
"Sekarang kita akan kemana?"
"Ikuti saja!"
Adrine langsung bergerak mengarah wilayah deepzone yang lebih dalam lagi. Semakin mereka bergerak kedalam, tempatnya juga semakin gelap pula.
Tak lama kemudian, mereka menemukan 4 hewan spirit, terdapat 3 ekor tingkat suci peringkat 4 dan yang satunya lagi peringkat 5.
"Adrine? Emm... Apa kita benar-benar akan melawan hewan spirit ini? Mereka kelihatannya sangat kuat."
"Bunuh saja."
Adrine langsung bergerak saat mengatakan kalimat tersebut. Yang lainnya mengikuti Adrine dari belakang.
"Shin kecil, apa kau sekarang sudah sampai tahap Kehidupan?"
"Belum, tapi satu lagi hewan suci aku akan langsung naik."
"Tenang saja, ini semua adalah makananmu. 2 Badak Bercula Api, 1 Giant Golem Bear, dan 1 Kepiting Emas."
Lalu Adrine mengeluarkan teknik 1000 Pedang Kegelapan Ashura. Adrine memulai serangan dengan melukai 2 Badak Bercula Api selain Kepiting Emas dan Giant Golem Bear. Adrine tahu kalau cangkang pada Kepiting Emas dan perisai batu pada Giant Golem Bear itu keras dan tidak bisa dilukai dengan serangan tajam.
Lalu Adrine menyuruh Etern dan yang lainnya untuk menyerang Badak Bercula Api terlebih dahulu. Sedangkan Adrine menghadapi Kepiting Emas, dan Giant Golem Bear telah diutus oleh self shadow Adrine.
Dalam kurang dari 2 menit, Adrine berhasil mengalahkan Kepiting Emas. Tetapi yang lainnya belum juga mengalahkan Badak Bercula Api. Adrine telah mengurangi kekuatan dari self shadow sebanyak 50% agar bayangannya tak membunuh golemnya.
Shin kecil telah berhasil masuk ke tahap Kehidupan setelah memakan jiwa dari Kepiting Emas. Shin kecil sudah meningkatkan kapasitas energinya hingga 50% kapasitas energi Adrine.
Setelah menunggu hampir setengah jam, mereka semua telah berhasil mengalahkan semua sisanya termasuk Giant Golem Bear.
"Apa kalian perlu point lagi?"
Mendengar pertanyaan itu dari Adrine, semuanya menggelengkan kepalanya serentak. Tak ada alasan lagi bagi mereka akan dibunuh oleh hewan spirit.
"Baguslah. Kita akan disini sampai waktu ujian kedua selesai."
"Bagaimana kalau ada yang datang?"
"Bunuh saja."
Semuanya mengangguk dan sangat setuju apa yang dikatakan oleh Adrine. Mereka hanya berbincang seperti biasa setelah kelelahan setengah mati. Adrine hanya tidur disana membiarkan teman-temannya berbincang sepuas mereka.
DEG!!
Adrine langsung berdiri seperti ada sesuatu yang ia rasa seperti mengganggu atau semacamnya.
"Ada yang datang."
Adrine sudah pergi setelah mengucapkan kalimatnya. Semuanya saling menatap satu sama lain.
"Aku tidak merasakan apa-apa. Apa kalian merasa kalau ada musuh?"
"Aku tidak merasakannya."
"Bagaimana denganmu Senior David?"
Senior David malah memejamkan matanya.
"Ya, aku merasakan sedikit. Tapi samar-samar."
"Berarti Adrine lebih peka terhadap energi daripada kita semua. Dia sangat kuat."
Yang lain mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Arpha.
Dalam hitungan detik, Adrine telah kembali dengan point yang lebih banyak lagi. Semua temannya tersenyum melihat Adrine kembali tanpa ada yang terluka sedikitpun.
"Berapa jumlah orangnya, Adrine?"
Adrine mengacungkan 5 jarinya yang menunjukkan kalau musuh yang tadi ia lawan adalah 5 orang. Yang lain hanya bisa saling menatap mata satu sama lain.
Waktunya cukup singkat pada ujian kedua, yakni hanya 2 jam saja. Adrine hanya tidur selama itu dan menunggu sampai waktunya selesai dalam perburuan kedua ini.
Tak lama berselang, sebelum waktu habis, Adrine merasakan adanya lawan dari jarak yang cukup dekat. Adrine tak mau adanya pertempuran.
"Kita harus pergi. 10 menit lagi waktu selesai."
Yang lainnya saling setuju dengan semua ide dan pendapat dari Adrine. Mereka semua meninggalkan tempat tersebut dan mencari tempat yang lebih aman untuk menghindari pertempuran secara langsung.
TRIIIIIIING!!
Waktu ujian kedua telah selesai. Adrine dan teman-temannya berhasil mendapatkan point yang cukup untuk bisa respawn hingga 3 kali disaat ujian ketiga nanti. Dan Adrine mendapatkan 6 point respawn.
"Apa rencanamu sekarang untuk ujian ketiga nanti?"
"Kau nanti tahu sendiri."
Semuanya mengangguk.