Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Masalah Baru


Tak disangka dalam waktu yang lama Adrine dan yang lainnya tidak harus menggunakan point respawn yang telah mereka dapatkan. Jadi, tak ada dari mereka bertiga yang menggunakan point respawn ataupun mati.


Mereka semua keluar dari kabin simulasi secara bersamaan. Ada beberapa murid yang tidak lolos.


"Tak kusangka kita lolos tanpa harus melawan hewan spirit atau musuh."


"Ini semua berkat Adrine."


Etern dan Senior David sangat memuji Adrine. Tetapi Adrine tetap diam begitupun dengan Arpha. Mereka hanya diam tanpa menunjukkan ekspresi sama sekali.


"Adrine, kali ini kita mau kemana?"


Mereka semua termasuk Etern yang penasaran mengikuti Adrine kemanapun. Makanya Etern bertanya akan kemana tujuan Adrine kali ini.


"Tunggu saja dulu, mungkin kita akan diberitahu oleh Master."


Benar saja, tepat sedetik setelah Adrine mengalahkanmu hal tadi Heyto pun muncul. Heyto akan memberi tahu untuk keberangkatan yang akan berlangsung.


"Untuk keberangkatan, kita akan berangkat dalam waktu 1 minggu lagi. Kalian boleh memanfaatkan waktu tersebut dengan berlatih. Kita akan berangkat tepat matahari terbit. Tak ada yang boleh terlambat, yang terlambat akan ditinggal dan berangkat tanpa penjagaan."


Setelah Heyto mengumumkan keberangkatan, semuanya langsung bubar tanpa komando. Setelah Adrine keluar dari gedung, ia telah ditunggu oleh pendekar Veno dan Nicho.


"Ha?"


Jelas Adrine jadi bingung, kenapa Nicho dan pengawalnya menunggu Adrine diluar gedung. Dengan sangat jelas kalau Nicho dan Veno menunggunya diluar.


"Bagaimana? Apa kau lolos?"


Nicho langsung bertanya karena penasaran dan cemas kalau Adrine tidak lolos ujian ketiga. Tetapi, kenyataan berkata lain, Adrine mengangguk menandakan kalau ia lolos.


"Baguslah, seharusnya aku tidak bertanya seperti itu, karena jawabannya yang sudah pasti. Hahaha."


Nicho tertawa karena pertanyaannya sendiri. Adrine ikut tersenyum karena Nicho yang sedang tertawa dan senang. Pendekar Veno juga ikut tersenyum.


"Kau benar tuan muda. Ehmm... Mungkin kalau ada 999 orang yang tak lolos, Hanya tuan Adrine yang lolos."


Pendekar Veno bahkan ikut memuji kehebatan Adrine. Adrine hanya diam dan tersenyum memandangi mereka yang sedang tertawa dan berbahagia.


"Oh iya Adrine, aku hampir lupa memberitahumu tentang sesuatu ini. Sebenarnya, kau akan dijemput oleh seseorang dari rasi bintangku, Orion."


Nicho tiba-tiba memberi tahu tentang undangan yang akan diberikan kepada Adrine.


"Hah? Ada apa?"


Jelas hal tersebut membuat Adrine bingung, karena sesuatu seperti adalah hal yang cukup mengejutkan bagi orang seperti Adrine apalagi hal itu diberitahukan secara tiba-tiba.


"Kami juga tak tahu, tapi yang pasti kau tahu karena yang mengirimkan adalah pendekar Zeno."


Adrine mulai mengerti tentang apa yang akan terjadi. Informasi dari Adrine telah sampai pada Monarch rasi bintang Orion dan Adrine diundang sebagai tamu utama di rasi bintang Orion.


"Kalau ini aku paham, tapi kapan aku akan dijemput?"


Adrine menanyakan keberangkatannya karena takut kalau disaat Adrine berangkat ketempat mereka, Adrine terlambat untuk keberangkatan keperguruan murid inti.


"Tenang saja, keberangkatan yang paling pasti adalah besok. Itu dikatakan langsung oleh pendekar Zeno."


Adrine tersenyum karena senang keberangkatannya tidak bertabrakan dengan jadwal keberangkatannya keperguruan murid inti.


Disana pendekar Veno cukup bingung dengan apa yang sedang dibahas oleh Adrine dan Nicho. Jelas Veno cukup penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Adrine dan Nicho.


"Kalian sedang membahas apa sekarang?"


"Ini adalah informasi rahasia. Kalau kau membocorkan sedikit saja... Apa kau mau nyawamu sebagai taruhannya?"


Jelas kata-kata tersebut membuat Veno takut. Veno langsung bergeleng-geleng.


"Tidak-tidak. Lebih baik aku tidak mendengarnya daripada nyawaku melayang karena mendengarnya langsung ataupun tidak langsung."


Tetapi setelah perbincangan mereka yang cukup lama, ada sebuah Pesawat tempur V-Strike yang datang. Terdapat sebuah simbol yang melambangkan rasi bintang.


"I... Itukan, rasi bintang Telescopium. Kenapa mereka tiba-tiba kesini?"


Semuanya menjadi terkejut karena kedatangan pesawat tempur yang asing. Adrine terus menatap pesawat tersebut karena menurutnya akan terjadi hal yang mungkin tidak baik.


Lalu ada 2 ahli tua yang muncul dari dalam pesawat dan melompat ketanah. Tanahnya menjadi retak karena pijakan kaki mereka.


"Hei Adrine, hati-hati! Setidaknya mereka sekarang tingkat Misteri."


'Hah? Tingkat Misteri?' Pikir Adrine.


Shin kecil jelas mengatakan hal tersebut bukan karena tanpa tujuan. Dengan tatapan Shin kecil terhadap 2 ahli tua itu, Shin kecil melihat mereka sedang mencari seseorang. Adrine juga sangat jelas kalau ia terkejut melihat ada 2 orang yang berada ditingkat kemampuan yang sangat jauh dengan kemampuan Adrine.


"Siapakah disini yang bernama Adrine?"


'Hah? Mereka mencariku?'


Semua berpikir sama dengan Adrine, kenapa mereka jauh-jauh datang hanya untuk mencari Adrine. Pendekar Veno disitu langsung berjaga-jaga.


"Mungkin yang dibelakangmu itu adalah yang namanya Adrine."


Salah satu diantara mereka langsung menunjuk Adrine dengan tebakan yang benar. Veno semakin berhati-hati dan waspada terhadap serangan apapun.


ZRIIIING!!


Lalu Adrine dengan cepat tertangkap oleh salah satunya. Yang satunya lagi berhasil menangkap Veno dan Nicho.


"ERRGHH!! Apa... Apaan ini?"


Tanpa harus mengangkat jarinya, tekanan yang dihasilkan bisa meremukkan tulang Adrine. Adrine benar-benar tercekik dengan tekanan yang begitu kuat darinya.


"Jadi benar kau yang bernama Adrine?"


"Ya. Memangnya kenapa?"


Tatapan orang tua itu semakin mengerikan walaupun ekspresi wajahnya hanya datar saja. Heyto yang mengetahui hal itu, langsung datang untuk menolong Adrine.


"Hei-hei, apa-apaan kalian?"


SET!!


"AAARGH!!"


Disaat orang tua itu melirik Heyto, master itupun juga terjatuh karena tekanannya yang tinggi.


"Karena kau berani menghajar orang penting kami, kau akan dihukum. Hukumanmu adalah pengasingan dihutan selama 1 tahun."


'Apa? 1 tahun? Dan apa maksudnya menghajar orang pentingnya?'


Semua itu mengejutkan banyak orang. Bahkan tak ada yang berani melangkah untuk menyelamatkannya.