliku? Baiklah, perkenalkan, namaku adalah... Adrine, Adrine Arnando, orang yang diusir sekitar 2 tahun yang lalu dan orang yang selalu kalian hina selama ini."
Ketika Adrine memperkenalkan dirinya, mereka semua yang sudah mengenal Adrine sejak dulu merasa takut. Tapi ada beberapa yang masih menganggap Adrine itu adalah orang sepele dan tidak kuat atau lemah.
"Lawan saja Yama! lagipula dia itu lemah, dia itu berlatih diluar perguruan, dia itu sangat lemah."
Orang-orang yang tak mengetahui tentang Adrine langsung menyuruh Yama untuk melawan Adrine, namun orang yang mengenali Adrine hanya diam tak berkutik.
"Banyak orang yang mengusulkan kalau kau itu lemah, bagaimana? Kau bisa membuktikannya dengan cara melawanku, apa kau bersedia?"
Yama berusaha untuk memprovokasi Adrine lagi agar ia mau untuk melawannya. Dan itu juga agar reputasi Yama naik.
Adrine hanya tersenyum dan menghadap kearah Yama dengan tatapan konyol. Dan orang lain juga menatap Adrine dengan tatapan yang penasaran.
"Kalian bahkan tidak pernah menemuiku, dan kalian langsung mencap aku sebagai orang tak berguna? Tanyakan kepada seluruh orang yang dulu satu tempat dalam perguruan murid dalam denganku, berapakah rangking milikku disaat ujian?"
Adrine yang tak ingin direndahkan, ia langsung membuktikan dengan fakta yang ada. Dan orang yang memang sudah mengenali Adrine sejak dulu dan bukan karena gosip atau pengikut Geng Lima Jenius, hanya bisa diam dan tak berani untuk menjawab.
Namun Arpha pun membuka mulut dan diikuti oleh Etern dibelakangnya.
"Dulu Adrine adalah pemilik rangking 1 dalam ujian pelantikan. Dan Adrine juga yang pernah mengalahkan bodyguard Alfian dengan pencapaian Nirvana Alam Pertama level terakhir."
Semua orang pun langsung merasa terkejut dan tidak percaya dengan fakta yang dikatakan oleh Arpha.
"Itu dulu, aku tidak percaya kalau kekuatanmu itu akan sama seperti dulu lagi. Jangan hanya mengandalkan fakta yang dulu lagi, kita buktikan dalam pertarungan saja, bagaimana?"
Yama pun secara terang-terangan membantah fakta itu dan tidak mempercayainya. Dan ia langsung menantang Adrine untuk melihat kebenarannya.
Adrine pun hanya tersenyum dan merasa seolah-olah itu adalah hal biasa. Namun senyuman itu terlihat sangatlah mengerikan, seolah-olah ada kekuatan yang tersembunyi dalam senyuman itu.
"Baiklah, tapi kalau kau kalah, jangan salahkan aku."
Bersambung!!