
Muncul empat sosok humanoid yang sangat mengerikan, tetapi pandangan semua orang tertuju kepada mereka dengan tatapan kagum dan tidak percaya, terkecuali Adrine yang memang di mana keempat sosok hewan iblis itu adalah pasukannya. Karena menurutnya sudah cukup untuk dipandangi orang-orang, Adrine mengembalikan keempat pasukannya itu ke dunia bayangan.
"W ... Wo ... Wo ... Wow ... Itu mustahil, bagaimana caramu bisa punya pasukan semengerikan ini?" Kagum Andre.
Hanya Andre saja yang mengungkapkan rasa kagumnya, yang lainnya hanya terdiam dengan mulut yang terbuka lebar.
"Semuanya aku dapatkan dengan pertarungan hidup dan mati, usaha yang kulakukan bukan sekedar bertarung biasa saja," ujar Adrine sambil mengingat pertarungannya melawan Purgatory Demon dan Blood Demon, menurutnya itu adalah pertarungan yang sangat menegangkan dan mempertaruhkan nyawa, apalagi di saat melawan Blood Demon.
Hal ini memang membuat semuanya paham atas perjuangan yang dilakukan Adrine untuk menjadi sekuat ini, semua yang dilakukannya itu tidaklah mudah dan harus berhati-hati apalagi jika konsekuensinya adalah nyawa.
"Oh iya, bagaimana dengan pasukanmu? Apa kau punya hewan spirit yang berada di tingkat Langit?" Tanya Adrine kepada Andre.
Andre mengangguk.
BAGH!!
Tiba-tiba Andre menapakkan kakinya dengan sangat keras pada tanah yang kemudian muncul debu yang semakin lama semakin tebal, lalu muncullah pasukannya dari kabut debu.
"Sebenarnya aku punya 20 pasukan yang setara dengan tingkat Suci, tapi yang aku keluarkan ini adalah yang paling kuat. Dua Beruang Gurun dan empat Kera Bermata Emas, keenamnya itu setara dengan tingkat Langit, entah di peringkat berapa," ujar Andre.
Adrine menyadari kekurangan dari pemunculan pasukan Andre yang tidak efektif, akan tetapi ia tahu jika pewaris yang satu itu juga bisa mengatasi kekurangannya.
"Lantas, apa kau punya kemampuan menyerang?" Tanya Adrine lagi.
"Punya, akan tetapi teknik yang paling aku kuasai tidak efektif jika melawan serangan langsung, harus melakukan koordinasi musuh dan mengalokasikan serangan dengan akurat," tambah Andre.
Tepat setelah mendengar penjelasan tentang tekniknya, muncul berbagai macam nama-nama teknik yang sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Andre di mata Adrine. Semua daftar namanya bahkan ada yang sampai di tingkat Misteri ke atas.
Walaupun sudah memperkirakan teknik mana yang sesuai dengan kemampuan Andre, Adrine tak mau terlalu banyak tanya dan merepotkan Andre untuk menjawab semua pertanyaannya. Karena itulah Adrine kini lebih penasaran dengan yang lainnya.
"Oh iya, hei kembar, bagaimana dengan kemampuan kalian?" Tanya Adrine.
Pada saat dipanggil, si kembar Violet dan Viona menoleh ke arah yang memanggilnya dengan tatapan kesal yang lucu. Adrine tak tahu apa yang membuat mereka menatapnya dengan tatapan kesal itu.
"Bukan berarti kami kembar, terus nama kami disepelekan ya! Panggil kami sesuai dengan nama cantik kami!" Tegas Viona.
"Kami juga punya nama, oke?!!" Tambah Violet.
Adrine kini mengerti mengapa dirinya ditatap dengan pandangan yang tak mengenakkan, rupanya hanya masalah tentang nama.
"Oke oke, Violet, Viona, apa kemampuan kalian juga sama kembar-nya dengan kalian?" Tanya Adrine.
"Walaupun kami kembar, akan tetapi kami punya spesialisasi yang berbeda, kemampuan kami tergantung dari apa yang kami gemari dan latih setiap hari sejak kami jadi kultivator," ujar Violet.
"Kalau aku lebih ke penyihir jarak jauh dan Violet lebih ke penyerang jarak dekat dengan pedang panjang dan belatinya. Kultivasi kami setara dan jujur, kami selalu bersaing," tambah Viona, mereka tampak sangat jujur sekali bahwa mereka bersaing dalam hal kultivasi.
Adrine sudah sangat paham jika harus menanyakan tentang kerja sama mereka, jadi ia tak terlalu penasaran dengan teknik dan apa yang mereka lakukan ketika bertemu lawan yang lebih kuat dan menyerang secara langsung dari jarak dekat.
'Bisa dibilang Viona bisa menahan lawan untuk menyerang langsung sementara Violet akan mencari momentum untuk menyerang, jadi momen yang sangat memungkinkan kedua serangan mereka bisa sangat mematikan,' pikir Adrine.
Kemudian Adrine melihat ke arah Rendi karena dia lah yang paling rendah dalam kultivasi di antara mereka semua.
"Bagaimana dengan kemampuanmu, Rendi? Kudengar dari Shiny kau pengguna pedang dan jadi penyokong serta penahan musuh dengan serangan langsung, apa itu benar?" Tanya Adrine.
Rendi mengangguk membenarkan pertanyaan Adrine, pengguna pedang yang tidak terlalu kuat tidak bisa memberikan kerusakan yang besar, sehingga dirinya harus menjadi 'penahan langsung' sementara dan penyerang balik jika mempunyai kesempatan.
'Seharusnya hal ini memang benar, tapi ada kalanya kekuatannya di atas yang lainnya,' pikir Adrine.
"Aku bisa menyerang diam-diam, tapi aku juga harus memanfaatkan momentum untuk mendapatkan serangan fatal," ujar Rendi.
Adrine menunjukkan sedikit kemampuan berpedangnya terhadap Rendi, namun yang lain hanya bisa terus tertegun memandangi kemampuan Adrine yang seperti serba bisa.
"Tunggu dulu, bukankah kau seorang pemanggil roh? Bagaimana bisa kau berlatih pedang?" Tanya Rendi.
"Dulunya aku juga seperti kau, seorang pengguna pedang, tapi ternyata aku mempunyai kemampuan untuk melakukan pemanggilan roh, jadi bisa dibilang aku dapat melakukan pertahanan tanpa harus terus mengandalkan pasukanku," ujar Adrine.
Setelah itu, mereka semua melakukan pengenalan secara bergantian, Razer adalah seorang petarung jarak dekat yang sama dengan Zhenfu, dia menggunakan tinjunya sebagai senjata utamanya. Dan Loki adalah penyihir yang sangat memanfaatkan elemental angin, api, dan kristal, semuanya adalah elemental tipe 'Yang' dan berlawanan dengan Yin. Dia juga sangat cerdas dan mampu menciptakan alat-alat canggih yang sangat berguna karena sempat belajar tentang teknologi di sebuah metropolis bernama Ellways. Di metropolis itu juga terdapat industri yang bekerja dalam pengembangan teknologi, serta perkotaan besar itu pula adalah pusat cabang server utama benua Langit yang menghubungkan dengan server utama, merekalah yang mengurus serta merekam dan menyuntikkan data pada setiap Divine Cube di benua Langit.
Untuk Shiny sendiri Adrine sudah cukup tahu, dia adalah seorang penyihir dengan kontrol atas elemental bayangan yang cukup mahir, apalagi kini Shiny juga mengembangkan elemen angin yang bisa dibilang adalah elemental netral, bukan Yin maupun Yang.
Adrine cukup terkesan dengan kecerdasan Loki dalam penciptaan alat-alat canggih dan kini ia dan pewaris lainnya memang sangat membutuhkan orang yang sama cerdasnya dengan Loki.
Shiny sebenarnya ingin membahas tentang perkumpulan yang akan mereka adakan ketika nanti Monumen Iblis 6 Tahun terbuka. Mereka semua sebenarnya sudah saling bertemu satu sama lain, Adrine pernah bertemu dengan Shiny yang menyamar sebagai Maskman, begitu pula dengan Shiny yang sebelumnya telah bertemu dengan yang lain. Namun karena pertemuan Adrine dengan Shiny bisa dibilang sebuah kesalahpahaman, jadi mereka berpisah semenjak pertarungan terakhir mereka. Karena sebelumnya Shiny pernah bertemu dengan salah dari yang lainnya, jadi pertemuan ini juga bukan ketidaksengajaan.
"Perkenalannya selesai, kita sekarang akan membahas di mana kita akan bertemu nanti," ujar Shiny.
"Pastinya kita harus menghindari gedung tinggi, masuk paling akhir ataupun paling awal, dan berlawanan dari pandangan para petinggi di kota Toturao ini serta harus memanfaatkan kerumunan, tergantung apakah kita nanti bisa bertemu atau tidak," tutur Loki.
Adrine sempat teringat akan kemampuan Shadow Body yang pernah digunakan Shiny untuk melawannya, Adrine juga menguasai teknik tersebut dan beberapa kali menelitinya.
"Shiny, ingat dengan teknik Shadow Body yang kau gunakan pada saat itu? Ternyata teknik itu bisa membuat penggunanya tidak terdeteksi oleh kamera dan hanya bisa merekam bayangan saja," ujar Adrine.
"Aku tahu tentang itu, tapi teknik itu bisa melemah jika digunakan dalam jangka panjang dan terus terpapar sinar matahari. Tidak efektif jika aku terus menggunakannya," ucap Shiny dengan nada yang tinggi.
"Aku tidak menyuruhmu untuk menggunakannya dalam waktu lama, kau hanya perlu mengecoh kamera pengawas yang ada pada setiap bangunan tinggi, kau bisa memasuki kerumunan dengan aman tanpa ketahuan," tambah Adrine.
Adrine tak tahu jika masalahnya tidak semudah masalah anak-anak, akan tetapi ia paham jika pemikirannya terlalu dangkal. Shiny juga menghargai apa yang disarankan oleh Adrine, akan tetapi ia tetap tak bisa menguras energinya bahkan ketika belum masuk ke dalam monumen.
"Begini saja, karena Monumen Iblis 6 Tahun berada di pusat kota, kita akan berkumpul di atas gedung yang tinggi, aku akan menggambar formasi perpindahan di atas gedung yang sekiranya strategis untuk kita menyembunyikan diri," ujar Loki, ia juga menggores jarinya dan mengucurkan darahnya.
"ITU TERLALU BERESIKO, BAGAIMANA KALAU KAU TERBUNUH PADA SAAT MENGGAMBAR FORMASINYA?" Bentak Shiny.
"Kami bersedia untuk menjaganya dan mengawasi gerakan lawan," ujar Violet dan Viona, mereka berdua berusaha untuk menjaga dan mengawasi jika tiba-tiba saja ada yang menyerang.
Adrine berpikir jika mereka juga berpikiran sempit, lawannya bukan seseorang di tingkat Keabadian yang bisa di lawan dengan teknik tingkat Tinggi maupun tingkat Kaisar, pada kenyataannya lawannya adalah tingkat Permata karena Loki sempat mengatakan bahwa master Heyto adalah seorang pemburu yang berarti rekan-rekannya juga sesama di ranah yang hampir sama dengannya.
"Kita hanya perlu menjaga keamanan satu sama lain saja dan mengawasi gerakan lawan yang datang, menggambar formasi paling hanya 5 menit saja. Dan seperti biasa darahku akan menjadi sarana untuk teleportasi kita nanti," ujar Loki.
Mereka pun sepakat dan hanya perlu saling percaya, Adrine juga sepakat akan rencana mereka. Kemudian mereka membicarakan tentang siapa saja pemburunya dan di mana mereka berada. Karena master Heyto telah terduga sebagai seorang pemburu, Loki mengatakan bahwa master Heyto berada di apartemen L01, tempat itu berada di kawasan paling dekat dengan pusat wilayah keluarga Longi dan Adrine menduga jika sebelumnya master Heyto pasti memesan tempat yang lain.
Loki sudah menduga jika perkumpulan para pemburu pasti berada di keluarga Longi, jika ada yang tidak di tempat perkumpulannya, pasti ada di dekat wilayah keluarga Longi. Loki juga berencana mencari gedung tinggi yang menjauhi keluarga Longi namun tetap mendekati monumen.
Setelah itu, mereka pun selesai membicarakan perkumpulannya nanti dan darah Loki telah diambil oleh masing-masing orang di sana termasuk Adrine. Dirasa sudah cukup pertemuannya, mereka ia pun meminta untuk dikembalikan ke kota dan meninggalkan tempat itu.
"Tenang saja, aku masih bisa menghubungkan dengan formasi yang tadi, bersiaplah untuk keluar," ujar Loki.
SRIIIING!!
Loki pun membuka kembali formasi dan semuanya telah menghilang dari tempat yang sempit tadi. Semua pencahayaan yang ada di sana seketika mati setelah semuanya pergi.
***
Di tempat yang sama dengan sebelumnya mereka berkumpul tadi, mereka pun berpisah dan Adrine segera kembali ke hotel T-1 untuk berjaga-jaga serta enggan untuk berkeliling dan mencari bahan untuk berkultivasi lagi. Akan tetapi ketika perpisahannya dengan pewaris yang lain itu, Adrine diam-diam memasukkan Blood Demon dan Bolt Demon kecil ke dalam bayangan Violet dan Viona, sementara itu ia juga memasukkan Purgatory Demon ke dalam bayangan Loki untuk berjaga-jaga ketika mereka diserang.
Bersambung!!