
"Hei Shin kecil, apa kau nanti bisa membantuku untuk melawan musuh?"
"Aku bisa, tapi aku harus memakan inti jiwa hewan spirit."
"Aku pernah melihat sepertimu dari beberapa komik, semakin kuat yang hewan spiritnya, pasti juga akan berpengaruh, iya kan?"
"Hmm, kau benar. Jika ada inti jiwa hewan spirit, berikan saja padaku! Semakin banyak yang kumakan, maka semakin cepat pula aku akan kembali pada kekuatanku."
"Aku tak bisa memberikan inti jiwa hewan spirit cuma-cuma padamu. Aku hanya akan memberimu yang tak berguna untukku."
"Aku tahu, kau mau menjadikan mereka menjadi pasukanmu iya kan?"
"Hebat sekali kau bisa langsung menebaknya."
"Kau mengapa pergi kesini?"
"Aku tadi melihat hewan spirit. Kalau lemah, itu bisa menjadi makananmu."
"Baiklah."
Lalu Adrine dan Shin kecil mencari hewan spirit tersebut. Adrine mendapati hewan spirit yang besar. Adrine berusaha untuk membunuhnya dengan menggunakan kekuatan dari Purgatory Demon.
Hanya dalam 10 detik, Purgatory Demon telah mengalahkan hewan spirit tersebut yang bernama Phantom Snake. Adrine mendekati mayat dari Phantom Snake untuk memeriksa kekuatan yang dimilikinya.
"Ini tak lebih kuat dari Krystal Wolf. Untukmu saja, Shin kecil."
"Terima kasih."
Lalu jiwa yang masih ada disekitar Adrine menjadi seperti berputar-putar. Seperti membuat sebuah angin yang kuat dan pusaran angin yang hebat. Adrine hanya biasa saja saat melihat hal tersebut, karena hampir sama dengannya saat sedang menyimpan jiwa.
Setelah itu, jiwa yang berputar-putar tersebut seperti muncul dan mulai terlihat. Dengan cepat, Shin kecil menghisap inti jiwa tersebut seperti menghisap udara.
"Bagaimana, apa kau sekarang menjadi lebih kuat?"
"Setidaknya, aku sudah pada tahap Badai level-1."
"Yeah, kau lebih kuat dariku."
"Walaupun aku lebih kuat darimu, tapi energiku tidak lebih dari setengah milikmu."
"Kemampuanmu akan kujadikan kartu as nantinya. Jadi, kau hanya akan bertarung apabila benar-benar dibutuhkan."
Lalu Adrine dan Shin kecil memperhatikan sekelilingnya.
"Apa ada lagi sekarang?"
"Lihat! Ada hewan spirit yang sedang menuju kearah teman-temanku."
"Ya, kalau tidak salah itu adalah Badak Bercula Api. Tapi lebih lemah dibandingkan dengan yang pernah kau lawan sebelumnya."
"Itu makananmu sekarang. Kau beruntung sekarang."
"Oh ya, aku punya sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu."
"Apa itu?"
"Kita kesana dulu, nanti kuceritakan. Tapi jangan kau bunuh dulu badaknya."
"Baiklah."
Lalu Adrine dan Shin kecil terbang menuju kearah Badak Bercula Api yang sedang mengarah ketempat teman-teman Adrine. Adrine sampai pada tempat dimana badak tersebut sedang berjalan.
"Lihat ini!"
Shin kecil menunjukkan benda kecil seperti jarum ditangannya.
"Eh, itu seperti artifak. Apa itu artifak?"
"Ya. Ini adalah Jarum Darah Pemakan Jiwa. Artifak tingkat mistik."
"Apa? Tingkat mistik? Tingkatan apa itu? Aku bahkan belum pernah mendengar tingkatan yang seperti itu."
"Jauh diatas tingkat artifak milikmu. Intinya sekarang artifak milikku adalah artifak tingkat mistik, dan milikmu adalah tingkat sejati. Jauh jaraknya dari milikmu."
"Aku tahu. Eh? Apa? Artifak milikku tingkat sejati? Apa kau bercanda?"
"Tak percaya? Lihat saja sendiri! Dan rasakan kekuatannya."
Lalu Adrine mengaktifkan mata jiwa kanannya dan mengeluarkan belati jiwanya. Adrine melihat belati tersebut seperti berbeda dari sebelumnya. Aura yang dihasilkan juga lebih kuat. Terdapat ukiran yang bercahaya dimata pedangnya, dan ukiran tersebut seperti garis api yang sedang menyala.
"Ah, kau benar. Artifak milikku sekarang sudah lebih kuat."
"Apa? Sekarang? Apa sebelumnya artifak milikmu tidak setingkat sekarang?"
"Ya."
"Tapi bagaimana mungkin artifak bisa ditingkatkan? Aku yang telah hidup ratusan ribu tahun bahkan belum pernah mendengar teknik yang bisa meningkatkan tingkatan artifak."
"Ini berkat bantuan dari artifak yang ada Dimata jiwaku yang sebelah kiri."
Lalu Adrine mengaktifkan mata jiwa kirinya dan mengeluarkan kitab yang tak bernama. Sebenarnya, belati Adrine juga tak ada namanya, nama itu hanya untuk mempermudah penamaan senjata saja.
"Kitab apa ini?"
"Aku juga tak tahu. Tapi berkat kitab itu, aku bisa meningkatkan tingkat dari artifak milikku hingga menjadi kuat seperti yang kau lihat sekarang."
"Jadi seperti itu ya?"
"Lalu, sekarang kau mau apa?"
Adrine sebenarnya juga penasaran kenapa Shin kecil seperti terburu-buru ingin menuju ketempat Badak Bercula Api.
"Dengan adanya artifak ini, aku bisa menghisap inti jiwa yang lebih murni daripada membunuhnya sendiri."
"Jadi, semakin murni inti jiwanya, maka akan semakin bagus pula efeknya untukmu, apa benar?"
"Kau benar. Dan jiwa yang kubunuh dengan Jarum Darah Pemakan Jiwa ini, akan mengakibatkan hewan spirit mengeluarkan aura yang hampir mirip hawa pembunuh."
"Bukankah itu akan melemahkan jiwanya?"
"Ya, tapi efek itu akan berlaku sebaliknya apabila menggunakan artifak ini."
"Berarti akan memperkuat inti jiwanya disaat mengeluarkan hawa pembunuh?"
"Benar."
Tanpa basa-basi lagi, Shin kecil mengeluarkan teknik yang menyatu dengan jarum artifaknya. Dengan mudah badak tersebut mati dan Shin kecil memakan inti jiwanya seperti tadi. Adrine hanya tersenyum saat melihat Shin kecil memakannya.
"Bagaimana dengan kekuatanmu sekarang?"
"Sekarang mungkin sudah setara dengan tahap Badai level-2 kelas awal."