Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Sistem yang masih tertanam


SETELAH 20 HARI BERLALU


Adrine baru saja selesai dengan pelatihannya Purgatory Demon. Dalam beberapa kali pertarungan dengan robot visual, pasukannya itu mengalami sesuatu yang menurutnya sudah benar-benar sampai pada tujuannya berlatih.


'Purgatory Demon sama sekali tidak mengalami peningkatan akhir-akhir ini, yang berarti sekarang adalah waktunya.' Pikir Adrine.


Pada saat itu, Adrine masih berada di dalam ruang AuRyHl 3D dan ia ingin mengevolusikan Purgatory Demon di sana pula. Pandangan pasukan Adrine itu hanya terus kepada tuannya dan seolah hanya tuannya yang ada di depan matanya, walaupun matanya sa sekali tidak terlihat.


'Api ... Bagaimana dengan cakar? Tunggu ... Ekor? Ah ... Apa perubahannya nanti ya?' Pikir Adrine.


Ia tengah memikirkan tentang perubahan apa yang nantinya ada pada Purgatory Demon dan menyesuaikan jiwa apa yang sesuai dengan keinginannya.


"Bodoh amat, yang penting sekarang kekuatannya."


Adrine pun segera memfokuskan semua jiwa yang akan dikorbankannya termasuk Golden Fire. Terdapat beberapa jiwa yang dimilikinya telah dikeluarkan dan semuanya ia pergunakan untuk diserap oleh Purgatory Demon.


Proses pun dimulai dan semua jiwa melayang dan diserap oleh Purgatory Demon, fisik pasukan Adrine itu berubah menjadi garis proyeksi tubuh Purgatory Demon yang berupa garis-garis api.


***


Satu jam kemudian, Adrine telah berhasil mengevolusikan Purgatory Demon dengan jiwa terakhir yaitu Kucing Berbulu Darah, fisik yang berevolusi adalah kuku yang sangat panjang dan tajam. Walaupun telah dievolusikan, namun Adrine masih merasa ada yang kurang pada pasukannya itu.


'Seharusnya ini sudah selesai, kenapa kekuatan pada jiwanya masih belum stabil dan tidak setara dengan Bolt Demon yang sekarang?' Pikir Adrine.


Bolt Demon belum mengalami pertarungan setelah evolusinya, sehingga belum terdapat peningkatan apapun padanya. Jadi seharusnya Purgatory Demon juga memiliki kekuatan yang sama dengan Bolt Demon, akan tetapi Adrine masih merasa kurang dengan kekuatannya.


Kemudian Adrine mengeluarkan satu lagi jiwa pasukannya di peringkat 4, yaitu Golem.


'Coba saja tambah satu lagi dengan yang ini, mungkin berhasil.' Pikir Adrine.


Lalu Adrine kembali menjalankan proses evolusinya dan terjadi sesuatu yang menurutnya tidak sama ketika ia mengevolusikan Bolt Demon sebelumnya. Jiwa Golem lebih cepat diserap dan terjadi perubahan lagi pada fisik Purgatory Demon.


'Fisiknya berubah lagi? Apa benar kalau evolusinya kurang?' Pikir Adrine.


Perubahannya sangat cepat bahkan tidak sampai semenit. Walaupun tak wajar, namun Purgatory Demon berhasil sepenuhnya dievolusikan oleh Adrine. Tubuh pasukan Adrine itu berubah layaknya manusia dengan tubuh golem yang di setiap garis lekukannya adalah api dan magma.


"Berhasil, sekarang aku bisa mengandalkanmu dan Bolt Demon."


Purgatory Demon mengangguk dan Adrine mengembalikannya ke dalam alam bayangan.


SREEET!!


Tiba-tiba pintunya terbuka dan yang membukanya adalah master Heyto.


"Ada apa, master? Apa kau perlu sesuatu denganku?"


Master Heyto menggeleng.


"Maafkan aku, Adrine, mungkin ini terlalu mendadak, tapi kita akan berangkat sekarang juga."


Terkejut? Memang iya hal itu mengejutkan, namun bukan hal yang menyedihkan ataupun mengerikan bagi Adrine, justru hal ini membuatnya senang karena ia bisa dengan segera menguji kemampuan dua pasukannya yang telah naik peringkat.


"Baiklah, kita berangkat sekarang."


Justru master Heyto lah yang kini lebih terkejut ketimbang Adrine, ia mendapati muridnya bersedia untuk berangkat walaupun menerima berita dadakan.


"Ya sudahlah, tak perlu berbasa-basi lagi, mari kita segera ke pesawat."


Adrine dan master Heyto pun keluar dari ruangan AuRyHl 3D dan langsunh menuju ke pintu keluar. Mereka menunggu beberapa saat sampai pintunya terbuka karena sebelumnya ada orang yang juga keluar masuk melalui pintu utama.


Di saat mereka keluar, master Heyto tampak mengaktifkan suatu sistem yang ada di atas jalur pendaratan dan memasukkan kode yang berupa angka. Setelah selesai memasukkan kodenya, muncul pesawat yang terdapat kode nama HH-15.


Mereka masuk ke dalam pesawat, Adrine berada di kursi penumpang yang terdapat dua buah kursi saja dan master Heyto berada di kursi pilot.


Setelah mengaktifkan mesin, pesawat pun segera terbang dan menuju ke perbatasan kota Fierry.


"Bukankah kode nama pesawat ini diambil dari namamu dan nama master Haruna, iya kan master?"


Master Heyto mendengar perkataan Adrine.


"Bagaimana kau bisa tahu?"


"Kode nama pesawat ini adalah HH dan diambil dari huruf H yang ada di setiap awal huruf nama kalian, Heyto dan Haruna. Untuk angka di belakangnya adalah kode berupa angka dari huruf yang ada di belakang huruf H, master Haruna adalah A yang berarti 1 dan kau, master Heyto adalah E yang berarti 5, benar bukan?"


Master Heyto tersenyum dan nampak senang, Adrine sendiri cukup teliti karena sempat teringat dengan master Haruna.


"Tak ku sangka kau itu cerdas sekali, apa kau asal tebak?"


"Tidak, aku hanya sempat teringat oleh master Haruna."


Lagi-lagi master Heyto harus menunjukkan ekspresi wajah orang menangis karena sangat rindu akan pasangannya itu yang tengah mengurusi bisnis mereka.


"Ku mohon, Adrine, jangan bahas tentang master Haruna lagi."


Adrine sangat mengerti dengan perasaan master Heyto, namun mendadak ia teringat oleh seorang wanita yang sempat dikenalnya karena sebuah ketidaksengajaan, dia adalah Icha.


'Dia itu bukan siapa-siapa ku, kenapa aku teringat wajahnya?' Pikir Adrine.


Secara tak sadar, jantung Adrine berdegup kencang karena memikirkan tentang Icha, namun ia segera mengalihkan pikirannya karena pesawat sudah mulai meninggalkan kota Fierry dan berada di perguruan Yin, sebelumnya tempat tinggal master Heyto berada dekat di perbatasan perguruan Yin Fierry Zeronia dan perguruan Yang Fierry Zeronia.


***


Setengah jam kemudian, pesawat telah keluar dari kota Fierry dan berada di pinggiran megalopolis Zeronia. Master Heyto mengaktifkan fitur auto-pilot yang ada pada tombol di samping speedometer digital dan menekan sebuah tombol yang di mana tombol tersebut membuat kursinya berbalik mengarah ke Adrine.


"Kita akan sampai dalam waktu kurang dari 14 jam lagi, perjalanan kita cukup lama."


Adrine mengangguk, ia tahu kalau perjalanannya cukup lama karena jarak yang ditempuh pun juga sangat jauh. Beberapa kota kecil di wilayah pinggiran tetap terlihat bagus walaupun tidak sebagus di kota besar yang ada di wilayah dalam megalopolis Zeronia.


"Oh iya, master, apa kau bisa jelaskan lebih lagi tentang kota Toturao? Jika tidak ada pemerintahan di kota itu, pasti ada kelompok yang berkuasa di sana, ceritakan beberapa tentang mereka."


Master Heyto agak kaku untuk menceritakannya, matanya memicing dengan pandangan ke bawah. Kedua telapak tangannya saling mengepal dan menopang kepalanya itu di atas kursi dengan posisi tubuh yang membungkuk.


"Aku hanya akan memperingatkanmu tentang keluarga Longi, hindari mereka sebisa mungkin, mereka adalah orang-orang yang suka merebut harta milik orang lain secara paksa, lalu menghancurkan korbannya dan mempermalukannya. Akan tetapi keluarga itu bukanlah yang paling berkuasa di sana."


Semakin lama ucapan master Heyto semakin kuat dan membuat suasana menjadi sangat tegang, Adrine sangat serius ketika mendengarnya.


Adrine pun mendapat penjelasan yang lebih lanjut lagi tentang teknik Vakum Suara dan keluarga Longi beserta dengan kelompok lain yang berada di kota Toturao. Penjelasannya sangat panjang, namun Adrine tetap menerima semuanya di telinganya agar tidak terdapat kesalahan informasi dan membuat sesuatu hal yang ceroboh ketika tiba di tempat tujuannya.


***


Master Heyto bercerita sampai lebih dari dua jam, setelah mendapatkan informasi yang sekiranya cukup, Adrine pun tidur di dalam pesawat sampai 5 jam.


Ketika Adrine bangun, ia melihat keluar kaca yang di mana tempat matahari telah digantikan oleh bulan, langit terlihat gelap dipenuhi oleh bintang-bintang.


"Kau sudah bangun ya? Tidur lagi saja, tujuan kita masih jauh, aku juga akan tidur."


Namun Adrine menggeleng, menolak untuk tidur kembali, menurutnya terlalu banyak tidur itu tidak bagus untuk tubuhnya dan pengalamannya.


"Ya sudah, kalau begitu aku tidur dulu."


Kemudian master Heyto menekan sebuah tombol di samping kursinya yang membuat kursi tersebut menyatu dengan kursi yang ada di sampingnya. Ia pun tidur dan menyisakan Adrine yang baru saja terbangun.


"Oh iya, aku lupa."


Tiba-tiba master Heyto bangun dan menekan sebuah tombol yang ada di samping tombol auto-pilot dan membuat langit langit pesawat menjadi seperti kaca yang sangat bening.


Master Heyto pun tidur kembali dan Adrine kini benar-benar sendirian, ia memandangi indahnya langit malam yang disertai bulan yang terang benderang dengan dihiasinoleh bintang-bintang.


"Ah, tunggu."


Adrine melihat sesuatu yang aneh di antara bintang-bintang yang dipandanginya, bukan secara kasat mata melainkan matanya menangkap energi yang hanya bisa ditangkap oleh penglihatan mata, walaupun tidak secara kasat mata.


'Apa itu? Seolah-olah itu berasal dari bintang-bintang dan menyebar kemana-mana, apa itu energi bintang?' Pikir Adrine.


Kemudian Adrine merasakan dengan tubuhnya melalui cahaya redup dari bintang-bintang.


'Kultivasi tubuh dengan cahaya bintang? Pemurnian Tubuh Bintang?! Tunggu dulu ... Kultivasi apa itu? Kenapa aku bisa tahu?' Pikir Adrine.


Karena ingin membuktikan apakah dirinya bisa melakukan teknik kultivasi sejenis itu, ia mencobanya dengan menyerap energi yang terpancar dari cahaya bintang yang cahayanya sampai ke bumi.


Secara mengejutkan, Adrine bisa melakukan teknik kultivasi tersebut padahal ia belum pernah mempraktekkannya sebelumnya.


"Itu karena pusat informasi USC masih tertanam di dalam kesadaranmu, tepatnya ada di dalam otakmu."


Tiba-tiba saja muncul Shin kecil di samping Adrine dengan banyak pil yang melayang di belakang punggungnya.


"Kau ini selalu datang tiba-tiba, oh iya, kenapa USC masih tertanam di kepalaku?"


Adrine kini curiga jika Shin kecil kembali menanamkan USC kepada dirinya.


"Aku tidak menanamkannya, pusat informasi itu yang terserap oleh kepalamu sendiri, itulah salah satu kemampuan Tremendous Absorption-mu."


Lagi-lagi Adrine mengetahui tentang sesuatu yang sebelumnya ia tidak mengerti, Tremendous Absorption sebelumnya belum ada di dalam data USC yang membuat Adrine menjadi tahu-menahu tentang kemampuan tersebut.


"Kenapa baru muncul sekarang? Bukankah USC kau cabut sejak dulu?"


"Itu karena Tremendous Absorption-mu baru saja mulai disempurnakan dan memulai tahap pertama, melalui data yang tertanam di kepalamu itu, aku juga baru tahu kalau sebenarnya Tubuh Iblis yang kau miliki itu bukanlah Tubuh Iblis, melainkan Jiwa 100 Angka."


Tak disangka kepala Adrine menangkap informasi yang baru kali ini ia dengar, namun ia langsung tahu dalam sekejap seolah kepalanya itu benar-benar mengetahui dan menyimpan informasinya.


"Jiwa 100 Angka, jiwa yang dikembangkan hingga nilai keseratus dan sangat mengembangkan kekuatan tubuh hingga tingkat yang tidak rasional. Jiwa juga akan bisa memperkuat tubuh melalui sebuah bahan yang dikembangkan dan harus melalui formasi Yin-Yang Perubahan Jaringan Tubuh. Tubuh sendiri bisa diperkuat dan meningkatkan sedikit kultivasinya ketika otot melakukan kontraksi dan reaksi yang cepat dan kuat. Jiwa 100 Angka juga sangat sesuai dengan Tubuh Abadi, Tubuh Suci, Tubuh Artefak, Tubuh Racun, Tubuh Semesta, Tubuh Abadi, dan Tubuh Tungku."


Shin kecil tersenyum melihat peninggalan bendanya masih berada di kepala anak yang ia percayakan.


"Yang sekarang aku pertanyakan adalah, di mana aku bisa mendapatkan Evolusi Pasir Berlian, bahan untuk menjadikan tubuhku ini menjadi Tubuh Kuat Tak Ternilai?


Shin kecil tersenyum kecil.


"Hehe, tempat yang kau tuju sekarang ini memiliki barang yang kau minta. Evolusi Pasir Berlian? Tidak berguna, lebih baik Pasir Berlian Merah dan Ruby Bintang yang dihancurkan menjadi butiran pasir. Percaya atau tidak, Monumen Iblis 6 Tahun itu sudah ada sejak aku masih menjejaki bumi ini dulu."


Adrine tercengang mendengar bahwa hal yang disebutkan oleh Shin kecil adalah fakta, bahkan Monumen Iblis 6 Tahun sudah ada sebelum Shin kecil ada, ia tahu dari informasi yang tertanam di kepalanya.


"Tapi kalau kau ingin Pasir Berlian Merah, di sana kau harus melawan hewan iblis, yaitu Sky Crystal Demon yang berada di tingkat Jelmaan Iblis peringkat 1, aku yakin kau bisa. Dan untuk Ruby Bintang sendiri bukanlah benda langka, benda itu bisa kau dapatkan setelah masuk ke dalam Kastil Iblis. Kalau kau ingin cara mudah, kau bisa mendapatkannya di tempat lelang, lelang online, di toko-toko maupun toko online untuk mendapatkan Ruby Bintang."


"Aku dapatkan di dalam monumen saja, itu lebih mudah bagiku mendapatkannya, lagipula lawanku semua adalah kultivator tingkat Keabadian."


Shin kecil tersenyum, lantas ia mengeluarkan sebuah pil Potensi Perak dan sebuah pil lain.


"Kau pasti tahu tentang pil Potensi Perak, yang satu lagi adalah pil Potensi Sementara. Pil ini bisa memberikan kekuatan untuk sementara, meningkatkan 5 persen kekuatan asli dan hanya berlaku dalam 1 jam saja."


Adrine cukup terkejut melihat Shin kecil memberikan sesuatu yang menurutnya tidak perlu untuk diberikan.


"Kau pasti mengira aku memberimu sesuatu yang tak diinginkan, tapi ketika di dalam monumen, kau akan bertemu dengan orang-orang licik dan berdarah dingin. Mereka tidak akan memberimu ampun, aku tahu kau kuat, tapi orang yang masuk di sana bukan hanya puluhan ataupun ratusan, melainkan puluhan ribu orang dengan asal tak diketahui."


Kemudian Adrine memikirkan sesuatu tentang mereka yang disebutkan oleh Shin kecil.


"Bisa jadi mereka berkelompok dan membuat banyak anjing (pengikut) yang banyak untuk membantu mereka yang kuat, benar begitu? Kau memberiku ini hanya untuk berjaga-jaga ketika aku disergap mereka, iya kan?"


Shin kecil mengangguk, ia percaya jika Adrine bisa menangkap tujuannya memberikan pil Potensi Sementara.


"Bagaimana? Apa kau masih tetap tidak mengambilnya?"


Adrine menggeleng.


"Tidak, aku hanya akan mengambil pil Potensi Perak, apa kau tahu? Purgatory Demon dan Bolt Demon sudah ada di peringkat 7 dan menjadi pasukan evolusi yang setara dengan kultivator tahap Penciptaan level-2."


Shin kecil tidak terlalu terkejut, namun karena Adrine bersikeras untuk tidak menerima pil Potensi Sementara darinya, maka ia memutuskan untuk menyimpan pil itu kembali dan memberikan pil Potensi Perak sebagai permintaan Adrine.


"Jangan salahkan aku ketika kau melawan sekelompok orang pintar, hindari juga orang-orang yang disebutkan oleh mastermu itu, mereka juga adalah orang pintar, bukan sekelompok tikus yang berlindung di balik seekor singa."


Adrine mengangguk dan mulai menyusun strategi, kini Adrine telah memulai rencana agar bisa menghadapi lawan dengan jumlah yang banyak.


"Aku akan di sini untuk sementara, berkultivasilah dengan cahaya bintang dan aku yakin kau bisa secepatnya naik ke kelas akhir."


Adrine pun menuruti perkataan Shin kecil dan segera berkultivasi dengan teknik kultivasi Pemurnian Tubuh Bintang.


Bersambung!!