Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Perburuan (3)


"Jangan bercanda. Ini bukan waktunya untuk bermain-main." Ujar Lee.


"Untuk apa aku harus bermain-main denganmu. Disini aku berkata apa adanya." Ujar Adrine.


'Kecepatannya tidak wajar. Aku tahu dia punya banyak sekali pil peningkat, tapi tak mungkin secepat ini.' Pikir Lee.


"Sekarang terserah padamu. Mau percaya atau tidak bukan urusanku." Ujar Adrine.


"Tetap saja, kau itu sekarang masih tahap Tenaga, aku ini sekarang sudah satu jalan didepanmu." Ujar Lee dengan sombongnya.


"Haish, kau ini Senior Lee. Dulu, kita ini berbeda tahap dan kau berada diatasku. Tapi kenyataannya, kau kalah dariku." Ujar Adrine.


"Itu dulu, aku yang sekarang bisa melenyapkanmu." Ujar Lee dengan tatapan mengancam.


"Kulihat kau sedang kesulitan dengan monster ini." Ujar Adrine.


"Ya. Kupikir itu mudah, ternyata hewan spirit ini sudah melewati fase penyempurnaan den lebih kuat sedikit dari yang kubayangkan." Ujar Lee.


"Hmm, sudah melewati fase penyempurnaan ya? Kupikir ini menarik." Ujar Adrine.


"Sedikit pun tak apa-apa. Kalau kau bisa membunuhnya, itu pointmu." Ujar Lee.


"Aku memang ingin merebutnya darimu, tapi kau malah memberikannya begitu saja." Ujar Adrine.


"Hewan spirit ini adalah Kera Hitam dan sudah kulukai dengan seranganku tadi, seharusnya dia sedang dalam pemulihan. Kau beruntung." Ujar Lee.


"Aku tak mau hanya mengandalkan keberuntungan saja. Disini akan mudah bagiku untuk mengalahkan kera jelek ini." Ujar Adrine.


"Silahkan kalau kau berniat ingin mereset point milikmu." Ujar Lee dengan senang hati.


Lalu Adrine maju dan tidak terlihat tegang sedikitpun. Adrine hanya melihat kera tersebut seperti serangga kecil. Terlalu mudah untuk membunuhnya.


"Mungkin sekali tebas saja kera ini sudah mati, apa aku harus menggunakan skill assassin?" Tanya Adrine kepada dirinya sendiri.


"Mungkin sepertinya tak perlu. Hanya melihat kera ini saja cukup bagiku untuk mengasah kemampuan bertarungku." Ujar Adrine.


Lalu Adrine mengaktifkan mata jiwanya dan mengeluarkan belati jiwa miliknya. Didalam ruang pengawasan, para master masih sedikit terpaku dengan kemampuan Adrine. Para master ingin sekali melihat Adrine bertarung.


"Dengan bocah ini bertarung, kita bisa mengukur seberapa besar kemampuan bocah ini." Ujar Tiran.


"Ya. Aku sendiri juga belum pernah melihat kemampuan aslinya." Ujar Heyto.


"Kita lihat, kata master Haoli anak ini adalah tipe assassin sepertimu, Heyto." Ujar Taro.


ZRAAAST!!


"Apa itu? Apa kau lihat anak ini bergerak?" Tanya Master Tiran yang terkejut melihat Kera Hitam terbelah menjadi dua dengan sangat cepat.


"Aku tak tahu, tapi itu... CEPAT!!" Ujar Tiran yang benar-benar memperhatikan Adrine.


"Aku melihatnya. Dengan sangat cepat, bocah ini bergerak kebelakang kera tersebut dan membelahnya " Ujar Taro.


"Ya, aku juga melihat bagaimana bocah ini mengayunkan belati yang dia genggam." Ujar Heyto.


'Ba... Bagaimana caranya? Tiba-tiba saja, kera ini terbelah menjadi dua.' Ujar Lee dalam hati. Semua yang melihat hal tersebut menjadi terkejut, walaupun bisa melihat pergerakannya.


"Ini mudah Senior Lee, mungkin kau yang telah melebih-lebi... Eh, dimana Senior Lee?" Adrine terkejut melihat Senior Lee tiba-tiba kabur.


"Padahal Lee adalah senior dari Adrine, tapi Lee lebih memilih kabur daripada harus berurusan dengan Adrine." Ujar Tiran.


"Aku baru lihat kalau ada senior yang takut kepada juniornya, HAHAHA!!" Ujar Heyto sambil tertawa lebar.


'Apa-apaan bocah tadi. Sekali tebas saja bisa membunuh Kera Hitam yang sudah masuk kedalam fase evolusi akhir? Tak mungkin.' Ujar Lee dalam hati.


"Untuk apa kau lari Senior Lee? Kau takut?" Ujar Adrine yang tiba-tiba muncul disampingnya.


"EEH... Kau..." Lee menjadi tergagap melihat Adrine yang tiba-tiba muncul disampingnya.


"Jangan lari Senior Lee, karena sekarang pointmu itu menjadi milikku." Ujar Adrine sambil tersenyum tipis dan dengan aura yang mengerikan.


"Tu... Tunggu dulu..." Ujar Lee ketakutan. Lee terjatuh dan menyeret bokongnya mundur untuk menjauhi Adrine.


"Kini saatnya." Ujar Adrine sambil mengangkat belatinya keatas.


"Tidak... TIDAAAAKKK!!!" Teriak Lee.


Adrine menebasnya dan menjadikan Lee ter-respawn kembali ketempat lainnya. Lee marah dan sangat kesal dengan Adrine. Dendam pada Adrine kian bertambah dengan dikalahkannya diperburuan ini.


"Dasar kau Adrine. ADRIIIINE!!!" Teriak Lee dengan sangat kencang.


"Sepertinya Senior Lee marah, aku bisa mendengarnya walau dari jauh." Ujar Adrine yang mendengar teriakan Lee.


"Tempat ini sangat pas seperti rencanaku tadi. Banyak murid disekitar sini yang sedang mencari monster. Kini pointku menjadi 307 karena point dari Senior Lee. Terima kasih atas pointnya Senior Lee!" Ujar Adrine dengan sangat senang.


Lalu Adrine duduk dan melakukan seperti rencananya pada sebelumnya. Menunggu kehadiran para murid lain dan menyerangnya saat berada dalam jangkauan serangan.