Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Kembali ke Perguruan


Setelah Adrine mengalahkan seluruh kawanan serigala bermata kristal, Adrine dan Etern kembali.


"Hei Adrine. Aku mau bertanya." Tiba-tiba saat ditengah perjalanan, Etern ingin bertanya sesuatu.


"Kau mau tanya apa?" Kata Adrine.


"Kau itu sebenarnya tipe apa?" Tak diduga, Etern ternyata ingin menanyakan kemampuan Adrine.


"Aku juga tak tahu pasti. Tapi seperti yang kau lihat, aku ini seorang mage." Ujar Adrine.


"Mage setingkat kita biasanya hanya bisa mengendalikan sekitar 10 pasukan. Tapi pasukan milikmu itu sampai puluhan." Ujar Etern menjelaskan.


"Ya, kau lihat sendiri kan? Tapi bukan itu masalahnya. Semua itu masih secuil saja dari diriku." Kata Adrine.


"Sudah kuduga. Dan lagi, sepertinya kau juga bukan tipe mage." Tiba-tiba Etern mengatakan hal yang membuat Adrine terkejut.


"Kalau aku bukan tipe mage, lantas aku ini tipe apa?" Sudah jelas Adrine menjadi bingung. Adrine itu terkualifikasi sebagai mage, tapi Etern malah mengatakan bahwa Adrine bukan sebagai tipe mage.


"Kau itu sudah masuk ke ranah necromancer. Pasukan sebanyak itu tak mungkin bisa dimiliki oleh mage biasa. Hanya necromancer yang bisa melakukan hal ini." Ujar Etern.


"Tapi necromancer itu sebenarnya apa sih? Aku sudah pernah dengar tentang necromancer, tapi aku tak tahu apa itu necromancer." Kata Adrine sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Necromancer itu adalah seseorang yang bisa mengendalikan pasukan monster dengan jumlah yang sangat banyak. Seperti kau, pasukanmu itu bukan hanya banyak, melainkan juga sangat kuat." Kata Etern yang menjelaskan panjang lebar.


"Oh ya? Lalu kita mau kemana setelah ini?" Tanya Adrine.


"Bukannya kita mau menjual mata kristal ini dulu?" Kata Etern yang malah bertanya balik.


"Oh iya ya. Dimana tempat menjual mat kristal ini?" Tanya Adrine lagi.


"Kita akan menjual ke tempat penyulingan pil!" Ujar Etern.


"Baiklah, ayo kita langsung kesana! Tunggu apa lagi?" Adrine langsung bergegas pergi menuju tempat yang dikatakan oleh Etern.


"Hei, tunggu. Jangan terlalu cepat." Etern malah tertinggal oleh Adrine.


Mereka pun sampai diperguruan. Segera setelah Adrine sampai, ia langsung bergegas pergi menuju kearah tempat penyulingan pil. Etern yang masih dibelakang, terus mengejar dan dengan cepat menyusul Adrine.


"Kau itu... Ahh ahh ah... cepat sekali. Aku lelah." Etern langsung pingsan. Ia kelelahan berlari mengejar Adrine.


"Hei, kau ini kenapa?" Adrine berjongkok dan melihat kondisi Etern yang sungguh mengenaskan. Bukannya Adrine memberi Etern apa, ia malah menampar pipi Etern berkali-kali.


"Hei, aku ini hampir pingsan. Kau ini tidak memberiku minum atau apa, malah menampar pipiku. Kau ini tak berperikemanusiaan ya." Ujar Etern.


"Ya iya, aku minta maaf. Lagipula, bukannya kau ini orang yang tak sebaran setelah mendengar kata uang?" Adrine malah meledek Etern.


"Hei kau ini... Benar juga ya?" Etern langsung melupakan rasa lelahnya dan berdiri tanpa bantuan dari Adrine.


"Kau ini benar-benar mata duitan ya? Dengar kata duit saja, yang tadinya mau pingsan malah berdiri dan semangat kembali. Dasar mata duitan." Kata Adrine meledek.


Etern tak menghiraukan ucapan dari Adrine. Ia malah sibuk menjual mata kristal yang diberikan oleh Adrine kepadanya.


"Hei Drone. Bagaimana dengan hadiahku?" Tanya Adrine berbisik dengan drone yang terbang disebelahnya.


"[Hadiahnya sudah dipindahkan ke cincin penyimpanan.]"


"Oh yasudah."


"Oh ya, setelah aku menjual semua mata kristal ini, aku mau langsung berlatih kekuatan energi mental." Ucap Adrine berbisik kepada Drone.


"[Baiklah, ruangan sudah disiapkan. Setelah anda masuk nanti, anda bisa memilih satu formasi mental, tuan.]"


"Ya, terima kasih."


"Adrine, apa kau sedang berbicara dengan drone itu lagi?" Ternyata Etern melihat Adrine saat berbicara dengan Drone. Tapi Adrine membalas pertanyaan dari Etern hanya dengan tersenyum.


"Terserah kau sajalah." Etern lebih memilih untuk tidak peduli dengan apa yang baru saja ia lihat tadi.


{Halo teman-teman🙋 author juga punya karya lain nih, selain novel IGR. Judulnya Penakluk Dunia. Untuk kalian semua yang penggemar genre fantasi💪, dijamin suka deh😁😀. Jangan lupa untuk mampir ya teman-teman! Nanti kasih like👍 dan komentar positifnya🙇💬, terus tekan tombol favorit💗, dan jangan lupa kasih vote💯💯 ya teman-teman. Dah😘🙏}