
Sesaat sebelum Adrine melangkah maju...
"Apa kau yakin untuk kesana?"
"Ugh... Ya... Memangnya ada apa?"
"Kau tahu... Ugh... Semua panas dan tekanan yang sudah kita lalui bersama tadi... Semuanya berasal dari altar itu..."
"Yah, aku yakin... Jangan khawatir... Aku pasti bisa."
Adrine langsung melompat dan turun ke dasar kawah dan mendarat tepat di Altar Sembilan Warna Api Spiritual. Shin kecil mengikuti Adrine dan juga turun bersama Adrine.
"Akan ku hilangkan dulu semua tekanan ini... Aku ingin berbicara denganmu."
"Baiklah."
Lalu Shin kecil mengeluarkan sebuah teknik untuk menghilangkan semua tekanan dan panas pada altar tersebut untuk sementara waktu. Adrine dan Shin kecil telah bisa berbicara dan bernafas dengan benar dan lega.
"Bagaimana? Apa yang ingin kau bicarakan denganku?"
"Apa kau tahu tentang Altar Sembilan Warna Api Spiritual ini?"
"Tidak."
Sudah jelas kalau Adrine tidak tahu tentang Altar Sembilan Warna Api Spiritual, apalagi kalau inilah pertama kali Adrine melihat altar secara langsung.
"Akan kuberi tahu. Altar Sembilan Warna Api Spiritual ini adalah altar yang tercipta bersamaan dengan terciptanya sebuah planet. Dan altar ini selalu berada ditempat yang sangat panas seperti didalam perut bumi ataupun di gunung berapi aktif seperti ini."
Adrine terdiam dan fokus mendalami cerita dari Shin kecil.
"Setiap kali menemui altar ini, pasti situasinya akan sama seperti tadi. Panas dan tekanan yang sangat luar biasa. Tetapi, ada yang spesial dengan altar ini."
"Apa itu?"
"Rumit untuk menjelaskannya. Apa kau mau aku menjelaskan semua tentang altar ini hingga rinci?"
"Jelaskan saja!"
Adrine mengangguk.
"Baiklah, akan kujelaskan. Altar memang digunakan untuk berkultivasi. Tetapi, tidak semua altar itu sama. Tentang satu altar ini aku cukup tahu. Dan kau cukup beruntung. Apabila kau berkultivasi di altar ini, jiwamu akan masuk kedalam alam bawah sadar. Aku tak tahu pasti, tapi yang pasti adalah apabila kau bisa mengaktifkan satu saja warna api, kau akan dapat sebuah teknik yang cukup bagus. Tetapi masih berhubungan dengan api karena ini adalah Altar Sembilan Warna Api Spiritual. Apinya akan bersinar dengan warna yang dimulai dengan warna jingga, kuning, hijau, biru, putih, ungu, merah, merah darah, dan terakhir adalah warna hitam. Setelah selesai mengaktifkan satu warna, kau akan mendapatkan sebuah teknik dan kau bisa mendapatkannya lagi dengan mengaktifkan warna api yang berikutnya hingga warna hitam. Hanya itu yang kutahu."
Tak lebih dari sedetik Shin kecil berbicara, Adrine mengangguk dan langsung duduk dan berkultivasi tanpa mengatakan apapun.
"Hei, apa kau tak bisa menghargai ku sedikit saja?"
Adrine hanya diam dan berkultivasi. Shin kecil juga sudah tidak mempermasalahkan hal sebelumnya. Ia malah mengagumi tekad Adrine yang benar-benar patut dipuji.
"Ah? Apa ini yang dinamakan dengan alam bawah sadar? Kenapa rasanya aku sedang ada didalam neraka?"
Setelah Shin kecil menghilangkan teknik sebelumnya, Adrine sudah merasa panas dan memasuki alam bawah sadar. Didalam alam bawah sadarnya, Adrine merasa kalau alam bawah sadarnya seperti neraka. Hanya ada sungai magma, dan sangat panas.
"Hah? Apa itu?"
Lalu Adrine melihat sebuah pilar yang sangat tinggi. Dan juga, diatas pilar tersebut masih ada pilar yang menumpuk diatasnya.
"Apa ini? Kenapa pilar ini ada gambar telapak tangan? Apa tanganku diharuskan untuk ditempelkan disini?"
Lalu Adrine menempelkan telapak tangannya di gambar telapak tangan yang ada pada pilar didepan Adrine. Setelah itu, sebuah tulisan muncul pada pilar tersebut.
"Hmm... Arus Nafas Api Naga? Teknik?"
Tulisan tersebut seperti mengeluarkan energi yang cukup besar. Dan energi itu berkumpul dan membentuk sebuah kitab. Kitab tersebut jatuh dan ditangkap oleh Adrine.
"Aku benar, ini adalah sebuah teknik."
Lalu, Adrine pun membuka kitab tersebut. Adrine sangat terkejut melihat isi didalam kitab yang didapatkannya.
"Apa-apaan ini? Kenapa kosong?"
Adrine sedikit marah melihat sebuah kitab teknik yang kosong. Tetapi setelah kemarahannya itu, tanah yang ada disekitar Adrine menjadi berguncang.
"Apa ini gempa?"
Lalu Adrine berlari. Tetapi Adrine terjatuh dan masuk kedalam sungai lava yang sangat panas dan menyala.
"AAARGHH!! PANAAAAS!!"
Tubuh Adrine seperti meleleh saat terjatuh kedalam lava. Tetapi ada satu hal yang membuat Adrine terkejut, kitab yang juga ikut terjatuh kedalam lava hanya terbakar dan tidak hangus.
"Hah? Apa lava ini membantu?"
Lalu, setelah Adrine mengambil kitab tersebut, Adrine melihat kalau didalam kitab tersebut perlahan mulai muncul tulisan.
"Aku paham. Lava ini bukan untuk kuhindari, melainkan lava ini untuk membantuku mencapai tujuanku yang sebenarnya."
Setelah itu, Adrine pun membuka kitab tersebut dan memegangnya dengan sangat erat. Dan tak disangka kalau Adrine bisa berkultivasi didalam alam bawah sadar. Dan berkultivasi adalah cara untuk mempercepat proses memunculkan tulisan didalam kitab.
Sementara itu diluar alam bawah sadarnya Adrine, Shin kecil juga menunggu selesainya kultivasi Adrine. Shin kecil membuat sebuah perlindungan disekitar gunung.
"Untuk sementara ini, teknik Pelindung Ilusi Ruang Waktu ini bisa melindungi Adrine hingga selesai berkultivasi. Pelindung ini bisa meredam fluktuasi energi yang keluar saat ada sesuatu nantinya."
Walaupun Shin kecil membuat pelindung tersebut, tetap saja sekarang Shin kecil tidak sekuat dulu. Fluktuasi energi tetap bisa keluar dan bisa dideteksi oleh banyak orang. Shin kecil juga menyadari hal tersebut. Jadi sekarang Shin kecil benar-benar berjaga dan menunggu hingga Adrine terbangun.