
Setelah beberapa saat, Adrine berhenti sejenak. Ia merasakan adanya sesuatu dengan bayangannya yang ia kirim.
"Ada apa Adrine? Kenapa kau terlihat seperti terpikirkan sesuatu?"
Melihat Adrine yang tiba-tiba terdiam, membuat Shin kecil penasaran. Adrine sendiri memang terlihat seperti memikirkan sesuatu.
"Aku merasakan sesuatu terjadi pada bayangan yang kukirimkan pada para perampok semalam."
Lalu Adrine melihat kembali kedepan dan bergerak lagi dengan cepat untuk menyusul pasukannya.
ZRAAAST!!
'Ada yang tidak beres. Aku harus cepat sekarang.' Pikir Adrine.
Lalu Adrine semakin mempercepat kecepatannya dengan menggunakan teknik Flashstep.
Sementara itu, tepat dimarkas para perampok yang sebelumnya, mereka sedang berusaha untuk mencerabut apa yang ada didalam bayangan mereka. Mereka masih belum tahu apa yang mempengaruhi bayangan mereka, namun boss mereka mengatakan kalau itu adalah pasukan dari orang lain.
"Bagaimana? Apa kalian berhasil? Apa pasukan itu sudah keluar dari bayangan kalian?"
Boss mereka ingin memastikan bahwa pasukan kiriman dari Adrine telah dikeluarkan. Namun wajah para anak buahnya mengatakan hal yang sebaliknya.
"Kenapa? Apa kalian tidak berhasil?"
Ekspresi boss mereka nampak sedikit marah dengan kenyataan yang seperti ini.
"Be... Benar boss. Kami... Kami tidak berhasil mengeluarkannya. Benda itu menempel pada bayangan kami, itulah yang... Yang membuatnya susah."
Sesuatu yang sudah menempel memanglah sulit, apalagi kalau benda itu menempel pada bayangan. Namun boss mereka melihat kedepan dan tidak terlalu memperhatikan anak buahnya.
"Dia telah sampai disini."
"Apa?"
Semua perampok bawahannya terkejut mendengar hal tersebut, dan mereka menoleh kearah pintu masuk markas mereka.
KRIEEET!!
Suara derit pintu besar yang berat terdengar sangat keras. Gerbang pintu masuk mereka perlahan terbuka.
Seseorang berdiri digerbang. Cahaya memancar dari luar disaat gerbang terbuka, membuat seluruh tubuh orang itu tertutup oleh bayangan yang menjadikannya siluet bayangan.
"Si... Siapa dia?"
Salah satu dari mereka menatap siluet itu dengan penuh ketakutan. Namun yang lainnya menatapnya dengan penuh penasaran, menanyakan pertanyaan yang sama didalam hati mereka masing-masing.
'Siapa dia?'
Ya, semuanya berpikiran sama ketika orang itu membuka gerbang didepan.
"Hehe, apa kalian sudah lupa denganku? Siapa yang barusan kuhajar tadi?"
Itulah Adrine, ia datang untuk melanjutkan semua yang belum terjadi sebelumnya. Ia menunjukkan aura yang sangat mengerikan disaat memasuki markas para perampok itu.
"Bukannya dia itu orang tadi? Apa memang dia semengerikan ini sebelumnya?"
Mereka menatap Adrine dengan penuh ketakutan dan kebencian. Namun boss mereka yang masih duduk dibelakang, masih bersikap tenang dari kehadiran Adrine disana.
"Aku tak akan mengampuni kalian semua sekarang ini, BUNUH!!"
DEG!!
"Apa?"
Mereka semua langsung terkejut dengan perkataan Adrine yang mengatakan bunuh, tapi tidak terjadi apa-apa. Namun ada orang yang dari belakang yang langsung bercucuran darah.
Orang yang bercucuran darah itu langsung mati ditempat, namun tak ada yang tahu siapa yang membunuhnya.
"Dialah yang membunuhnya, karena itu tadi aku peringatkan kalian untuk berhati-hati dengan bayangan kalian."
Boss mereka langsung tahu tentang siapa yang membunuhnya, pasukan dari Adrine yang telah menyampur dengan bayangan para perampok itulah yang membunuhnya.
"Apa hanya boss kalian yang sudah sampai pada tahap Keberlanjutan? Menyedihkan!!"
Adrine dengan beraninya menyombongkan diri karena tahu, hanya boss mereka saja yang memang sudah mencapai tahap Keberlanjutan level-1 kelas menengah. Adrine berani karena ia punya pasukan yang sangat kuat sampai-sampai salah satunya tak ada yang sanggup menandinginya.
"Memangnya kenapa? Kau itu hanya sendirian. Kalaupun dirimu itu tahap Keberlanjutan, kau tak akan sanggup melawan kami yang semuanya ada ditahap Kematian level-4."
Salah satu perampok dengan berani menantang Adrine hanya karena lawannya sendirian dan kalah jumlah dengan para perampok yang ada disana. Namu. Adrine hanya bersikap tenang dan tersenyum saja.
"Tuan, tolong jangan hiraukan perkataan bawahanku ini! Dia hanya orang yang tidak tahu diri."
"Hah?"
Tiba-tiba boss yang memimpin seluruh perampok yang ada disana meminta maaf atas perkataan salah satu bawahannya.
Jelas semua itu membuat semua orang yang ada disana menjadi terkejut, boss yang memimpin seluruh pasukan perampok, meminta ampun dengan seorang anak muda yang belum masuk kedalam tahap Keberlanjutan.
"Kenapa boss meminta maaf padanya? Bukannya dia itu musuh kita?"
Namun boss-nya hanya memejamkan matanya untuk mengisyaratkan memanggilnya.
"Baik boss."
Orang itu pun datang dan mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh boss-nya. Boss-nya pun mulai membisikkan sesuatu kepada bawahannya itu.
"Aku tahu dia itu belum sekuat diriku ini, tapi aku tak yakin jika kita bisa menang melawannya."
Walaupun bawahannya itu merasa terkejut, namun ia lebih heran dengan boss-nya itu. Ia merasa ada sesuatu dari Adrine yang membuat boss-nya menyerah dihadapan para bawahannya dan musuhnya.
"Apa yang membuatnya kuat, hingga boss menyerah dihadapannya?"
"Apa kau tidak lihat tadi? Salah satu dari kalian saja bisa dia bunuh dengan sangat mudah, apalagi kalian yang lebih lemah daripada yang dibunuh tadi?"
Ia pun terkejut dan merasa benar apa yang dikatakan oleh boss-nya. Namun didalam hatinya, semua yang barusan dilakukan oleh boss-nya itu tidak benar.
"Apa kalian sedang mengabaikanku disini? Beraninya kalian ini!!"
Adrine tak terima kalau ia diabaikan begitu saja. Lalu Adrine melangkah maju.
"Boss, apa yang harus kita lakukan sekarang? Dia sedang ingin menyerang kita."
Namun, boss-nya hanya diam dan terus memperhatikan Adrine dengan penuh antusias. Ia juga sebenarnya waspada disaat Adrine maju.
"Kenapa kalian hanya diam? Apa kedatanganku ini tidak ada sambutannya?"
Lalu bayangan Adrine meluas dan membesar. Namun bayangannya nampak seperti hidup dan ingin keluar. Bukan hanya itu, bahkan bayangan para perampok itu juga seperti hidup, begitupun dengan yang mati tadi.
"Kenapa kau ingin menyerang kami semua? Semua yang kami lakukan ini tidak ada hubungannya dengan dirimu."
Namun Adrine hanya menjawabnya dengan senyuman menakutkan. Para perampok yang lain ikut takut dengan senyuman Adrine dan bayangannya yang keluar dan menggeliat.
"Aku hanya ingin... Bekerja sama dengan kalian, apa kalian setuju?"
Lalu seluruh pasukan Adrine muncul disamping dan dibelakangnya. Dan pasukan yang ada dibayangan para perampok pun juga keluar dan hidup, lalu berjalan kearah Adrine untuk bergabung dengan pasukan Adrine yang lainnya.
"Apa-apaan semua ini?"
Bersambung!!