Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Formasi Yin-Yang Aneh


Adrine masih berada dalam kesakitan yang terlalu menyiksa. Tubuhnya masih tertutup oleh jutaan butiran pasir yang bahkan menerobos masuk ke dalam organ tubuh Adrine.


Waktu telah berlalu sekitar empat jam lebih. Shin kecil dan Liona masih antusias dalam memperhatikan sekaligus mencemaskan Adrine. Kini Adrine tengah berada pada puncaknya dalam Rekonstruksi Tulang dan Sendi, prosesnya jauh lebih menyakitkan ketimbang proses awalnya. Semua tulang dan sendinya kini tengah dirombak dan diubah strukturnya.


"Sekarang waktunya Rekonstruksi Jantung dan Otak," ujar Shin kecil.


Benar saja, Adrine kini jauh lebih tersiksa dengan proses ketiganya. Namun mulutnya masih terbungkam dan pita suaranya juga masih tak dapat mengeluarkan suara.


Pada saat itu juga, Shin kecil menampakkan dirinya di depan Liona. Sungguh hal yang mengejutkan bagi wanita tersebut melihat wujud kakek-kakek yang tiba-tiba berdiri di hadapannya.


Lantas Liona bertanya dengan penuh ketakutan, "Si ... Siapa kau?" Liona begitu ketakutan melihat sosok di depannya dengan aura kekuatan yang begitu besar.


"Aku adalah leluhur yang selalu bersama dengan Adrine. Hanya dia saja yang dapat melihatku kecuali aku ingin menampakkan diriku kepada orang lain," ujar Shin kecil.


Kemudian Shin kecil mengeluarkan sebuah gulungan yang berisikan tentang teknik keterampilan. Dan dia memberikannya kepada Liona, "Berikan ini pada Adrine! Katakan kalau aku, Shin kecil akan pergi dalam waktu yang sangat lama," ujar leluhur Shin.


Liona menerima gulungannya dan membaca nama yang ada pada gulungannya, "Teknik Ruang Spiritual." Matanya terbelalak terkejut membaca nama gulungannya. "Ini ... Teknik Ruang?" tanyanya.


'Hei hei ... Aku dengar suaramu ... Leluhur tua,' batin Adrine.


Shin kecil hanya diam dan mengeluarkan cincin penyimpanan yang di mana cincin tersebut adalan milik Adrine. Shin kecil memasukkan begitu banyak barang yang tak diketahui, namun kelihatannya berbentuk seperti pil. Dan dia juga mengeluarkan sepasang sayap berwarna hitam.


"Aku ingat setelah Rekonstruksi Jantung dan Otak selesai, maka akan membentuk tubuh eksternal baru. Sayap ini akan menjadi tubuh eksternalnya dan memberinya banyak manfaat ke depannya," gumam Shin kecil.


'Dasar ... Tua bangka ... Aku masih dengar,' batin Adrine lagi.


Liona begitu terkesan dengan pengetahuan dari leluhur di depannya, 'Leluhur ini ... Pastinya sangat kuat, siapa sebenarnya Adrine sampai dijaga oleh leluhur sekuat ini?' pikir Liona.


***


Tak lama kemudian, tahap ketiga dari formasi Yin Yang Perubahan Jaringan Tubuh selesai dan memasuki tahapan terakhir, Pembentukan Tubuh Eksternal.


Shin kecil pun meletakkan sepasang sayapnya di dalam lingkaran formasi yang sama dengan Adrine. Ia juga seperti menyerap sesuatu dari tubuh Adrine dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan.


Lalu Shin kecil menoleh ke arah Liona dan berkata, "Keluarlah dari sini! Adrine akan selesai dalam keadaan telanjang dan kau tak kuperbolehkan melihat tubuhnya." Benda yang diambil olehnya tadi adalah baju Adrine dan beberapa perlengkapannya. Hal ini dilakukan agar baju dan aksesoris yang dibawa oleh Adrine di luarnya, takutnya akan terikut dalam proses tahap Pembentukan Tubuh Eksternal. Namun jika bagian dalam tubuhnya seperti dunia bayangan dan alam bawah sadar tidak akan terikut dalam prosesnya.


Liona pun pergi keluar dari goa tersebut yang menyisakan Adrine dan Shin kecil saja.


"Adrine, tumbuhlah menjadi lebih kuat dan kalahkan semua musuhmu di masa depan," gumam Shin kecil.


***


Dua jam kemudian, formasi Yin Yang Perubahan Jaringan Tubuh pun selesai. Pasir yang menyelimuti tubuh Adrine juga benar-benar telah mengganti seluruh struktur tubuhnya dan membangkitkan Jiwa 100 Angka-nya.


Shin kecil sudah tak ada di sana dan hanya menyisakan Adrine yang telah terbangun dalam keadaan telanjang bulat, "Sial! Aku hampir mati," umpat Adrine.


Kemudian Adrine menoleh ke kanan dan kiri. Dia melihat cincin penyimpanannya ada di sampingnya.


Adrine pun mengambil dan memakainya.


PIIIP!!


Tiba-tiba muncul proyeksi hologram Shin kecil dan berkata, " Hei bocah, kalau kau masih hidup, aku sangat bersyukur."


Adrine hanya diam tak berekspresi ketika mendengarkan proyeksi Shin kecil.


"Aku telah menyiapkan banyak pil di dalam cincin penyimpananmu. 100 jenis pil tingkat Duniawi dan tiap jenisnya ada 500 pil, 25 jenis pil tingkat Semi Surgawi dan tiap jenisnya ada 100 pil, serta 10 jenis pil tingkat Surgawi dan tiap jenisnya ada 15 pil. Gunakan mereka semua dengan bijak dan jangan kau salah gunakan!" Jelas Shin kecil.


Adrine terkejut bahwa Shin kecil memberinya begitu banyak pil dengan berbagai jenis yang berbeda-beda. Adrine pun menghela nafas dan berkata, "Apa sih yang ada di pikiranmu? Pil ini yang ada kujual, jauh lebih menguntungkanku."


"Ada lebih dari tiga puluh jenis pil yang beracun, kau bisa gunakan untuk melawan musuh yang jauh lebih kuat darimu. Jangan terlalu sering menggunakan kekuatan saja, gunakan pula otakmu!" tambah Shin kecil.


Adrine cukup senang dengan pesan yang diberikan oleh Shin kecil. Dia juga mendengar bahwa leluhur yang senantiasa bersamanya itu tengah pergi untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kebangkitannya.


Setelah itu, Adrine mengambil pakaian yang ada di dalam cincin penyimpanannya. Lalu ia memakainya. Setelah memakai celananya, Adrine mencoba sepasang sayap yang diberikan oleh Shin kecil padanya.


WUUUSH!!


Seketika angin berhembus dengan kencang ketika Adrine membuka kedua sayapnya. Sepasang sayapnya itu memiliki atribut elemen petir dan angin yang berwarna hitam, elemen petirnya sangat cocok dengan atribut elemental yang dimiliki oleh Adrine.


Adrine mencoba memegang sayapnya dan berkata, "Sayap ini berasal dari Elang Guntur, hewan spirit tingkat Jelmaan Iblis peringkat 4, kau mempersiapkan sesuatu yang begitu bagus untukku, terima kasih, Shin kecil."


Adrine pun menyembunyikan sepasang sayapnya dalam bayangannya karena dia langsung bisa mengendalikannya. Setelah itu, ia memakai baju dan bersiap untuk mengevolusikan jiwa Bone Demon dan menyerap semua jiwa yang ada di sekitarnya. Adrine tidak memurnikan jiwa-jiwa yang ditemukannya karena untuk mengevolusikan jiwa, tidak harus dengan jiwa yang dimurnikan (menanamkan kontrak jiwa dan simbol kepemilikan/melawannya dan menyerap jiwanya di alam bawah sadar).


***


Setengah jam kemudian, Adrine selesai mengevolusikan jiwa Bone Demon. Wujud pasukannya itu berubah dengan cakar yang lebih tajam dari semasa hidupnya dan terdapat petir di setiap kerangkanya. Wujudnya ini diambil dari Serigala Bermata Tiga dengan atribut petir. Pada umumnya Serigala Bermata Tiga memang tidak memiliki atribut elemen khusus, akan tetapi bisa saja di dalam dirinya tumbuh atribut karena menyesuaikan diri dengan lingkungannya.


Segera setelah menyelesaikan urusannya, Adrine akan pergi dari sana.


SRIIING!!


Cahaya bersinar di belakang punggung Adrine.


Adrine menyadarinya dan ketika ia menoleh, terdapat permata berwarna putih mengkilat melayang di atas tanah.


Dengan mata terbelalak penuh keterkejutan, Adrine berkata, "Permata Roh Bintang Tercerah?!" Permata tersebut adalah permata yang memiliki kemampuan yang sangat cocok bagi kultivator penyihir tipe pemanggil roh. Permata ini juga keajaiban bagi yang memiliki atau menemukannya, apalagi jika orang yang menemukannya adalah seorang tipe Nekromanser.


Adrine yang telah ada di dekat pintu kini berbalik dan mengambil benda bersinar di depannya. Mata Adrine terus menerus menatap tak percaya begitu saja apa yang ada di depannya. Ya, memang sulit dipercaya dan memang seperti itulah hal yang telah terjadi padanya.


BREZZHT!!


"Ini ... "


Tiba-tiba saja muncul petir dari punggung Adrine dan mengalir ke permata putih di genggamannya itu. Adrine melepaskannya dan permatanya pun melayang, nampak menyerap aliran petir dari punggung Adrine.


Aliran petirnya juga tidak hanya satu, melainkan ada enam. Permatanya juga menyerap energi yang ada di sekitar dengan cukup kuat.


"Eh?" Adrine tak sengaja mendapati bahwa bayangannya langsung berkontraksi.


Tak lama kemudian, petir yang mengalir dari punggung Adrine pun menghilang. Akan tetapi, Permata Roh Bintang Tercerah masih memperlihatkan bahwa apa yang dilakukannya belum selesai. Prosesnya sama sekali tak sampai di situ saja, petir yang mengalir dari punggung Adrine tadi juga tak memberikan rasa sakit sama sekali.


Pandangan Adrine terus saja ke permata di depannya, matanya begitu terpaku pada benda tersebut. "Ini dia ... " Gumamnya sembari terus memelototi permata putih di depan matanya.


SWOOOSH!!


Permata Roh Bintang Tercerah menunjukkan reaksi yang begitu kuat. Energi yang terpancar keluar darinya begitu kuat dan terus meningkat secara signifikan.


Permata tersebut mengeluarkan benang-benang cahaya berwarna putih, seakan sedang membentuk sebuah tubuh. Layaknya pembuluh darah, benang-benang cahaya tersebut mengalirkan semua energi dari dalam permatanya.


Adrine berjalan mundur dan menambah jarak antara dirinya dengan Permata Roh Bintang Tercerah. Ia tahu bahwa permata tersebut tengah membentuk tubuh, jadi dia tak ingin terlalu dekat dengan proses pembentukannya.


Terlihat benang-benang yang lebih tipis yang merangkai tubuh luarnya. Wujudnya cukup transparan dan juga tak bisa disentuh secara langsung. Semakin lama, tubuh yang dibentuknya semakin tergambarkan wujudnya. Bentuk tubuh layaknya manusia dengan empat sayap di belakang punggungnya dan dua tanduk di kepalanya. Tubuhnya tinggi yang bahkan Adrine saja hanya sampai dadanya saja. Tangannya juga terdapat duri duri yang terlihat seperti berbaris sampai ke bahunya, mulai yang kecil dan pendek di atas pergelangan tangan sampai yang lebih panjang dan besar di lengan atas.


BLAAAM!!


BUGH!!


Ledakan kuat tiba-tiba muncul dan melemparkan Adrine sampai menghantam pintu. Ledakannya juga diiringi oleh cahaya yang bersinar begitu terang dan muncul hanya dalam sepersekian detik saja.


Adrine pun bangun sembari memegang punggungnya, "Barusan tadi ... Sialan, apa-apaan itu?" gerutunya.


Namun rasa sakit yang dirasakan oleh Adrine pun menghilang. Melihat tubuh yang telah terbentuk di hadapannya membuatnya lupa akan rasa sakit yang dialaminya barusan dan bahkan sampai hampir melupakan rasa sakit dari proses rekonstruksi tubuh, formasi Yin Yang Perubahan Jaringan Tubuh.


Tubuhnya mirip sekali dengan manusia. Bahkan dari wajah, tekstur kulit, dan rambut pirangnya pun sangat mirip. Mata merahnya juga begitu cantik, sekilas memang terlihat seperti wanita yang tinggi. Rambutnya juga panjang hingga kepala Adrine pun dapat menyentuhnya. Makhluk itu juga memiliki tiga ekor kecil berbulu putih, tapi cukup panjang.


"Inikah ... Pasukanku yang terkuat?" Gumam Adrine.


Wujud wanita di depannya itu adalah gabungan dari kekuatan seluruh pasukan Adrine. Untuk wujud tubuhnya sendiri diambil dari yang paling relevan di antara para pasukan Adrine dan menyesuaikan wujud dari tuannya.


Petir yang sebelumnya mengalir dari punggung Adrine tadi bukan hanya mengambil kekuatan dari para pasukan bayangan, namun juga menganalisa kecocokan tubuh antara pengguna atau sang pemilik dengan para pasukannya dan disatukan.


Tatapan Adrine kini terlihat kosong dan sedikit kecewa, "makhluk ini mengambil wujudku sementara aku ini lelaki, tapi dia? ... Kok wanita?" gumamnya.


WUUUSH!!


Tiba-tiba terdapat lingkaran formasi yang terlihat seperti Yin Yang dengan ukuran yang cukup luas. Permata yang sebelumnya ada di dalam tubuh makhluk yang ada di depan Adrine, juga kini mencuat keluar dari tubuhnya.


Mata tengah Adrine juga aktif dengan sendirinya. Gulungan teknik yang sebelumnya didapat Adrine dari Master Heyto pun juga keluar dari dalam cincin penyimpanan. Pedang Api Hitam Ashura juga secara sendirinya muncul tanpa keinginan dari Adrine.


"Ada apa ini?" Tanyanya. Pandangannya terus terlempar ke mana-mana, terkejut dan begitu waspada. Sesekali Adrine juga melihat ke arah formasi yang ada di bawah kakinya, ia begitu waspada dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Sementara itu, makhluk putih tadi terlihat seperti berubah menjadi asap putih dan masuk ke dalam tubuh Adrine.


Tetapi Adrine sama sekali tidak ingin memperhatikan makhluk tersebut. Kepalanya terus menerus berputar dan bertanya-tanya, "Apa yang sedang terjadi?"


Kemudian, formasinya menyala dan memancarkan cahaya yang begitu terang. Tubuh Adrine bereaksi dan semua benda yang keluar tadi langsung lenyap seperti ditelan oleh cahaya. Dalam sekejap, Adrine langsung tak sadarkan diri, namun tubuhnya masih bergerak dan tidak dalam kendalinya.


Di dalam alam bawah sadar, Adrine juga masih terua bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada dirinya sekarang ini.


Kedua telapak tangan Adrine bercahaya, bukan hanya tubuhnya, melainkan juga tubuh pada jiwanya pun kedua telapak tangannya juga memancarkan cahaya.


Ketiga mata Adrine juga memancarkan cahaya putih yang amat sangat terang, tetapi hanya tubuh luarnya saja. Seolah formasi yang menyala barusan mengarah pada Jiwa Bela Diri Adrine dan mata jiwanya pula. Karena pada umumnya, wujud dan jenis Jiwa Bela Diri seseorang masih dalam keterikatan pada mata jiwanya.


Lalu, muncul lingkaran Yin-Yang tepat di depan mata tengah Adrine yang bersinar. Dan setelah itu, lingkaran tersebut merasuk ke dalam mata tengahnya serta kedua mata Adrine memancarkan cahaya yang berbeda, mata kirinya bercahaya hitam, sementara mata kanannya bercahaya putih.


Sepasang Sayap Guntur yang di dapat Adrine barusan juga membentang. Pembuluh darah yang ada pada kedua sayap tersebut juga memiliki warna yang berbeda, yang kiri berwarna hitam pekat, sementara yang kanan berwarna putih bersinar. Selain itu, petir yang menyelimuti kedua sayap tersebut mengikuti warna pembuluh darahnya.


Lingkaran formasinya kini telah meredup, perlahan Adrine sadarkan diri, tersadarkan dalam keadaan berdiri.


Cahaya yang bersinar di matanya juga meredup, begitupun dengan cahaya yang ada di mata tengahnya. Cahaya di telapak tangannya juga telah lenyap, yang ada justru tertuliskan angka satu di kedua telapak tangannya.


"Mataku berubah," kata Adrine.


CEESSSH!!


Adrine menumbuhkan es di depannya agar bisa melihat bagaimana wujud mata tengahnya.


"Ini ... "


Tak disangka, bukan hanya mata tengahnya saja, melainkan kedua mata yang biasa ia gunakan untuk melihat pun juga berubah.


Mata tengahnya yang sebelumnya berwarna hitam dengan kilatan cahaya bintang di dalamnya berubah menjadi mata Yin-Yang. Mata hitam yang sebelumnya tidak menghilang, melainkan sisi 'Yin' yang berada di kanan adalah mata tengahnya yang sebelumnya dan berubah dengan terdapat lingkaran putih yang agak besar di antara warna hitamnya. Sedangkan sisi 'Yang' yang berada di kiri adalah warna kebalikan dari sisi 'Yin' dan menampakkan warna putih dengan lingkaran hitam di tengahnya.


Kedua mata Adrine yang biasa juga berubah, mata kanannya memang hanya berubah sedikit, namun berbeda halnya yang terjadi pada mata kirinya. Mata kanannya mungkin warna putihnya hanya sedikit lebih cerah dan pupilnya yang berwarna merah telah berubah menjadi berwarna hitam, tapi mata kirinya bukan lagi mata putih dengan pupil merah, melainkan mata hitam dengan pupil berwarna putih di tengahnya.


Bersambung!!