Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Masa Lalu Etern


"Kita ini seperti Yin dan Yang. Kita saling bertentangan." Seseorang berjubah berkata dengan nada serak.


"Walaupun kita ini bertentangan, bukan berarti kita harus bermusuhan seperti ini." Sebuah suara yang familiar muncul tak terduga. Sebuah bayangan yang keluar dari awan kosmik menandakan adanya keberadaan.


"Tetaplah sama saja, semua ini bukan hanya kau yang egois. Kau hanya sibuk menyendiri dan mengasingkan diri dari peradaban." Seseorang berjubah tadi, berkata seperti mempunyai dendam yang dalam.


"Mungkin itu benar. Tapi ini demi keselamatan galaksi kita sendiri. Aku bukan berlatih dengan alasan yang omong kosong belaka. Jika aku tidak sekuat yang sekarang ini, mungkin saat aku melawan para Pemburu Bintang, aku tak akan selamat pada saat itu juga." Awan kosmik masih menutupi keberadaan yang sangat misterius tersebut.


"Tapi kau terlambat. Kami telah menganggapmu sebagai pengkhianat. Walaupun kau menjadi pahlawan, tetap saja, pengkhianat tetaplah pengkhianat, bukankah itu yang sering kau ucapkan dulu Etern."


Sebuah nama yang familiar terlontar dari mulut manusia berjubah, dan namanya adalah Etern, nama yang sama dengan nama teman Adrine.


"Lalu, apa maumu sekarang Scorpio?" Etern tahu apa maksud dari perkataan seseorang berjubah yang bernama Scorpio. Segeralah Etern bartanya dari perkataan Scorpio.


"Mudah, kau tinggal pilih dari 2 pilihan yang kuberikan. Pertama, tinggalkan konstelasi ini sekarang juga, atau..."


Scorpio seperti sudah terpikir sebuah cara untuk menyingkirkan Etern.


"Atau apa?"


"Kau akan mati ditangan kami? Bagaimana menurutmu?"


Muncul 5 orang lagi yang sangat kuat. Wajah tersebut sangatlah familiar dimata Etern. Ia sangatlah mengenali 5 orang tersebut.


"Bagaimana mungkin? Kalian semua seharusnya sudah mati ditanganku, tapi bagaimana bisa?"


Etern sangatlah tahu, benar-benar tahu siapa tentang mereka.


"Semua itu adalah kesalahanmu. Etern, kau harus membayar apa yang telah kau lakukan terhadap kami." Kata dari salah seorang dari 5 orang tersebut.


"Tapi kalian sudah mati. Aku sendiri yang telah membunuh kalian. Aku yakin, semua pasukan Pemburu Bintang telah aku musnahkan. Tapi, bagaimana...?"


Etern yang saat sangatlah bingung. Tak tahu bagaimana, mereka bisa bangkit lagi.


Seorang pemimpin dari Pasukan Bintang yang telah dibunuh oleh Etern telah datang. Namun entah bagaimana caranya ia hidup kembali.


"Perjanjian? Scorpio? Kaulah yang selama ini berkhianat. Setelah semua apa yang aku lakukan untuk keselamatan seluruh penduduk digalaksi, kau malah menjadikan aku sebagai sasaran utama yang kau umpankan menjadi pengkhianat. Kau itu benar-benar duri didalam daging."


Etern bahkan tak bisa mempercayainya sendiri. Teman yang selalu berlatih bersama, susah senang bersama, malah mengkhianati kepercayaan seorang temannya sendiri.


"Semua itu terlambat Etern. Kau yang sekarang akan mati walaupun bukan ditanganku. Hadapilah kenyataan." Scorpio berkata seolah olah bukan dia pelakunya. Tersenyum licik masih sangat terlihat jelas pada bibirnya.


"Apa maksu... Ug... Ughh... UAGHH!! Siapa!!" Sebuah pedang sudah menancap diperut Etern sebelum dirinya menyelesaikan perkataannya.


"Tenang saja, kematianmu akan cepat, tak perlu khawatir."


Seseorang yang menancapkan pedangnya diperut Etern, berkata seolah olah dia tahu siapa dan mengapa Etern itu pantas untuk mati.


"Kau... Kau..."


Etern menatap orang tersebut dan menyaksikan semua temannya telah berkhianat darinya.


"Hahahaha!! Sekarang kekuasaan ada pada tangan kita. Dan apa permintaan terakhirmu Etern?"


Tawa dari kepuasan dengan mendapat kekuasaan atas kekuatan yang absolut. Membunuh penguasa yakni teman sendiri, iri hati membuat segalanya berubah tanpa arah peringatan.


"Tirta, aku tak tahu apa maksudmu. Tapi, errghh... Tolong jelaskan sedikit dari apa maksud kalian... errghh... Dengan apa yang kalian egh... lakukan terhadapku!"


Etern tersenggal-senggal bahkan dalam kedaan berbicara normal.


"Ternyata ini permintaan terakhirmu. Bahkan orang terkuat yang ada digalaksi harus tersiksa seperti ini dan akan tersingkir begitu saja, ckckck. Akan aku kabulkan permintaanmu."


Scorpio masih sombong dengan wajah seperti tanpa dosa.