Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Altar Sembilan Warna Api Spiritual (14)


"Dimana aku? Ini... Apakah tempat ini sama seperti alam bawah sadar yang sebelumnya?"


Sesaat setelah Adrine berkultivasi, ia memasuki alam bawah sadarnya dan melihat kalau dunianya sudah menjadi lain.


Kakinya berpijak pada tanah rapuh yang tidak terlalu besar dan melayang diatas udara. Dibawahnya terdapat lautan magma yang sangat luas seperti tak terbatas. Dan disetiap retakan tanahnya seperti ada sebuah api pada celahnya.


Magma yang ada dibawah jauh lebih panas dibandingkan dengan magma yang ada sebelumnya. Bahkan, permukaan magma dengan ujung tanahnya yang runcing saja berjarak sekitar 75 meter, dan ketebalan tanahnya sekitar 15 meter, dan Adrine masih bisa merasakan panas yang luar biasa dengan jarak yang begitu jauh.


"Ugh... Panas... Eh? Apa itu?"


Tiba-tiba disaat Adrine berjalan kedepan, terdapat 5 stalakmit besar yang menjulang keatas dan membentuk melingkar. Ditengah-tengahnya terdapat sebuah gulungan kertas yang berwarna gelap dan seperti terikat pada rantai yang menyambung terhadap ujung stalakmitnya.


"Gulungan itu... Sepertinya... Kenapa aku takut?"


Adrine seperti memiliki rasa takut karena gulungan tersebut. Gulungannya seperti memancarkan aura yang mengerikan hingga membuat mental Adrine berhalusinasi sehingga membuatnya takut


Bukan hanya itu, rantai yang mengikat gulungannya seperti mengeluarkan sesuatu seperti energi yang berwujud api yang berwarna gelap dan sepertinya mengalirkannya pada gulungan tersebut.


Adrine terus mencoba untuk maju dan mengambil gulungan kertas itu. Tetapi seakan-akan, ada tali ketakutan yang panjang mengikat kaki Adrine untuk menariknya mundur. Bukan hanya itu, semakin Adrine memaksakan dirinya untuk maju, seolah-olah ada perasaan tak nyaman, muncul seperti angin dari gulungan kertas itu yang juga mendorong Adrine untuk mundur.


"Tidak! Ini bukan waktunya untuk lari dan mundur, tidak! Aku disini untuk menjadi kuat!"


Adrine memotivasi dirinya sendiri untuk terus melangkah maju dan menghiraukan ketakutannya. Dan seakan-akan, ada aura hitam yang keluar dari dalam tubuh Adrine.


Adrine berlari dengan sangat cepat dan melompat untuk mengambil gulungan kertas itu. Namun sayang, Adrine terpental karena seperti ada penghalang yang melindungi gulungan hitam tersebut.


Adrine berjalan mendekat untuk memeriksanya. Ia memberanikan diri untuk menyentuh kembali penghalang yang tadi membuat tubuhnya terpental. Tak disangka, penghalang itu tak membuat hal yang sama seperti sebelumnya. Tangan Adrine bisa menyentuh penghalang itu tanpa perlawanan seperti tadi. Dan Adrine juga bisa merasakan dan memeriksa secara aman pada penghalang tersebut dengan kedua tangannya.


Adrine juga bisa melihat dengan jelas seperti apa penghalang tersebut tanpa menggunakan mata jiwanya.


"Ini seperti penghalang yang bisa terbuka dengan sebuah kunci. Tapi... Dimana aku bisa mendapatkan kuncinya?"


Sesaat setelah mengira penghalang tersebut, Adrine sadar kalau kuncinya sedang disembunyikan. Ia melihat ke kanan dan ke kirinya.


Tetapi, hal tak terduga tiba-tiba muncul. Magma yang ada dibawah seperti bereaksi kuat dan meluap-luap. Tanah pijakan Adrine juga semakin panas dan berguncang.


"Ada apa ini?"


Lama kelamaan tanahnya semakin berguncang lebih hebat. Dan Adrine merasakan kalau tak lama lagi semua tanah terbang ini akan runtuh. Mulai ada beberapa pasir yang berasal dari ujung tanahnya yang telah terjatuh dan berceceran pada permukaan air merah yang kental dan panas.


"Eh?"


Adrine teringat sesuatu tentang apa yang dikatakan oleh Shin kecil sebelum Adrine memasuki alam bawah sadarnya yang sekarang.


Dan ada sesuatu yang terjadi sebelum Adrine memasuki alam bawah sadarnya kini. Altar Sembilan Warna Api Spiritual dikelilingi oleh aura hitam yang sangat mengerikan. Dan aura hitam itu membentuk sebuah kalimat yang bertuliskan...


"Tubuh Abadi : Api Hitam Bayangan Tanpa Batas."


"Kau bilang apa? Ada apa?"


Mata Shin kecil terbelalak lebar, pupil matanya mengecil seperti melihat sesuatu yang bisa membuatnya kaku tak bisa bergerak.


Adrine khawatir dengan Shin kecil yang tiba-tiba tubuh dan penglihatannya menjadi kaku. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Kepala Adrine berkeringat sangat deras.


Tiba-tiba kepala Shin kecil menoleh kearah Adrine dengan sangat cepat seperti ingin memberitahu sesuatu yang sangat darurat.


"Ini adalah teknik yang bisa membuatmu menjadi tidak terkalahkan. Tapi, mungkin resikonya sangatlah besar. Mungkin kau bisa terjebak dan mati didalam alam bawah sadarmu."


"Untuk apa aku takut mengambil resiko? Untuk menjadi kuat, nyawa pun harus dikorbankan sebagai pilihan terbaik."


Shin kecil terkejut setelah Adrine mengatakan hal tersebut.


"Berhati-hatilah! Untuk sekarang, kau bisa menguatkan pasukanmu didalam alam bawah sadarmu. Dengan adanya kau yang sudah berlatih energi mental dan jimat mental, sekarang kau bisa seutuhnya menghubungkan alam bawah sadarmu dengan dirimu sendiri."


"Baiklah, akan kucoba. Doakan aku baik-baik saja, selamat, dan berhasil mendapatkan apa yang ada disana."


Shin kecil mengangguk.


Dan kembali pada Adrine yang tadi. Tanahnya mulai retak satu persatu dan roboh sedikit demi sedikit.


"Bagaimana ini?"


Adrine menjadi bingung. Ada beberapa tanah yang sudah berpisah pada tanah pijakan utama, namun masih melayang dan kokoh.


Dan tiba-tiba, permukaan magma yang ada dibawah bereaksi sangat kuat. Bahkan bukan hanya meluap-luap saja, hingga meledak-ledak dengan sangat hebat.


"ERRGHH... Bagaimana ini? Apa yang terjadi?"


Adrine mulai sangat panik dan cemas. Tubuhnya seperti kaku karena mentalnya sendiri. Ia tak berani melangkah hingga takut untuk bergerak. Kondisinya sekarang sungguhlah tak berdaya.


BLAAR!!


Tiba-tiba ada sebuah ledakan yang besar muncul dari bawah permukaan magma. Hal itu membuat Adrine terkejut.


Adrine yang terkejut, melompat dan terjatuh ketanah. Matanya terkena debu dan tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada didepannya. Ia mengusap matanya yang terkena debu. Dan disaat Adrine membuka matanya, ia melihat sesuatu yang sangat besar dan mengerikan.


"Itu... Itu..."


Tiba-tiba Adrine melihat 3 kepala naga yang berasal dari permukaan magma dibawah.


"Apa? Bukankah itu... Hydra Hitam Ekor Api Galaksi? Hewan spirit tingkat langit peringkat 5?"



--**Mohon maaf ya, author sekarang updatenya agak lamaan. Sekarang ini bulan puasa, memang agak sulit buat author berkreasi untuk menyenangkan kalian semua🙏🙏.


Apalagi sekarang ini sedang terjadi adanya wabah yang sedang merebak luas, kalian pasti tahu sendiri... Dan satu lagi, inspirasi author sekarang banyak sekali tersumbat gara-gara jarang keluar rumah😩😩, itu gara-gara dikampung author ada satu orang yang udah positif terkena itu...


Maaf updatenya lama dan sedikit, mohon dimaklumi ya🙏🙏😐...


Dan jangan lupa untuk para readers setia untuk like komen dan share juga ya... Oke, see you next time, bye"👋👋**