
"Pertarungan antara hewan spirit melawan hewan spirit." Ujar Adrine.
Adrine memunculkan Raven, Dark Wolf, dan Dargon Steel. Adrine juga memperbesar ukuran pasukannya tersebut dengan skill Grow Up. Karena ukuran Dark Wolf lebih kecil daripada Giant Golem Bear.
"Heh, sekarang aku tak khawatir lagi." Ujar Adrine.
Dalam waktu 7 menit, pasukan Adrine telah mengalahkan golem tersebut tanpa ada yang harus diregenerasi. Adrine menyimpan kembali seluruh pasukannya dan membuat tubuhnya kembali normal seperti sebelumnya.
"Aku langsung dapat 150 point. Kalau begini, aku bisa mengalahkan banyak hewan spirit tingkat suci." Ujar Adrine.
Sesaat Adrine ingin pergi meninggalkan mayat dari hewan spirit tersebut, Adrine teringat sesuatu. Seakan-akan ada sebuah kata yang melintas ditelinga Adrine yang mengingatkan sesuatu tentang pembangkitan.
"Oh ya, aku hampir saja lupa. Kenapa aku tidak kepikiran ini sejak tadi." Ujar Adrine.
Adrine menoleh kembali dan melihat mayat dari Giant Golem Bear. Seakan-akan ada sesuatu yang terlihat familiar dari Golem tersebut. Dan Golem tersebut juga mengingatkan Adrine tentang Raven, Dark Wolf, dan Dragon Steel. Adrine teringat akan kemampuan untuk membangkitkan jiwa dari golem tersebut.
"Tapi, apakah mungkin?"
Adrine masih merasa ragu-ragu untuk membangkitkan golem tersebut. Adrine merasa ragu-ragu karena ia sedang berada didalam sistem dari kabin simulasi. Dan hewan spirit yang ada didalam kabin simulasi adalah juga adalah berasal dari sistem itu sendiri. Adrine juga telah memikirkan tentang perbedaan antar dimensi simulasi dan nyata.
"[Sistem dari USC bisa untuk mengubah dari jiwa simulasi masuk kedalam dunia yang sebenarnya.]"
Suara yang familiar ditelinga Adrine muncul secara tiba-tiba. Adrine melihat drone yang berada disampingnya memancarkan sinar yang membentuk sebuah layar proyeksi yang memunculkan beberapa tulisan. Adrine telah memahami semua maksud dari perkataan drone.
"Kenapa tidak kau katakan sejak tadi?" Dengan spontan Adrine sedikit marah merasa diabaikan oleh drone sistem.
"[Karena belum ada pertanyaan dari user.]"
Lalu Adrine hanya diam dan tak bisa menjawab. Adrine hanya langsung mengatakan untuk segera melakukan pengubahan jiwa. Drone yang terbang dipundak kanan Adrine, terbang menuju keatas mayat dari Giant Golem Bear. Drone mengeluarkan cahaya seperti sedang memindai mayat tersebut.
"[Menganalisa...]"
Layar yang ada didepan wajah Adrine menunjukan gambar garis yang berputar-putar seperti gambar loading pada sebuah game.
'Apakah ini akan lama? Mungkin hanya berlangsung selama beberapa detik atau menit saja.' Pikir Adrine.
"[Menganalisa...]"
"Kapan selesainya? Apa ada bug, error, atau semacamnya?"
Adrine semakin tak tak sabaran karena bosan hanya melihat garis berputar-putar terus tanpa ada notifikasi telah selesai atau berhasil. Adrine terus bersabar dan menunggu sambil menggertakkan giginya.
"[Menganalisa mayat Giant Golem Bear telah selesai.]"
Bibir Adrine langsung tersenyum melihat notifikasi prosesnya telah selesai. Tetapi, perlahan wajah Adrine menjadi suram lagi setelah melihat notifikasi berikutnya.
"[Memulai proses pengubahan jiwa simulasi ke jiwa bayangan.]"
Mata Adrine kembali melihat garis yang berputar-putar lagi dilayar yang ada didepannya. Adrine harus kembali menunggu dan menjadi agak emosi setelah seperti ini. Adrine juga kembali menggertakkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya, seakan-akan Adrine ingin memukul sesuatu untuk melampiaskan amarahnya.
"Apakah harus menunggu lagi? Apakah akan lebih lama lagi?" Adrine sangatlah marah.
Merasa akan berlangsung lebih lama, Adrine memilih untuk duduk dan menunggu sampai proses pada sistem drone selesai. Baru saja Adrine duduk, notifikasi muncul dilayar yang menunjukkan bahwa proses pengubahan telah selesai. Seperti ada angin pada pantat Adrine, ia tak jadi duduk dan kembali berdiri.
"[Proses pengubahan telah selesai.]"
Tulisan pada layar tersebut membuat Adrine kembali bahagia. Tetapi ada lagi sebuah notifikasi dari layar tadi.
"[Seluruh jiwa hewan spirit pada dunia simulasi telah berhasil diubah ke jiwa dunia nyata.]
[User bisa mengekstraksi jiwa hewan spirit tanpa adanya pemrosesan data.]"
Saat itu, Adrine kembali semangat. Dan entah darimana semangat itu datang, Adrine langsung melangkahkan kakinya. Setiap langkah kakinya seperti berapi-api dalam bara api semangat yang membara. Tatapan mata Adrine menjadi sangat tajam akan perburuan yang lebih lanjut, seakan-akan semua musuh yang ada didepannya hanyalah seekor serangga saja dimatanya.
Tak peduli apapun itu, Adrine telah berhasil mengalahkan 4 hewan spirit tingkat suci peringkat 5 dengan waktu kurang dari 20 menit. Setiap langkah kaki Adrine seperti sedang membakar tanah disekitarnya. Dan semuanya telah diubah menjadi pasukan bayangannya.
"Setelah ini apa? Apakah Badak bercula baja api? Ular naga bersisik emas? Serigala putih kilat hitam? Ataukah Gorila biru berlengan empat?" Adrine malah menjadi semakin ganas.
Tak tahu mengapa, seakan didalam tubuh sedang ada yang merasukinya. Seperti ada iblis yang sedang bersemayam situbuh Adrine dan mengendalikan tubuh Adrine bagaikan angin dengan emosinya saja.
"Apa-apaan bocah gila ini? Benar-benar diluar ekspektasiku, semakin dia masuk kedalam sepertinya bocah ini juga semakin terobsesi untuk membunuh. Bocah seperti... Seperti mesin pembunuh."
Taro yang mengawasi perburuan, menjadi seperti pengawas pribadi Adrine yang sedang memperhatikan Adrine secara seksama. Bahkan, Heyto sangatlah memperhatikan bagaimana Adrine bergerak dan Heyto pun juga tahu kalau Adrine telah membangkitkan semua hewan spirit yang telah dibunuhnya.