Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Altar Sembilan Warna Api Spiritual (4)


SETELAH 3 BULAN 2 MINGGU BERLALU


"Aku harus menyelesaikan pedang ini sekarang juga. Waktuku tidak banyak, aku harus cepat."


Dan setelah 1 jam Adrine mengatakan hal itu, Pedang Kaisar Api Langit pun telah selesai. Pedang tersebut berwarna biru dan bergambarkan api biru yang sangat berkilau.


Adrine pun keluar dari alam bawah sadarnya dan menunjukkan pedang yang ia dapat dari dalam alam bawah sadarnya. Dan tidak disadari oleh Adrine, ia juga telah menembus tahap Kehidupan level-2 sejak sekitar 1 minggu yang lalu.


"Aku bahkan belum merasakan kekuatan tahap Kehidupan level-1, dan aku langsung menembus tahap Kehidupan level-2, sangat luar biasa."


Adrine seperti bangga dengan tubuhnya sendiri karena kecepatan kultivasinya yang diluar akal.


"Sebelumnya sudah kubilang, kau ini sangatlah beruntung. Dengan kecepatan seperti ini, kau bahkan telah jauh melampaui Alfian dan Ray."


"Haha, kau benar juga. Mungkin sekarang mereka masih di tahapan Kehidupan level-1 kelas menengah. Paling cepat mungkin kelas akhir."


"Kau ini terlalu cepat dan beruntung. Apabila kau tak membuat masalah dan dihukum di gurun ini, kau tak mungkin bisa secepat ini."


"Iya kau benar. Dan sekarang aku ingin melanjutkan lagi kultivasiku."


"Hah? Mau lanjut?"


Shin kecil sangatlah terkejut kalau Adrine masih ingin melanjutkan kultivasinya hingga selesai. Padahal sudah waktunya untuk bersiap-siap kembali ke Perguruan Bayangan Langit. Tetapi Adrine tak menghiraukan perkataan Shin kecil. Ia tetap berkultivasi agar semakin kuat.


"Jika aku sudah selesai hingga api hitam, maka itulah waktu yang tepat untukku kembali."


Adrine meyakinkan Shin kecil kalau tekadnya yang ingin menjadi semakin kuat, lebih kuat dari siapapun.


"Baiklah, akan kuhargai tekadmu itu. Berjuanglah!!"


Shin kecil juga tak melarang Adrine untuk menolak saran darinya. Justru ia malah menyemangati Adrine agar semakin bersemangat dalam perjuangannya.


Lalu Adrine memasuki alam bawah sadarnya dan selalu mendapati peristiwa yang terus sama seperti sebelumnya. Pilarnya terjatuh dan muncul tulisan.


Tak lama kemudian, Adrine berhasil mengalahkan serigala tersebut dan mendapatkan sebuah teknik yang bernama Ukiran 9 Bintang Api.


"Bukunya agak tebal, apa mungkin teknik ini agak rumit? Mungkin teknik ini punya tingkatan tersendiri dan bisa disempurnakan lagi. Haha, ini mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama."


Adrine langsung pergi dari tempat tersebut dan segera menjauh untuk mencari magma yang suhunya jauh lebih panas daripada sebelumnya. Bahkan Adrine sudah hampir lebih dari 1 kilometer jauhnya dari tempat pilar-pilar tadi.


"Ugh... Magmanya panas sekali. Apa aku bisa meleleh karena magma ini? Ugh... Bukan, ya g terpenting sekarang adalah aku harus berjuang lebih keras lagi agar aku juga semakin kuat."


Adrine meyakinkan dirinya sendiri agar semakin tidak takut untuk berlatih dan tidak menghindar dari kesakitan seperti itu. Ia merasa kalau suatu saat ada serangan yang lebih kuat dan lebih panas daripada magma yang sedang ia rasakan sekarang ini.


"Aku harus berjuang. Teknik Ukiran 9 Bintang Api, aku harus mendapatkannya."


Adrine mengumpulkan semua energi panas dan mengkonversinya menjadi api dan dijadikannya sebagai pemercepat proses. Tetapi tulisan pada kitab teknik Ukiran 9 Bintang Api, sedikit lebih cepat dibandingkan dengan proses yang ada pada teknik-teknik sebelumnya.


"Mungkin ini karena kitab ini lebih tebal daripada semua kitab yang sudah kutulis sebelumnya. Makanya bisa lebih cepat dibandingkan dengan yang lainnya sebelumnya."


Adrine terus berkultivasi agar perkembangannya semakin cepat. Diluar alam bawah sadar Adrine, Shin kecil sedang benar-benar berjaga. Mulai ada cukup banyak orang yang lewat karena penasaran adanya peristiwa fluktuasi energi yang cukup menghebohkan.


"Tak kusangka kalau Adrine bisa menciptakan fluktuasi energi yang begitu hebat. Bahkan pelindungku sendiri tak mampu meredamnya."


Adrine dan Shin kecil juga sama-sama repot, yang satu menulis teknik menggunakan api dan lahar, dan yang satunya lagi harus menjaga yang menulis dari orang-orang yang penasaran.


"Apa nanti Adrine akan mengeluarkan fluktuasi energi yang heboh lagi? Arghh... Aku harus menjaga Adrine, aku harus memperkuat pelindungnya."


"Tingkatan apa yang akan kudapatkan dari teknik ini? Semoga saja teknik tingkat Kaisar agar Shin kecil tidak kecewa dengan menjagaku selama ini."


Mereka berdua menanyakan hal yang berbeda tetapi saling berkaitan satu sama lain. Adrine harus mempercepat dan segera selesai, sementara itu Shin kecil harus menjaga Adrine dari orang-orang yang penasaran akan fluktuasi energi yang terjadi pada Adrine.


"Apa aku harus memusnahkan mereka saja? Apalagi diantara mereka belum ada yang masuk ketahap Kematian."


Shin kecil bahkan sempat berpikir untuk membunuh para pengganggu yang penasaran, dan mengambil jiwa mereka sebagai pemerkuat tubuh dan kekuatannya serta energinya.