Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Perburuan Kedua


"Adrine, apa kau tak apa-apa?"


Etern masih mencemaskan keadaan Adrine karena sebelumnya Adrine terluka parah dan Etern masih mengingat kalau Adrine menjadi lebih pendiam.


Adrine menganggukkan kepalanya. Etern masih khawatir dengan Adrine yang masih begitu pendiam. Adrine masih tetap diam walau Etern mengajaknya berbicara.


'Adrine sebenarnya kenapa ya? Kok dia jadi diam terus?' Pikir Etern.


Setelah itu, mereka menunggu sampai waktu ujian kedua dimulai. Ujian kedua, hampir sama dengan ujian pertama, namun yang membedakan adalah tempatnya berada didalam wilayah stormzone dan deepzone. Yang beruntung akan ter-spawn didalam wilayah stormzone, dan yang tidak beruntung mungkin akan ter-spawn didalam wilayah deepzone.


"Apa kau sudah siap Adrine?"


Adrine menganggukkan kepalanya lagi. Mereka tetap terdiam karena diamnya Adrine. Setelah itu, Heyto pun datang dan menyuruh untuk memulai ujian kedua. Adrine dan yang lainnya mulai memasuki kabin simulasi.


Mungkin menurut orang lain Adrine sedang mengalami ketidak beruntungan, tetapi bagi Adrine ini adalah suatu keberuntungan. Adrine ter-spawn pada area deepzone yang berada didekat perbatasan antara deepzone dengan stormzone.


"Shin kecil, apa Purgatory Demon setara dengan semua monster yang ada disini?"


"Aku pikir akan setara. Tapi... Entahlah, aku sendiri juga antara lupa dengan tak tahu."


"Mungkin yang akan bertemu denganku adalah seekor monyet percobaan untuk melihat seberapa kuat pedang baruku ini."


Lalu Adrine tak sengaja melihat seseorang dari kejauhan sedang berlari menuju wilayah stormzone agar keamanannya lebih baik. Adrine langsung mengejarnya untuk mengambil point miliknya.


Point pada ujian ini dimulai pada point yang telah didapatkan pada ujian sebelumnya. Dan apabila kalah, pointnya akan berkurang sebesar 50% dari point pertamanya. Dan ini adalah peraturan yang berlaku pada ujian kedua.


"SIAPA KAU?"


Adrine hanya diam dan menyerang orang tersebut dengan pedangnya. Hanya dengan sekali tebas, orang itu hampir tumbang.


"Ma... Maaf... Maafkan aku. Tolong lepaskan aku."


Orang itu hampir tak bisa berdiri karena takut dengan kemampuan Adrine. Ia memohon agar Adrine mau untuk melepaskannya.


"Kalau aku tak mau, bagaimana?"


Pupil mata orang itu mengecil. Orang itu tahu kalau Adrine sedang tidak bermain-main. Tak berlama-lama, Adrine langsung menebas kepala orang tersebut.


"Ya, hanya sekali tebas saja langsung jatuh. Haha."


Adrine hanya tersenyum. Lalu mereka pergi mengumpulkan point tambahan. Sesuai dengan instruksi Heyto sebelumnya, point kali ini akan menentukan point respawn di ujian terakhir. Maka Adrine akan mengumpulkan point yang lumayan dan harus mencari keberuntungan sebesar-besarnya. Sedikit saja Adrine tidak beruntung, mungkin ia akan kehilangan separuh dari point yang telah ia kumpulkan.


"Hei Adrine, lihatlah kesana! Ada kumpulan orang yang sedang menghadapi hewan spirit tingkat primordial kuno peringkat 5."


"Apa nama dari hewan spirit itu?"


"Gorila Petir Darah."


"Aku tahu aku harus apa."


Adrine langsung pergi dan memeriksa keadaan yang sedang berlangsung. Adrine mengintai dari kejauhan untuk mengetahui kekuatan yang ada disana.


"Ada berapa?"


"Ada 12 orang. 8 Orang tahap Tenaga dan 4 orang tahap Tulang. Apa kau akan tetap kesana dan mencuri hasil buruan?"


"Lihat saja!"


Lalu Adrine mendekat untuk mencari situasi yang tepat untuk mengalahkan mereka tanpa harus berusaha lebih keras daripada mereka. Lalu Adrine menemukan situasi yang cukup tepat karena gorila tersebut telah terluka oleh serangan mereka. Adrine mensummon Purgatory Demon da. memerintahkannya untuk bergerak secara perlahan dan menyerang gorila tersebut diam-diam.


Purgatory Demon telah begitu dekat dengan posisi mereka. Adrine memerintahkan kepada Purgatory Demon agar tidak menyerang mereka terlebih dahulu dan bertindak sesuai dengan instruksi Adrine. Setelah itu, ada situasi yang dimana 12 orang itu terkena serangan fatal yang hampir bersamaan. Semuanya terjatuh karena serangan itu.


"Ini dia kesempatanku."


Lalu Adrine memerintahkan kepada Purgatory Demon untuk menyerang Gorila Petir Darah. Gorila tersebut berhasil dikalahkan oleh Purgatory Demon dalam sekejap mata.


"Apa? SIAPA KAU? BERANINYA MENGAMBIL HASIL BURUAN KAMI!!"


Salah satu dari mereka marah karena buruan mereka diambil diam-diam oleh seseorang. Adrine memerintahkan kepada Purgatory Demon agar keluar dari persembunyiannya agar membuat mereka semua ketakutan.


"A... Apa? Bukankah itu..."


Mereka semua menjadi ketakutan melihat Purgatory Demon muncul secara tiba-tiba dari belakang mayat Gorila Petir Darah.