
"Kalau begitu, latihanmu adalah pertarungan langsung kali ini." Kata master. Tak kalah hebat dari Adrine, master yang juga tipe mage tersebut juga bisa mengeluarkan sebuah pasukan sendiri. Tetapi, kekuatan pada pasukannya bisa dikontrol oleh master.
Adrine pada saat itu tak protes apapun, malah menjadikan hal tersebut menjadi sebuah latihan yang akan memuaskan.
Tak lama kemudian, Adrine telah mengalahkan pasukan tersebut dengan sangat mudah. Dan menurut Adrine, hal tersebut tak memuaskannya.
"Wow, kau memang hebat Adrine. Kau itu memang pantas menjadi seorang murid VIP." Kata master memuji Adrine.
"Terima kasih master atas pujiannya." Kata Adrine.
"Baiklah, penilaian telah selesai." Kata master.
"Tunggu master, bagaimana dengan kemampuanku?" Tanya Adrine.
"Ini adalah penilaian pertama. Penilaian bisa dinilai saat setelah penilaian berikutnya dan seterusnya. Baru bisa dinilai bagaimana perkembangan yang telah kau lalui. Paham?" Kata master menjelaskan.
"Paham master. Saya mohon undur diri?" Kata Adrine yang akan segera pergi dan berlatih lagi.
"Baiklah, silahkan." Kata master.
Tak lama sejak Adrine meninggalkan tempat master, ia langsung disambut oleh para senior senior yang sesama murid VIP.
"Hai, bocah. Benarkah kau yang bernama Adrine?" Kata senior yang menghadangi jalan Adrine.
* 10 menit yang lalu
"Hei, katanya dia itu seorang assassin lho." Kata senior yang sedang melihat Adrine.
"Oh ya, kudengar dia itu malah tipe mage!?" Kata senior yang satunya lagi.
"Hei lihat, Adrine telah selesai. Cepat sekali dia." Kata senior lainnya yang tiba-tiba ikut menyaut.
"Iya, cepat sekali dia. Cepat kita ikuti dia, lalu kita beri dia sebuah pelajaran. Hehe." Kata salah satu senior.
"Emang dia salah apa sama kita?" Kata senior yang tampangnya lugu, tapi didalamnya terdapat hati yang busuk.
"Tidak. Dia nggak salah apa-apa sama kita. Tanganku cuma gatal ingin mukul orang, kalian pasti jugakan?" Kata senior itu lagi. Dan yang lainnya mengiyakan kata senior itu. Lalu, mereka langsung mengejar Adrine, hingga pada akhirnya...
"Iya, benar, namaku Adrine. ada apa denganku?" Kata Adrine tak mengerti tiba-tiba dihadang begitu saja oleh para seniornya.
"Hallah... Nggak banyak omong lu, rasain nih!!!" Kata salah satu senior dan tiba-tiba menyerang Adrine.
Disaat pukulannya hampir mengenai wajah Adrine, tiba-tiba Adrine menghilang begitu saja. Lalu, dengan tidak diduga, Adrine sudah berada dibelakang mereka.
"Aku tak punya masalah dengan kalian. Kalau kalian ingin bertarung denganku, tunggu 9 bulan lagi. Kita akan bertemu disini untuk bertarung siapa yang lebih kuat." Kata Adrine dengan sombongnya.
"Heh, kau itu terlalu cepat untuk sesombonv itu anak muda... Baiklah kalau kau memaksa, aku akan terima tantangan ini. Dan lihatlah baik-baik, apa akibatnya kalau kau meremehkanku orang bodoh. Oh ya, aku lupa memperkenalkan diri, namaku Lee." Kata Senior Lee.
"Oke, baiklah, terima kasih Lee." Adrine pergi tanpa meninggalkan jejak.
"Sombong sekali dia, akan kuhajar dia nanti kalau kita bertemu." Kata Senior Lee
"Betul itu Lee, kalau tidak harga dirimu bisa hancur sebagai murid VIP." Kata yang yang lainnya ikut menyemangati Lee.
"Tunggu saja." Kata Lee semakin meyakinkan.
"Kali ini, aku akan menggunakan Pil Mutiara Petir Langit agar kultivasiku meningkat dengan cepat, walaupun efeknya akan menyakitkan." Kata Adrine sambil mengeluarkan pil tersebut dari gelang penyimpanan.