
"Hei Adrine, kau cari teknik elemen apa?" Tanya Etern.
"Aku sedang mencari elemen petir. Ya itu, kalau masih ada yang hebat." Ujar Adrine.
"Aku sudah menemukan satu. Aku temani kau saja." Ujar Etern.
"Bukannya bulan lalu kau juga tak mengambil teknik? Kenapa kau hanya mengambil satu?" Ujar Adrine.
"Itu boleh ya?" Tanya Etern.
"Boleh, terlebih lagi kau ini masih tergolong anak baru." Ujar Adrine.
"Baiklah."
Lalu Adrine menemukan satu teknik berelemen petir. Anehnya, gulungan tersebut mempunyai 2 elemen, yakni petir dan api. Teknik tersebut bernama Lightning Dragon. Adrine merasa cocok dengan teknik tersebut dan langsung mengambilnya.
"Adrine, aku sudah menemukan satu lagi gulungan. Dan ini sangatlah cocok denganku." Ujar Etern.
"Ya, aku juga sudah menemukan satu." Ujar Adrine.
Lalu mereka berdua turun dan memperlihatkan teknik yang mereka bawa. Etern sempat diperingatkan oleh penjaga perpustakaan untuk jangan sampai telat mengambil teknik diperpustakaan.
"Kau jangan selalu mengikuti Adrine. Kalau kau telat, kau akan didenda atau jatahmu perbulan akan dikurangi." Ujar penjaga perpustakaan.
"Hei, kenapa aku yang kau jadikan contoh?" Ujar Adrine yang sedikit marah.
"Karena hanya kau yang jarang sekali mengambil teknik disini. Selain kau Adrine, semua murid VIP selalu datang tepat waktu." Ujar penjaga perpustakaan.
"Terserah kau saja. Aku mau cepat." Ujar Adrine.
Setelah itu, Adrine dan Etern keluar dari perpustakaan. Adrine sempat teringat akan sesuatu agar ia bisa mendapatkan koin lebih banyak lagi.
"Hei Etern, apa kau tahu dimana tempat yang menjual pil?" Tanya Adrine.
"Memangnya kau mau beli pil? Bukannya kau sudah punya banyak?" Tanya balik Etern.
"Maka dari itu, aku mau jual pil agar bisa dapat banyak koin. Sebenarnya, koinku itu sekarang tersisa 4180 koin." Ujar Adrine.
"Banyak sekali." Etern terkejut sekali mendengar ribuan koin yang dimiliki oleh Adrine.
"Dimana tempat yang menjual pil dengan fasilitas terbaik yang harga jualnya tinggi?" Tanya Adrine.
"Seharusnya kau itu lebih tahu. Karena kau itu adalah seniorku, kenapa kau malah tanya juniormu?" Ujar Etern mengingatkan.
"Oh iya ya. Aku juga baru ingat, ada satu tempat dengan fasilitas mewah. Tempat tersebut menjual puluhan pil tingkat tinggi. Kalau tidak salah, namanya adalah Rumah Pil Heyto." Ujar Adrine.
"Tunggu apa lagi? Ayo kita langsung kesana!" Ujar Etern.
Lalu Adrine dan Etern pergi ketempat tersebut. Dengan cepat mereka berdua telah sampai pada tempatnya. Tempatnya besar dan mewah. Harus memesan dan menunggu terlebih dahulu.
"Tuan, kau harus memesan terlebih dahulu. Apa daftar nama anda tercantum?" Ujar wanita resepsionis yang ada disitu.
"Ya. Tapi khusus pil tingkat tinggi saja. Apakah tuan mempunyai pil tingkat tinggi?" Tanya resepsionis.
"Apakah ini termasuk pil tingkat tinggi?" Tanya Adrine sambil menunjukkan Pil Mutiara Petir Langit dan Pil Yin Surga Ketiga.
"Hah? Itukan... Baiklah tuan. Sebentar, saya akan memesankan sebuah menja khusus untuk tuan." Ujar resepsionis tersebut.
Lalu Adrine dipersilahkan untuk naik kelantai 3 untuk mengurusi penjualannya. Adrine dipersilahkan untuk duduk dan menunggu pemilik tempat tersebut datang dan menemui Adrine.
15 menit berlalu. Pemilik bangunan datang dan menemui Adrine. Postur tubuhnya tinggi dan wajahnya juga tampan. Ia juga datang bersama istrinya.
"Perkenalkan, namaku Heyto, ini istriku namanya Hanura. Hei nak, pil apa yang kau punya sehingga harus menemuiku?" Tanya Heyto.
"Aku ingin tanya, apakah kau disini menjual Pil Yin Surga Ketiga?" Tanya Adrine.
"Ya." Jawab Heyto dengan singkat.
"Berapa harga yang kau tetapkan?" Tanya Adrine.
"3500 koin." Ujar Heyto.
"Nak, kami disini hanya menerima pembelian pil tingkat tinggi. Itu masih termasuk tingkat menengah." Ujar Hanura.
"Bagaimana kalau Pil Yin Surga Keempat?" Tanya Adrine.
"Apa kau serius punya pil itu? Disini jumlah pil tersebut sangatlah terbatas." Ujar Heyto.
"Ya." Ujar Adrine.
"Untuk Pil Yin Surga Keempat, kami menjualnya 5000 koin. Itu sudah kuperhitungkan dengan keuntunganku sendiri." Ujar Heyto.
"Bagaimana, berapa kau akan membeli pil ini dariku?" Tanya Adrine.
"Bagaimana kalau 4500 koin?" Tanya Heyto.
"Hei Adrine, harga normalnya adalah 4000. Kau akan untung banyak untuk harga setinggi itu." Ujar Etern berbisik.
"Ya, anak ini benar." Ujar Heyto sambil menatap Etern.
"Eh." Etern terkejut ternyata Heyto dengar suaranya.
"Setuju. Aku akan menjual 15 pil, bagaimana.?" Ujar Adrine.
"Kau punya sebanyak itu?" Tanya Hanura.
"Aku bahkan punya Pil Yang Neraka Es Pertama." Ujar Adrine.
"Apa?" Teriak Heyto dan Hanura yang terkejut.