
Pada hari itu juga, Adrine makan bersama dengan teman-temannya.
Note : Author jarang memberikan bagian disaat Adrine atau orang lain sedang makan, author hanya akan memberikan bagian makan disaat penting saja.
Setelah mereka makan, mereka menyisakan satu hari itu untuk berlatih bersama teman-temannya. Tidak disangka pula, Etern pada hari itu sudah menembus hingga kelas puncak pencapaian tahap Kehidupan level-3.
Arpha masih belum menembus tahap Kematian dan David juga belum menembus hingga kelas berikutnya. Adrine sendiri tidak melanjutkan kultivasinya. Ia sedang melatih Green Light Prison of Psionic agar bisa digunakan hingga 100%.
Dengan bantuan Shin kecil secara diam-diam dan dengan kekuatan misterius dari mata ketiganya, Adrine bisa menguasai teknik Green Light Prison of Psionic hingga 80%. Teknik tersebut menggunakan energi mental untuk penggunaannya, dan untungnya Adrine adalah seorang Ahli Jimat, walaupun masih peringkat 1.
Adrine juga sempat melatih teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka dan Tapak Suci Api Hijau Alam. Adrine sendiri juga tidak memiliki jiwa untuk peningkatan Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka, maka ia melatih kontrol terhadap tekniknya.
Setelah hari itu berlalu, Adrine ingin memenuhi janjinya kepada Yama. Ia menuju ketempat arena tantangan bersama teman-temannya.
Disaat Adrine sampai diarena tantangan, ia melihat banyak sekali orang yang penasaran dengan siapa sosok Adrine itu. Dan pada saat sebelumnya, tidak banyak orang yang menonton karena kurang tertarik. Dan setelah kabar kalau Adrine kembali dan mempunyai jiwa dari seekor hewan spirit berjenis iblis, semua orang jadi sangat penasaran dan tertarik dengan siapa Adrine itu.
"Oooh... Itu yang namanya Adrine?"
"Iya, aku dulu seperguruan dengannya disaat menjadi murid dalam."
"Kudengar dia dulu yang menyandang peringkat 1, benar bukan?"
"Memang benar, apalagi katanya dulu dia banyak sekali mengalahkan para senior dan murid VIP saat menjadi murid dalam."
Banyak yang masih belum tahu siapa itu Adrine yang sesungguhnya, dan banyak juga yang sudah tahu tentang Adrine. Dipanggung penonton, orang-orang lebih banyak membicarakan nama Adrine, tapi lebih memuja nama Yama dan Geng Lima Jenius.
"Adrine? Banyak sekali yang menyebutkan nama Adrine, kau itu memang terkenal sekarang ini."
Arpha yang disaat masuk kedalam arena tantangan, langsung mendengar banyak sekali nama Adrine. Bukan hanya Arpha, mereka semua juga mendengar nama Adrine dimana-mana.
"Oh ya Adrine, pencapaianmu sekarang sudah sampai pada tahap apa?"
Etern merasa penasaran dengan pencapaian kultivasi Adrine sejak pertama kali pulang. Dan semenjak Etern menanyakan hal tersebut, Arpha dan David juga ikut menjadi penasaran.
"Benar juga, kami semua bahkan belum tahu kau ini sekarang mencapai tahapan apa?"
Bahkan Arpha menjadi tak sabaran dan sangat penasaran dengan jawaban Adrine. Namun Adrine hanya tersenyum dan diam saja.
"Kalian nilai saja nanti disaat kau bertarung dengan Yama, kalian akan tahu aku sudah mencapai tahapan apa!"
Dan setelah mengatakan itu, Adrine pun naik keatas arena dan melihat kalau Yama sudah menunggunya diatas arena.
Setelah naik keatas arena, senyuman Adrine pun menghilang. Entah kenapa, memang Adrine sengaja untuk tidak menunjukkan senyumannya.
Sebelumnya yang jarang sekali Adrine melihat banyak wanita berkumpul dalam satu waktu, kini Adrine melihat banyak sekali wanita. Bahkan seakan-akan, perbandingan antara wanita dengan lelaki disana adalah 50 : 50.
Tapi, hampir keseluruhan dari semua penonton mendukung Yama. Bahkan, jika didengar dari kejauhan, yang terdengar hanyalah suara yang mendukung Yama dan tidak terdengar Adrine sama sekali.
"Apa lukamu yang kemarin sudah sembuh? Aku tak mau melawan orang yang sedang tak sehat."
Adrine menanyakan kondisi Yama, ia tak mau melakukan hal yang tak sportif dalam suatu pertandingan.
"Apa-apaan si Adrine ini? Berani-beraninya dia meremehkan ketua Yama!"
Banyak orang yang sangat membenci Adrine. Bahkan, mereka tidak memperbolehkan Adrine untuk menilai Yama dalam kondisi apapun. Dan banyak sekali orang yang menghujat Adrine. Dan, juga kebanyakan yang menghina Adrine adalah perempuan.
Namun, Yama hanya menggelengkan kepalanya. Ia merasa kalau kondisinya sudah cukup baik untuk sekarang ini.
"Baguslah, aku tidak akan mencemaskan keadaanmu untuk sekarang ini."
Walaupun Adrine sudah berniat baik dengan menanyakan kondisi Yama, para penonton masih saja tidak berpikiran baik tentang Adrine. Mereka masih tetap mendukung Yama dengan merendahkan nama Adrine.
Dan orang yang mendukung Adrine tidak berani untuk melawan dan bersuara karena kalah jumlah dari para pendukung Yama.
"Apa-apaan mereka ini? Adrine sudah berniat baik dengan menanyakan kondisi Yama, tapi mereka..."
Arpha yang mendengar penghinaan atas kebaikan dari Adrine, merasa marah dan sangat benci. Etern juga merasakan hal yang sama dengan Arpha, begitupun dengan David.
"Menurutku, mereka bahkan lebih rendah dari orang bodoh. Orang bodoh saja setidaknya bisa menghargai kebaikan dari seseorang, tapi mereka yang sehat begitu bahkan tidak bisa melihat kebaikan yang begitu besar didalam hari Adrine."
Etern bahkan merasa kesal sendiri hanya dengan mendengar suara mereka yang menyebutkan nama Adrine. Tapi Etern masih bisa mengenali mana suara yang menghujat, dan mana suara yang mendukung Adrine.
"Biarkan saja! Lihat Adrine mengalahkan Yama, dan kita akan melihat bagaimana mereka berjalan dengan rasa malu dari hinaan mereka sendiri."
Arpha dan Etern terkejut mendengar David berbicara. Entah kenapa mereka berdua menjadi takut dan saling berpelukan karena hawa pembunuh yang dipancarkan oleh David ketika mengatakan hal tersebut. David yang tadinya pendiam dan tidak terlalu banyak mengatai seseorang, sekarang dibuktikan bahwa David bisa saja menjadi jauh lebih sadis daripada siapapun.
Dan disaat itu juga, Yama sudah mulai memancarkan hawa pembunuh dan bersiap untuk menyerang. Adrine hanya masih menatap Yama dengan wajah yang dingin tanpa ekspresi.
Para penonton menganggap Adrine terlalu sombong dan melampaui batas. Mereka bahkan mencap Adrine sebagai orang yang tidak punya sopan santun dan pantas untuk menjadi seorang gelandangan yang sering dipukuli.
"Aku memberimu kesempatan untuk menyerang."
Yama memberikan kesempatan kepada Adrine untuk menyerang terlebih dahulu, dan itu mendapatkan banyak pujian dari pendukungnya.
"Tidak, aku yang memberimu sebuah janji, maka yang seharusnya memberikan kesempatan untuk menyerang adalah aku. Sekarang juga, serang aku!!"
Dan disaat Adrine mengatakan pernyataan yang sama, Adrine menerima banyak sekali hujatan dan hinaan dari para penonton. Hal itu membuat Etern, Arpha, dan David menjadi semakin kesal.
"Baiklah! Kau yang minta, jangan sesali perkataanmu!"
Yama pun memperingatkan kepada Adrine untuk berhati-hati. Dan Adrine hanya diam dan tidak berekspresi.
"BAGUS KETUA! KALAHKAN PECUNDANG ITU!!"
Sebagian dari para penonton langsung memuji peringatan dari Yama. Dan seketika itu juga, Yama langsung mengepalkan tangannya.
ZRAAAST!!
Yama pun bergerak sangat cepat untuk menyerang Adrine. Dan kebanyakan dari para penonton sangatlah senang.
Dan ketika Yama sudah mulai mendekati Adrine, Yama pun langsung menyerang dengan kedua tangannya.
BLAAAM!!
Bersambung!!