
"Apa warna yang paling kuat?" Tanya Adrine.
"Aku akan mengurutkannya dari yang terlemah." Ujar Etern.
"Baiklah."
"Bening, putih, hijau, kuning, ungu, hitam, coklat, merah, merah bercampur hitam, merah bercampur hitam bercahaya, jingga, jingga hitam, dan jingga merah." Ujar Etern yang menyebutkan semua urutan warnanya.
"Apakah jingga merah adalah puncak dari hewan spirit?" Tanya Adrine.
"Aku pun juga kurang tahu. Katanya, ada intisari yang berwarna biru dan itu juga lebih kuat dibandingkan dengan jingga hitam." Ujar Etern.
"Dan juga kau pasti tahu kan, hewan spirit juga dikelompokkan?" Tanya Etern.
"Ya. Dari hewan buas, monster, raja, hewan primordial kuno, suci, langit, jelmaan iblis, Yin Yang, hewan illahi, nirvana, dan ketiadaan." Ujar Adrine yang menyebutkan pengelompokan hewan spirit.
"Aku ingin mencari hewan spirit yang inti jiwanya berwarna merah, apa itu ada dihutan dekat sini?" Tanya Adrine yang agak ngawur.
"Hei, kau gila ya? Hewan dengan inti jiwa warna merah adalah kelompok dari tingkat primordial kuno peringkat 5 keatas. Bahkan rata-rata sudah sampai pada tingkat suci." Ujar Etern mengingatkan.
"Kuat sekali." Adrine langsung terkejut mendengar kalimat yang diucapkan oleh Etern barusan.
Hewan spirit setiap tingkatannya pun di kelompokkan. Dari peringkat 1 yang terlemah, sampai peringkat 5. Diatas tingkat jelmaan iblis, peringkatnya sampai 10.
"Hewan spirit tingkat raja, banyak ditemui dibenua iblis. Dan itu juga jaraknya sangatlah jauh." Ujar Etern.
"Namanya juga benua, pasti harus melewati lautan, iya kan?" Tanya Adrine.
"Bukan lautan lagi, tapi samudra lava." Ujar Etern dengan tatapan mata yang menakutkan.
"Itu cukuplah masuk akal jika dihubungkan dengan benua iblis. Lalu dibenua iblis, tingkat apa yang paling tinggi disana?" Tanya Adrine.
"Setidaknya dengan tingkat itu, kultivator setingkat pencapaian surgawi bisa dikalahkan." Ujar Adrine.
"Bukan hanya setingkat surgawi, tingkat keabadian pun juga akan kewalahan untuk melawan hewan setingkat suci." Ujar Etern.
"Lalu, dimana kita bisa mencari hewan kuat tetapi masih tetap bisa kita hadapi?" Tanya Adrine.
"Dihutan Sindra terdalam hanya sampai pada hewan setingkat raja, warna inti jiwanya paling hebat mungkin hitam. Dan itu kemungkinannya pun juga kecil untuk menemukan yang seperti itu." Ujar Etern.
"Kau benar juga, kita juga paling tak punya kekuatan untuk menghadapi hewan spirit tingkat raja." Ujar Adrine dengan wajah yang sedikit kecewa.
"[Tuan, sistem mempunyai fitur untuk mencari hewan spirit yang anda butuhkan. Anda hanya tinggal masuk kedimensi hutan spirit yang ada dalam dimensi sistem.]"
"Apa, kenapa kau tidak bicara tentang itu dari tadi? Aku hampir putus asa karena hampir tak punya harapan lagi." Ujar Adrine sambil menggenggam erat drone seperti ingin menghancurkan.
"Ada apa Adrine?" Tanya Etern yang juga tiba-tiba terkejut mendengar Adrine yang seperti sedang marah.
"Tak apa-apa. Aku sepertinya punya berita bagus untuk diriku sendiri." Ujar Adrine dengan bibir tersenyum untik menutupi amarahnya.
'Drone. Apa aku bisa mengajak Etern untuk membantuku melawan hewan spirit?' Tanya Adrine dalam hati kepada drone. Ia berharap sekali untuk bisa mengajak Etern.
"[Bisa tuan. Karena Etern adalah orang yang selalu anda ajak dalam sistem pelatihan, Etern ditetapkan sebagai teman pribadi anda didalam sistem.]"
"Itu terserah kau. Yang terpenting sekarang adalah aku bisa mengajak Etern untuk ikut berburu." Ujar Adrine.
"Ada apa sih Adrine. Kenapa kau menyebut namaku?" Tanya Etern yang mulai curiga dengan Adrine.
"Kita akan berburu bersama mencari inti jiwa untukku." Ujar Adrine sambil tersenyum lebar.